Berkas Perkara CEO Jouska Aakar Abyasa Dilimpahkan ke Kejaksaan

Jakarta: Polri telah merampungkan pemberkasan perkara kasus dugaan penipuan, penggelapan, tindak pidana pencucian uang (TPPU), hingga kejahatan pasar modal yang menyeret Chief Executive Officer (CEO) PT Jouska Finansial Indonesia, Aakar Abyasa Fidzuno. Berkas perkara Aakar telah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).
 
“Berkas tahap 1, masih dilakukan penelitian dari pihak jaksa penuntut umum (JPU),” kata Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Kombes Ma’mun di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 12 November 2021.
 
Ma’mun mengatakan berkas perkara dilimpahkan pekan lalu. Polri kini menunggu hasil penelitian JPU. Penyidik akan menyerahkan tersangka dan barang bukti apabila berkas dinyatakan lengkap atau P21.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



“Doain saja biar bisa dianggap lengkap, kalau sudah P21 sudah tahap 2 nanti kita lihat kelanjutannya,” ungkap Ma’mun.
 
Aakar ditetapkan sebagai tersangka bersama Tias Nugaraha Putra. Keduanya diduga melanggar hukum terkait penempatan investasi pada PT Jouska Finansial Indonesia yang terjadi di daerah Jakarta dan/atau setidaknya di wilayah hukum Indonesia pada 2018 sampai 2020.
 
Penetapan tersangka keduanya usai penyidik melakukan gelar perkara pada 7 September 2021. Penetapan tersangka disampaikan dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (P2HP) nomor B/75/X/RES.1.11/2021.Dittipideksus.
 
Surat ditujukan kepada kuasa hukum nasabah Jouska, Rinto Wardana, pada 4 Oktober 2021. Surat ditandatangani Kasubdit V Dittipideksus Bareskrim atas nama Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Helmy Santika.
 
Tersangka dijerat Pasal 103 ayat 1 Jo Pasal 30 dan/atau Pasal 103 ayat 1 Jo Pasal 34 dan/atau Pasal 104 Jo Pasal 90 dan/atau Pasal 104 Jo Pasal 91 Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dan/atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
 
Kasus ini sebelumnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Penyidik Dittipideksus menerima limpahan tiga laporan polisi (LP) dari Polda Metro Jaya. Salah satu laporan terdaftar dengan nomor LP/ 5.263/ IX/ YAN.2.5/2020/SPKT PMJ.
 
Kasus ini dilaporkan kuasa hukum sejumlah nasabah Jouska, Rinto Wardana, pada 3 September 2020. Rinto mengatakan ada 41 nasabah menjadi korban penipuan investasi. Total kerugian disebut mencapai Rp30 miliar.
 
Baca: CEO Aakar Abyasa Fidzuno Ditetapkan Tersangka, Begini Kronologi Kasus Penipuan Jouska
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *