Pakta Iklim Glasgow Dorong Upaya Bersama Kurangi Emisi Global

Glasgow: Pakta Iklim Glasgow berjuang keras mengirimkan pesan yang jelas kepada perusahaan dan eksekutif global untuk bersama-sama mencegah perubahan iklim atau mengurangi emisi karbon. Pakta tersebut juga menilai kembali strategi bisnis dan jejak karbon guna menciptakan bisnis dan ekonomi berkelanjutan.
 
Kesepakatan yang diumumkan, mengakhiri dua minggu negosiasi penuh antara hampir 200 negara, mendorong negara-negara untuk berbuat lebih banyak mengekang emisi karbon terkait pemanasan iklim. Tekanan itu akan semakin dikenakan pada investasi dan industri guna mengendalikan emisi yang berkaitan dengan bisnis mereka.
 
Pakta Glasgow juga memberikan terobosan pada aturan untuk mengatur pasar karbon, dan membidik subsidi bahan bakar fosil. Di luar negosiasi politik, pertemuan di Glasgow menghadirkan banyak CEO, wali kota, dan pemimpin top dunia di industri, termasuk keuangan, konstruksi, kendaraan dan penerbangan, pertanian, energi terbarukan, dan infrastruktur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“COP26 telah melepaskan dinding uang sektor swasta baru. Untuk bisnis di mana-mana, satu hal yang pasti, perubahan besar akan datang dan datang dengan cepat,” kata Ketua Eksekutif di perusahaan energi dan aluminium EN+ Group Gregory Barker, dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 17 November 2021.
 
Sebanyak dua konferensi investasi terpisah di sela KTT iklim PBB menggembar-gemborkan keuntungan yang akan dibuat bagi mereka yang memenuhi kondisi lingkungan untuk mendapatkan uang tunai. Banyak kesepakatan diumumkan, termasuk rencana badan standar untuk meneliti pengungkapan iklim perusahaan.
 
Dengan pakta yang menegaskan kembali komitmen global untuk menahan pemanasan global pada 1,5 derajat celcius (2,7 fahrenheit), bersama dengan tindakan yang dipercepat dalam dekade kritis ini, dewan dapat mengharapkan kebijakan polusi nasional yang lebih ketat di semua sektor, terutama di transportasi, energi, dan pertanian.
 
Juara Aksi Iklim Tingkat Tinggi PBB Nigel Topping mengatakan kondisi itu akan membuat perusahaan tanpa rencana untuk beradaptasi dengan ekonomi rendah karbon yang tampak terbuka. “Jika Anda belum mendapatkan target nol bersih sekarang, Anda terlihat seperti tidak peduli dengan generasi berikutnya,” tuturnya.
 
“Dan Anda tidak memperhatikan peraturan yang akan datang Peringkat kredit Anda berisiko, dan kemampuan Anda untuk menarik dan mempertahankan talenta berisiko,” pungkas Topping.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *