Gunakan Mobil Double Cabin Hardtop, Perpustakaan Keliling Trenggalek Kembali Beroperasi

Suara.com – Mulai kemarin, Rabu (17/11/2021), Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur kembali mengoperasikan perpustakaan keliling.

Dikutip dari kantor berita Antara, tujuan perpustakaan keliling ini adalah menjadi sarana penunjang dalam meningkatkan minat literasi warga setempat. Sebelumnya, kegiatan ini vakum akibat pandemi COVID-19.

Perpustakaan keliling ini menggunakan basis Toyota Hilux double cabin hard top yang dimodifikasi menjadi gerai baca berjalan. Sisi samping kiri dan belakang bisa dibuka dan terpampang rak berisi deretan buku untuk dipilih pengunjung.

Petugas perpustakaan keliling menata buku di Kota Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (17/11/2021) (ANTARA/HO - MJP)
Petugas perpustakaan keliling menata buku di Kota Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (17/11/2021) (ANTARA/HO – MJP)

Kendati tidak banyak pengunjung datang, keberadaan perpustakaan keliling diharapkan menjadi pendorong minat baca masyarakat, khususnya anak-anak.

Baca Juga: Jadi Narasumber dalam Seminar GIIAS 2021, Ini Imbauan DEN untuk Gaikindo

“Untuk pelanggan anak muda masih sepi, tidak seperti sebelum ada COVID-19,” jelas Arif Bayu, petugas mobil perpustakaan keliling.

Di mobil perpustakaan keliling itu paling tidak ada sekitar seribu eksemplar buku. Mayoritas buku bacaan anak-anak dan siswa.

“Fasilitasnya cukup membantu bagi beberapa orang yang gabut ketika berada di taman, atau orang tua yang menunggu anaknya bermain di taman,” lanjutnya.

Selain faktor pandemi, penurunan angka pengunjung di perpustakaan keliling juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi.

Masyarakat di zaman digital saat ini disebut lebih menyukai literasi digital ketimbang membaca buku secara konvensional.

Baca Juga: Jumpai Para CEO Industri Otomotif di GIIAS 2021, Ini Bahasan Presiden Joko Widodo

“Itu sebabnya pengunjung perpustakaan keliling juga turun signifikan,” katanya.

Kasi Layanan dan Pelestarian Bahan Pustaka Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Trenggalek Kustini mengharapkan keberadaan perpustakaan keliling bisa mendekatkan pada anak muda dengan budaya membaca, terutama di masa pandemi COVID-19 saat ini.

“Karena saat ini teknologi semakin canggih dan anak kecilpun sudah banyak yang menggunakan handphone (gawai), seperti untuk bermain game maupun melihat video di gawai,” jelasnya.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *