Sinopsis & Review Film Romantis India Vivah (2006)

Vivah (2006) adalah salah satu film romantis dari Bollywood yang tidak boleh sampai dilewatkan. Film yang menceritakan kisahkan perjalanan sepasang calon pengantin menuju hari pernikahannya. Film yang disutradarai oleh Sooraj R. Barjatya ini mendapatkan rating cukup baik yaitu 6.6/10 di IMDb.

Film ini juga diperankan oleh aktor tampan Shahid Kapoor yang beradu akting dengan Amrita Rao. Akting dan kemistri keduanya benar-benar bisa membuat penonton terhanyut, bukan karena romantis saja tapi ada hal tragis yang menimpa keduanya.

Meski terkesan sangat klasik, nyatanya Vivah (2006) berhasil menjadi salah satu film terlaris di tahun 2006. Meski sukses besar secara komersial, sayangnya film ini gagal membawa pulang piala penghargaan, karena bersaing dengan Rang De Basanti (2006).

Baca juga: Sinopsis dan Review Film India Bhuj: The Pride of India

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2006
  • Genre: Romantic, Drama
  • Sutradara: Sooraj R. Bartjatya
  • Pemeran: Shahid Kapoor, Amrita Rao, Mohnish Bahl, Anupam Kher, Alok Nath
  • Produksi: Rajshri Production

Kisah kehidupan Poonam si gadis kecil yang kini tinggal bersama keluarga pamannya di Madhupur, setelah kedua orang tuanya meninggal. Poonam kecil adalah gadis yang ceria, pintar dan sangat berbakti, tak heran jika gadis ini menjadi anak kesayangan pamannya Khrisnakant. Sayangnya kehadiran Poonam justru membuat bibinya merasa cemburu, pasalnya putri kalah cantik dan berkulit gelap.

Meski ia sering mendapatkan perilaku yang berbeda dari bibinya, nyatanya Poonam masih tetap berbakti padanya. Hingga beranjak dewasa, Krishnakant berencana untuk mencari jodoh yang tepat untuk putri kesayangannya ini.

Kesederhanaan dan kecantikan Poonam, membuat Bhagat si ahli perhiasan terkesan dan berpikir untuk menjodohkannya dengan seseorang. Bhagat mengenal keluarga Harish Chandra Bajpayee, seorang pengusaha terkenal yang putra bungsunya masih belum menikah.

Niatan Bhagat ini langsung ia utarakan, meski sempat ragu-ragu akhirnya Prem mau menerima perjodohan ini. Pria ini sepertinya sudah jatuh cinta hanya melihat Poonam dari foto saja, maka dari itu seluruh keluarga Harish Chandra Bajpayee datang untuk melamar ke Madhupur.

Untuk pertama kalinya mereka bertemu, meski malu-malu ternyata Poonam terkesan dan menerima lamaran ini. Sambil menunggu tanggal pernikahan, Krishnakant mengundang keluarga calon besannya ini ke rumah musim panas mereka di Som Sarovar.

Di sini Prem merencanakan untuk bisa lebih mengenal dan dekat lagi dengan calon istrinya. Benar saja keduanya merasakan indahnya cinta, tapi Prem harus kembali ke Delhi karena urusan pekerjaan.

Selama di Delhi, Prem mulai bekerja di perusahaan dan melakukan perjalan bisnis yang sukses. Sebagai hadiah karena terpisah dari calon istrinya, sang kakak sengaja membawa Poonam menjemput adiknya di bandara. Keluarga Harish Chandra Bajpayee juga membuat pesta menyambut kedatangan Poonam ke Delhi untuk pertama kalinya.

Sepulang dari Delhi, Krishnakant semakin di sibukkan dengan segala persiapan pernikahan Poonam. Namun istrinya sama sekali tidak ingin ikut terlibat, bahkan mereka malah bertengkar karena hal ini.

Rama makin iri terhadap Poonam, karena sang suami mengeluarkan banyak biaya untuk pernikahan anak itu. Seakan ia lupa bawah dirinya masih memiliki putri lain, putri kandungnya sendiri yang seharusnya lebih diutamakan dan di spesialkan. 

Hingga dua hari sebelum pernikahan, sebuah tragedi mendatangi keluarga calon pengantin perempuan. Hari itu terjadi kebakaran hebat di rumah calon pengantin, Poonam mengalami luka bakar berat setelah mencoba menyelamatkan Chotti.

Hal ini membuat Krishnakant dan Bhagat sangat terpukul, bahkan Rama juga menyesali segala perbuatan buruknya pada sang keponakan. Pasalnya Poonam terluka karena menyelamatkan putrinya, kasih sayang anak ini padanya benar-benar tulus dan ini menyakitkannya.

Dokter mengatakan bahwa kondisi Poonam sangat serius, gadis ini harus segera melakukan operasi. Namun hal yang sangat menyedihkan adalah harusnya hari itu di jam yang sama Poonam melakukan ritual pernikahan dengan Prem. 

Baca juga:

Tapi kini gadis itu malah terbaring di tempat tidur menanti operasi, pikiran Krishnakant berputar saat masa kanak-kanak Poonam. Bhagat juga sangat kecewa akan hal ini, pria itu menelpon kediamanan keluarga Harish Chandra Bajpayee. Ia mengatakan bahwa pengantin pria tidak perlu datang ke rumah pengantin wanita, apakah Prem dan keluarganya bisa menerima hal ini?

Film yang Bikin Baper Sampai Nangis-Nangis

Film yang Bikin Baper Sampai Nangis-Nangis

Salah satu hal yang paling saya sukai adalah Vivah (2006) menyuguhkan sebuah kisah cinta yang sangat-sangat klasik. Jujur saja kisah cinta klasik seperti ini menjadi salah satu hal yang paling saya sukai, karena benar-benar mengingatkan saya pada film tahun 60-an. Kisah cinta yang bukan mementingkan nafsu dan hasrat, tapi ketulusan dan kepercayaan pada pasangan.

Di sisi lain saya menyukai konflik keluarga yang di tunjukkan, konflik yang awalnya hanya selingan malah menjadi konflik utama. Bagaimana kecemburuan Rama Krishnakant Mishra, membawa petaka pada pernikahan Poonam. Sejujurnya hubungan Poonam dan Rama menjadi daya tarik, hal ini membuat tensi emosi benar-benar naik.

Jujur saja saya sangat membenci Rama, karena dari caranya bersikap dan berkata benar-benar sangat menyakitkan. Apalagi di timbang dengan perlakuan Poonam padanya yang selalu berbakti, wanita ini terlihat sangat tidak berperasaan. Tapi kecemburuan akan kecantikan Poonam yang padahal tidak pernah menjadi masalah bagi putrinya Chhoti.

Saya memahami bagaimana cinta seorang ibu pada putrinya, tapi perilakunya menyuruh putrinya melakukan perawat dan lainnya malah bisa saja menimbulkan rasa insecure. Di sisi lain warna kulit memang menjadi salah satu masalah penting di India, karena menimbulkan banyak kontroversi. Tapi yang membuat saya baper adalah kenapa harus Poonam yang membayar harga sangat mahal?

Gadis ini harus merelakan tubuhnya terluka, demi mendapatkan kasih sayang dari bibinya itu. Hal ini benar-benar bikin patah hati, karena Poonam yang menderita di akhir demi menyelamatkan putri bibinya. Jujur saja adegan ini selalu berhasil membuat saya menangis, bahkan setelah menonton film ini berulang kali.   

Kisah Klasik yang Bikin Penasaran dan Berkelas

Kisah Klasik yang Bikin Penasaran dan Berkelas

Sudah sejak lama Vivah (2006) menjadi salah satu film Bollywood favorit saya, bahkan sejak pertama kali menontonnya. Saya ingat betul menonton film ini untuk pertama kalinya di salah satu stasiun televisi nasional di malam hari.

Tapi dulu saya menyukai film ini karena menjadi fans dari Shahid Kapoor, beberapa waktu kemudian saya jatuh cinta dengan kisahnya. Seiring makin dewasanya saya, ketika menonton Vivah (2006) entah mengapa tidak pernah membuat saya tidak meneteskan air mata.

Padahal kalau di pikir-pikir film ini mengambil premis yang sangat klasik dan sederhana sekali. Tapi sisi emosional yang ditampilkan dalam film ini benar-benar tidak bisa jika tidak membuat penontonnya menangis.

Pasalnya plotnya membuat banyak orang bertanya-tanya, apa yang akan terjadi pada Poonam. Seakan bisa di tebak, di akhir mereka memberikan kejutan krusial yang bikin emosi penonton bertumpuk.

Menampilkan konflik sejak awal, mereka membangun konflik sebari mengembangkan karakternya. Secara perlahan setiap karakter memiliki kekuatan mereka sendiri, dari akting hingga dialognya.

Saya juga tidak memiliki masalah soal screentime, editing hingga sinematografi, bagi saya semuanya benar-benar pas. Untuk film yang di produksi tahun 2006, bagi saya filmnya masih sangat worth untuk di tonton di tahun ini. Perform akting dari pasangan Shahid Kapoor dan Amrita Rao menjadi pairing romansa yang sangat pas.

Tapi pairing Amrita Rao dengan Alk Nath seakan ayah dan anak sejati, saya juga kagum dengan akting Seema Biswas. Mengandalkan dialog yang tajam dan ekspresi wajah, saya bisa merasakan kebencian dan kecemburuan dalam dirinya pada Poonam. Dia mengeksekusi karakter Rama Krishnakant Mishra dengan sangat baik dan pas.

Filmnya Tidak Terasa Bosan untuk Ditonton Berulang Kali

Filmnya Tidak Terasa Bosan untuk Ditonton Berulang Kali

Bagi kamu yang menyukai romansa klasik ala tahun 60-an, saya pikir Vivah (2006) akan menjadi film yang cocok. Pasalnya film ini tidak hanya memberikan romansa saja, tapi rasa sentimen dan emosional akan kisah kehidupan Poonam.

Gadis nini hidup dalam dilema, di mana pamannya begitu menyayanginya sedangkan bibinya membencinya. Bahkan hari bahagianya malah menimbulkan prahara bagi orang yang sangat dicintai dan dihormati nya.

Bahkan demi mendapatkan kasih sayang bibirnya, Poonam harus membayar harga yang sangat mahal dengan mengorbankan tubuhnya. Setidaknya kisah cintanya dengan Prem, akan menjadi obat yang pas untuk mengatasi seluruh kesedihan yang ditampilkan.

Vivah (2006) memang menjadi salah satu film yang worth sekali untuk ditonton berulang kali. Pasalnya film ini tidak akan membuat kamu bosan, justru beberapa kali membuat saya merasakan healing.

Film ini sangat ringan tapi sangat membekas baik di ingatan maupun hati penontonnya. Meski ratingnya hanya 6.6/10 di IMDb, tapi tidak dipungkiri bahwa Sooraj Barjatya menggarapnya dengan baik.

Inilah review saya setelah menonton film Vivah (2006), sebuah film yang akan membawa kamu pada kisah cinta yang lugu baik pada pasangan maupun keluarga. Saya menyarankan untuk menyimpan tisu di dekat mu, karena ceritanya pasti akan membuat kamu menangis.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *