Sinopsis dan Review Drama The Red Sleeve (2021)

The Red Sleeve (2021) ikut memanjangkan daftar drama genre sageuk yang bisa kamu tonton di tahun ini. Khusus pencinta drama-drama historical, setting di zaman Joseon, lengkap dengan trik dan intriknya memang selalu ditunggu. Dibintangi Lee Jun Ho setelah menyelesaikan Wamilnya di Maret lalu, drama ini juga dimainkan oleh Lee Se Young.

Berjumlah 16 episode The Red Sleeve (2021) bercerita tentang kehidupan para dayang yang diajarkan sejak kecil untuk melayani raja. Seorang dayang bernama Duk Im terkenal pintar dan berani. Dia senang mendapat bayaran untuk membacakan buku bagi dayang yang lain.

Tulisan tangannya pun terkenal indah. Suatu hari dia membuat pangeran kesal. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya? Simak ulasan The Red Sleeve selengkapnya berikut ini!

Baca juga: Sinopsis & Review Drama Korea Crash Landing on You (2019)

  • Tahun Rilis: November 2021
  • Genre: Romance, Historical Drama
  • Produksi: WeMad, NPIO Entertainment
  • Sutradara: Jung Ji In, Song Yeong Hwa
  • Pemeran: Lee Jun Ho, Lee Se Young, Kang Hoon, Lee Deok Hwa
  • Jumlah Episode: 16

Sinopsis

Pangeran Yi Han bersedih atas wafatnya sang nenek, tapi Raja Youngjo, sang kakek, melarangnya. Sebagai anak kecil yang nekat, Yi Han pergi diam-diam dari istana untuk melihat jasad sang nenek atau Selir Yeong untuk terakhir kali.

Di sana dia bertemu dan dibantu Duk Im, dayang kecil istana yang ditugaskan ke sana oleh dayang senior. Pertemuan itu berkesan untuk Yi Han. Apa yang akan terjadi selanjutnya pada mereka?

Episode 1-2

Episode 1-2

Berita kematian Selir Yeong membuat Pangeran Yi San bersedih. Dia ingin sekali melihat jasad sang nenek untuk terakhir kali tapi Raja Youngjo sebagai kakeknya melarang.

Jika Yi San pergi artinya dia mengakui sebagai anak dari penjahat, karena anak Raja Youngjo dan Selir Yeong yaitu Putra Mahkota Sado yang tewas adalah penjahat. Meski dilarang, Yi San dibantu Hong Duk Ro, diam-diam menyelinap keluar dari istana dan pergi ke kediaman Selir Yeong.

Di sisi lain dayang cilik yang pintar dan berani, Sung Duk Im, terpilih untuk menghadiri pemakaman Selir Yeong seorang diri. Di tengah jalan keduanya bertemu tapi Duk Im tak tahu bocah lelaki yang menjadi temannya di perjalanan itu adalah seorang pangeran.

Yi San menangis melihat jasad neneknya tapi Duk Im coba menghibur. Sampai Raja Youngjo secara mengejutkan tiba di sana. Duk Im membantu Yi San keluar sebelum raja benar-benar melihatnya. Duk Im sendiri tetap berada di dalam dan berbincang dengan raja.

Kepintaran Duk Im menarik hati Youngjo, raja pun memberikan sebuah buku tentang Pelajaran Moral untuk Wanita yang ditulis langsung oleh Selir Yeong.

Nasib para selir mengikuti raja yang mereka layani. Jika raja diusir dari istana, mereka pun harus pergi. Duk Im yang ditugaskan menjadi pelayan raja mendengar bahwa pangeran menyimpan buku terlarang yang sangat dibenci Raja Youngjo.

Buku tersebut berisi masa lalu raja yang merupakan anak seorang pelayan. Tak ingin terusir dari istana, Duk Im kecil segera mencari buku tersebut dan menemukannya.

Di saat bersamaan Raja Youngjo juga menugaskan para prajurit mencari buku itu. Sambil bersembunyi Duk Im menyobek halaman yang memuat catatan bahwa raja adalah putra pelayan lalu melemparkan buku tersebut dan ditemukan oleh Duk Ro.

Raja yang sudah murka dan siap menghukum Yi San berubah pikiran ketika melihat halaman terlarang itu hilang. Yi San mengaku menyobek bagian itu karena sangat menghargai raja sehingga tak ingin membacanya. Duk Ro mengaku pada Yi San bahwa dialah yang menyobek bagian tersebut sehingga membuat sang pangeran berhutang budi.

Yi San sendiri terus mencari Duk Im menggunakan bantuan ibunya, tapi sang ibu meminta Yi San melupakan gadis itu karena dapat membahayakan mereka. Yi San sepakat tapi diam-diam dia terus memikirkannya.

Baca juga:

Keduanya kini tumbuh dewasa dan bertemu lagi secara tidak sengaja. Duk Im membuat pangeran tercebur ke kolam. Untuk kesalahannya Pangeran Yi San meminta Duk Im menulis surat permintaan maaf. Suatu malam Pangeran Yi San mendapat pesan anonim yang dikirim secara misterius.

Pesan tersebut berisi kalimat merendahkan, bahwa putra seorang penjahat tak boleh menjadi raja. Duk Ro berjanji akan menemukan pengirim pesan tersebut.

Duk Im yang sedang menyalin buku pelajaran di dekat ruang belajar sang pangeran, terkagum-kagum mendengar kebijaksanaan Pangeran Yi Han.

Tak lama Yi Han datang dan Duk Im yang tidak tahu wajah sang pangeran mengusirnya secara tidak sopan. Esok harinya Yi Han kembali datang ke perpustakaan dan menuduh Duk Im sebagai mata-mata karena sudah menyalin buku pelajarannya.

Duk Im yang masih tidak tahu wajah pangeran, menolak keras tuduhan itu. Yi Han sendiri kagum dengan tulisan tangan Duk Im walau sempat meragukannya. Yi Han yang mengaku sebagai Duk Ro atau Guru Putra Mahkota diusir dari ruangan itu. Duk Im bahkan melemparinya dengan garam.

Melihat suasana hati Yi Han buruk, Duk Ro mengajaknya melihat para dayang berlatih untuk Hari Festival Dayang Istana. Kebetulan Duk Im diminta membacakan dongeng untuk para dayang.

Dongeng yang dibacakan Duk Im mengingatkan Yi Han terhadap penderitaannya di masa lalu ketika dia diperlakukan kasar oleh sang ayah karena lebih diutamakan Raja Youngjo. Kelahiran Yi Han dianggap membawa kematian bagi sang ayah yaitu Putra Mahkota Sado.

Saat Yi Han menyendiri di perpustakaan, Duk Im datang untuk kembali menyalin. Yi Han dengan perasaan yang masih sedih meminta Duk Im berhenti membaca buku, apalagi untuk orang-orang.

Hari itu secara tidak sengaja dia berpapasan dengan Duk Ro. Duk Im terpesona oleh ketampanan dan kelembutannya dan berandai-andai bahwa dia adalah Guru Putra Mahkota yang diidamkan banyak dayang.

Duk Im menyerahkan surat permintaan maaf pada Pangeran Yi Han. Yi Han yang membaca tulisannya menyadari kalau wanita itu adalah wanita yang melemparnya dengan garam dan membuatnya kesal. Ide untuk mengerjai Duk Im pun muncul. Pangeran Yi Han menolak surat permintaan maaf dan memintanya diperbaiki.

Yi Han yang sempat mengaku sebagai Guru Putra Mahkota coba memberi masukan tapi tetap saja Duk Im gagal lagi hingga beberapa kali sampai membuat dayang itu kesal.

Duk Im menemukan peta pemburu harimau dan membuat Yi Han senang. Keinginan Yi Han untuk memburu harimau agar tidak lagi menimbulkan korban membuat Duk Im terkesan.

Mereka sering bertemu di perpustakaan tapi Duk Im masih belum tahu lelaki di depannya adalah Putra Mahkota. Malam saat perayaan festival dayang hanya Duk Im yang diperintahkan berjaga oleh Pangeran Yi Han karena pangeran tak suka dia membaca buku untuk dayang yang lain.

Yi Han sendiri sedang berburu harimau dan mendapat laporan kalau harimau sedang menuju istana. Saat sedang menyalin di perpustakaan, Yi Han memintanya membaca buku untuk orang lain.

Kisah Pangeran dan Dayang Pemilik Tulisan Tangan yang Indah

Kisah Pangeran dan Dayang Pemilik Tulisan Tangan yang Indah

The Red Sleeve (2021) bercerita tentang seorang pangeran dan dayang yang memiliki tulisan tangan yang indah sekaligus hobi sekali membacakan buku untuk orang lain.

Sejak kecil dayang bernama Duk Im diatur untuk bekerja di Istana Timur, yang artinya melayani sang pangeran. Seperti drama-drama sageuk arus utama, pertemuan pertama mereka diawali saat keduanya masih kecil.

Duk Im kecil yang mendapat tugas menghadiri pemakaman Selir Yeong bertemu dengan pangeran dan membantunya kabur dari raja. Bantuan Duk Im meninggalkan kesan tersendiri tapi karena banyak alasan terkait keselamatan mereka, pangeran setuju untuk melupakannya. Mereka pun kembali bertemu ketika sudah sama-sama lebih dewasa.

Pertemuan Pertama yang Klise

Pertemuan Pertama yang Klise

Pertemuan antara Duk Im dan Pangeran Yi Han untuk pertama lagi setelah sekian lama dikemas dengan formula yang cliché. Kekonyolan saat keduanya terpaksa tercebur kolam, apalagi saat Duk Im berniat menolong pangeran tapi malah menariknya lagi ke dalam air, terasa kurang natural.

Hubungan mereka saat kali pertama bertemu yang bagai Tom & Jerry juga menjemukan. Ditambah Duk Im yang tidak mengetahui bahwa pria menyebalkan itu adalah pangeran, kemudian Yi Han yang membalasnya dan sengaja mengerjainya untuk iseng membalas dendam, melengkapi kebosanan dua episode awal dari The Red Sleeve (2021).

Formula seperti itu memang umum dipakai dan gak masalah selama eksekusi dan aktingnya menarik, sayang, drama ini kurang memenuhi keduanya.

Drama Pertama Junho Setelah Selesai Wamil

Drama Pertama Junho Setelah Selesai Wamil

Dua episode awal The Red Sleeve (2021) tidak menampilkan konflik berarti. Ringan tapi juga kurang berkesan karena premis atau konflik utama yang ingin disampaikan, rasanya tidak terlalu kuat. Meski begitu drama ini akan mengobatimu yang sudah rindu melihat Lee Joon Ho berakting.

Penampilannya sebagai Putra Mahkota di The Red Sleeve (2021) adalah penampilannya pertama setelah lepas dari Wamil bulan Maret lalu.

Ketampanannya apalagi berperan sebagai pangeran terlihat sangat pas dengannya. Interaksi Junho dengan Lee Se Young sebagai pemeran Dak Im bisa membuatmu terus penasaran untuk melihat perkembangan hubungan mereka. Tertarik mengikutinya? Nantikan di episode-episode mendatang ya!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *