Kali Pertama, Uni Eropa dan Belarusia Diskusikan Krisis Imigran

Brussels: Uni Eropa (UE) dan Belarusia akhirnya berbicara untuk kali pertama terkait krisis imigran yang sudah terjadi sejak beberapa terakhir. Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Josep Borrell, mengaku telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Belarusia Vladimir Makei via telepon pada Minggu, 14 November 2021 mengenai “situasi kemanusiaan yang genting” di perbatasan Belarusia-Polandia.
 
Pembicaraan keduanya terjadi saat UE berencana menjatuhkan serangkaian sanksi baru terhadap Belarusia atas krisis imigran gelap saat ini.
 
“Situasi saat ini benar-benar tak dapat diterima dan harus dihentikan. Orang-orang tidak boleh digunakan sebagai senjata,” tulis Borrell di Twitter, dilansir dari TRT World.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Pernyataan Borrell merujuk pada tuduhan UE bahwa Belarusia sengaja mengirim ribuan imigran ke beberapa negara Eropa, termasuk Polandia, Lithuania dan Latvia. Presiden Belarusia Alexander Lukashenko membantah tuduhan tersebut.
 
Dari kubu Belarusia, Makei menegaskan bahwa segala bentuk sanksi dari UE akan menjadi sesuatu yang “sia-sia” dan “kontraproduktif.”
 
Sementara itu di Polandia, sekitar 50 imigran gelap telah menerobos masuk dari Belarusia. Dari total tersebut, 22 dari mereka telah ditangkap.
 
“Kemarin, sekitar pukul 17.00, sekitar 50 orang masuk ke Polandia dari area dekat Starzyn. Sebanyak 21 polisi beserta prajurit dan petugas perbatasan bersama-sama mencari para imigran yang masuk secara ilegal,” ujar keterangan kepolisian Podlaska via Twitter pada Sabtu kemarin.
 
“Polisi berhasil menangkap 22 imigran gelap asal Irak,” sambungnya.
 
Baca:  50 Imigran Terobos Perbatasan Polandia dari Belarusia, 22 Ditangkap
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *