Saham China berakhir lebih tinggi, terangkat kenaikan energi baru

Shanghai (ANTARA) – Saham-saham China di bursa utama Shanghai berakhir lebih tinggi pada perdagangan Rabu, terangkat oleh kenaikan saham-saham energi baru dan logam non-besi.

Indikator utama Bursa Efek Shanghai, Indeks Komposit Shanghai terdongkrak 0,44 persen atau 15,58 poin menjadi ditutup pada 3.537,37 poin, sedangkan indeks saham unggulan CSI300 bertambah 0,05 persen atau 2,43 poin menjadi 4.885,75 poin.

Saham-saham Lithium melonjak, dengan Tibet Summit Resources Co, Chengxin Lithium Group dan Tianqi Lithium Corp masing-masing terangkat 10 persen.

Lonjakan tersebut menyebabkan sub-indeks logam non-besi dan sub-indeks energi baru masing-masing naik lebih dari 2,5 persen.

Saham-saham kendaraan energi baru dan fotovoltaik, dua sub-sektor industri energi baru, juga menguat.

Seorang hakim AS yang mengawasi masalah perdagangan pada Selasa (16/11/2021) membatalkan keputusan Presiden Donald Trump saat itu untuk mengizinkan pengenaan kembali tarif pada beberapa panel surya impor.

Indeks energi baru telah meningkat berlipat ganda dalam satu tahun terakhir karena China meningkatkan upaya-upaya untuk menjadi lebih hijau.

Saham produsen peralatan-peralatan kelas atas dan pertahanan masing-masing meningkat 2,5 persen dan 2,1 persen.

Saham-saham telah diperdagangkan bergerak menyamping baru-baru ini, dan Vanho Securities mengatakan pihaknya memperkirakan pasar mungkin tetap berada dalam kisaran ketat dalam waktu dekat dengan investor mencari petunjuk arah.

Dikatakan ekspektasi pelonggaran kebijakan akan meningkat seiring berakhirnya tahun, dan menyarankan untuk membeli saham-saham unggulan.

Sementara itu, di Bursa Efek Beijing yang baru, dari 81 saham perusahaan gelombang pertama yang tercatat, sebanyak 40 saham berhasil membukukan kenaikan pada akhir perdagangan hari ketiga.

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *