Jaksa Dalami Pengetahuan Bos Panin Soal Pemangkasan Pajak Jadi Rp300 Miliar

Jakarta: Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi pengetahuan founder dan pemegang saham pengendali terakhir PT Bank Pan Indonesia (Panin Bank) tentang nilai pajak yang mesti dibayarkan perusahaan. Nilai pajak itu sudah mendapat pemangkasan dari Rp900 miliar menjadi Rp300 miliar.
 
Keterangan itu dikonfirmasi ke Presiden Direktur PT Panin Bank Herwidayatmo. Dia dihadirkan sebagai saksi pada sidang kasus dugaan suap pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan terdakwa mantan pegawai Ditjen Pajak Angin Prayitno dan Dadan Ramdani.
 
“Kalau pengeluaran pajak ini kan nominalnya besar ya, karena bagi Bank Panin besar ya, karena mengajukan keberatan. Apakah juga disampaikan atau dilaporkan kepada mu’min Ali selaku (pemegang saham) pengendali (terakhir)?” tanya salah satu jaksa penuntut JPU KPK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 16 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Herwidayatmo mengatakan Mu’min Ali tidak mengetahui secara detail terkait nilai pajak itu. Namun, dia mengikuti secara general.
 
Menurut Herwidayatmo, setelah terbit Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP) terkait nilai pajak Rp300 miliar, hal itu cukup diketahui oleh direksi. Soal pembayaran pajak menjadi urusan mantan Direktur Administrasi dan Keuangan PT Panin Bank, Ahmad Hidayat, dan Chief Financial Officer PT Panin Bank, Marlina Gunawan.
 
Sementara itu, keberatan nilai pajak juga menjadi urusan direksi. PT Bank Panin sempat menyatakan keberatan dengan nilai pajak Rp300 miliar.
 
“Disepakati oleh direksi saat itu ditugaskan biro administrasi keuangan dan direktorat keuangan untuk memproses keberatan ke depan atas pembayaran yang Rp300 miliar tadi,” ucap Herwidayatmo.
 
Sebelumnya, pada persidangan yang sama, JPU KPK mengonfirmasi perolehan nilai pajak PT Panin Bank yang turun drastis dari Rp900 miliar menjadi Rp300 miliar. Nilai itu turun setelah kuasa pajak PT Panin Bank, Veronika Lindawati, beberapa kali menyambangi Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
 
Baca: Jaksa Korek ‘Power’ Veronika Bisa Pangkas Nilai Pajak PT Panin Bank
 
Mu’min Ali Gunawan sempat disebut mengutus Veronika untuk menemui pejabat Ditjen Pajak agar pajak Panin Bank disunat. Hal tersebut terungkap dari anggota tim pemeriksa pajak, Febrian, saat persidangan.
 
Febrian mengaku Veronika menyambangi Ditjen Pajak dan memperkenalkan diri sebagai kuasa dari PT Panin Bank. Veronika juga mengaku sebagai utusan Mu’min Ali.
 
“Veronika Lindawati, dia mengaku sebagai utusan Pak Mu’min Ali Gunawan,” kata Febrian di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 27 September 2021.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *