Sinopsis dan Review Bad Boys (1995), Duet Polisi Tangguh

Dua polisi tangguh yang juga cerewet harus melindungi saksi pembunuhan dari kejaran penjahat yang mencuri heroin dari kantor polisi dalam jumlah banyak. Mereka juga harus mencari informasi tentang pergerakan penjahat ini dan kelompoknya dalam mengolah dan memasarkan heroin curian tersebut. Mampukah mereka menyelesaikan kasus ini?

Bad Boys adalah sebuah film action yang dirilis pada 7 April 1995. Pada saat perilisannya, respon yang diterima beragam bahkan cenderung menyepelekan film debut penyutradaraan Michael Bay ini. Tapi seiring berjalannya waktu, film ini pun kemudian menyandang cult status dan menghasilkan dua film lagi untuk melengkapi sebuah trilogi.

Bagaimana penampilan perdana duet Martin Lawrence dan Will Smith ini? Berikut ini review kami tentang film yang mengambil lokasi syuting di Miami ini.

Baca juga: Selain MIB, Inilah 10 Film Will Smith yang Wajib Ditonton

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun: 1995
  • Genre: Action, Comedy, Thriller, Crime
  • Produksi: Don Simpson/Jerry Bruckheimer Films
  • Sutradara: Michael Bay
  • Pemeran: Will Smith, Martin Lawrence, Tea Leoni

Marcus Burnett dan Mike Lowery adalah duet polisi tangguh yang cekatan dalam membekuk kejahatan di jalanan. Tidak hanya lihai menggunakan pistol, tetapi juga mereka memiliki senjata lain, yaitu mulut yang cerewet.

Kecerewetan mereka ini terkadang membuat bingung para penjahat yang sedang menodong mereka, kemudian lengah karenanya dan dengan tangkas mereka berhasil membalikkan keadaan.

Datang ke kantor polisi mereka menemukan bahwa lemari penyimpanan barang bukti dibobol pencuri yang membawa sejumlah heroin yang senilai $100 juta. Internal Affairs melakukan pengusutan dan membekukan kesatuan mereka. Kapten Conrad Howard membentuk tim kecil yang dipimpin oleh Marcus dan Mike untuk mengusut keberadaan heroin curian itu.

Mike meminta bantuan mantan kekasihnya, Maxine Logan, yang kini menjadi informan untuk mencari tahu orang kaya yang ingin berpesta karena kemungkinan heroin itu beredar disana. Melalui agensinya, Max mengajak Julie Mott untuk menemaninya hadir di pesta yang digelar oleh Eddie Dominguez. Ternyata pesta itu hanya untuk mereka bertiga yang membuat Julie tidak tenang.

Saat Julie meminta izin ke toilet, Fauchet dan anak buahnya datang dan menembak Eddie serta Max. Julie yang melihat dari atas kemudian dikejar, tapi dia berhasil lolos karena loncat dari atap apartemen ke kolam renang di bawahnya. Setelah melihat TKP, Mike yang berduka memilih untuk menyelidiki sendiri pelaku penembakan ini dan nyaris saja tewas ketika mendatangi agensinya Max.

Sementara itu, Julie menghubungi kantor polisi dan hanya ingin berbicara tentang peristiwa itu kepada Mike Saja. Marcus yang berada disana, dipaksa oleh Kapten Conrad untuk mengaku sebagai Mike. Marcus datang menjemput Julie dan segera berlari ketika anak buah Fauchet datang menembaki. Marcus membawa Julie ke apartemen Mike untuk sementara berlindung disana.

Selama mereka menyelidiki kasus ini, Marcus dan Mike bertukar identitas dan bermain drama di depan Julie, bahkan Marcus harus tinggal di apartemen Mike dan Mike sendiri tinggal di rumah Marcus. Dari foto kriminal yang dilihatnya, Julie mengenali Noah sebagai salah satu pembunuh Max. Marcus dan Mike mendatangi sebuah klab malam untuk menangkap Noah.

Tapi kehadiran mereka disadari oleh Fauchet dan Noah ketika Julie datang dan menembakkan pistolnya. Mereka bertiga mencuri mobil pengantar susu yang ternyata membawa bahan peledak. Noah mengejar di belakang dan dilempari tong bahan peledak oleh Mike yang membuat mobilnya meledak dan menewaskannya. Kejadian ini diliput stasiun televisi dan menjadi berita.

Julie mulai menyadari drama Marcus dan Mike. Dia memancing emosi Marcus dengan kemungkinan Mike bercinta dengan istrinya. Marcus segera mendatangi rumahnya dan berusaha memergoki Mike, tapi dia justru terjatuh dan diminta pergi oleh Mike yang memastikan bahwa dirinya tidak seperti dugaan Marcus. Theresa, istri Marcus, mendatangi apartemen Mike dan meminta penjelasan atas kebohongan suaminya.

Julie pergi dari apartemen itu dan dikejar oleh Mike, tetapi hanya sampai di lobby mereka ditembaki oleh Fauchet dan anak buahnya. Fauchet menculik Julie. Kesatuan mereka resmi dibekukan, tetapi Kapten Conrad tetap menugaskan mereka untuk menuntaskan kasus ini sebelum menjadi konsumsi FBI dan DEA. Mereka berusaha meretas sistem kepolisian dan menemukan bahwa ada “oknum” di kantor mereka.

Francine, sekretaris kantor, adalah oknum itu yang membantu pencurian heroin di bawah paksaan Eddie yang merupakan mantan kekasihnya. Francine kemudian membantu mereka dengan melacak ponsel salah satu anak buah Fauchet. Setelah mendapatkan lokasinya, mereka segera menyerang tempat itu yang adalah hangar usang di bandara.

Terjadi baku-tembak seru dan mereka berhasil melepaskan Julie dan melakukan pengejaran terhadap Fauchet. Ketika mobilnya menabrak dinding pembatas dan dia tergeletak di aspal, Fauchet masih ingin menembak mereka berdua tapi berhasil diselesaikan oleh Mike. Kasus selesai, Marcus ingin pulang ke rumah, tapi sebelumnya dia memasangkan borgol ke tangan Mike dan Julie.

Kisah Klise yang Dibuat Rumit

Kisah Klise yang Dibuat Rumit

Sebenarnya, cerita yang disuguhkan dalam film Bad Boys ini cenderung klise dan pernah ditampilkan dalam film-film bertema sama sebelumnya, sebut saja 48 Hrs. (1982), Beverly Hills Cop (1984), dan Lethal Weapon (1987), dimana duet polisi ini yang satu adalah playboy dan satunya lagi sudah berkeluarga. Elemen ini menjadikan film terkesan standar dari sisi premis cerita.

Baca juga:

Dengan naskah yang ditulis oleh tiga orang, Michael Barrie, Jim Mulholland dan Doug Richardson, membuat alur cerita dibuat rumit dan seperti diulur-ulur hingga durasi film mencapai 2 jam.

Sebenarnya terlalu panjang untuk sebuah film action. Selain itu, kedalaman karakternya kurang tergali, terutama sosok villain yang beraksi tanpa modus yang kuat karena tidak dibuka background-nya.

Sinematografi Penuh Kesan Glamor

Sinematografi Penuh Kesan Glamor

Faktor utama film ini adalah adegan action-nya, dan semua digelar dengan sangat baik oleh sutradara Michael Bay yang nantinya akan menjadi salah satu sutradara papan atas Hollywood yang memiliki ciri khas adegan action dalam slow-motion dan penuh ledakan.

Tentu saja demi ledakan yang banyak, anehnya di sekitar lokasi baku-tembak dua polisi ini selalu ada drum bahan peledak cair!

Agak aneh dan cenderung dipaksakan, tapi berkat sinematografi yang baik dari Howard Atherton yang piawai dalam menampilkan gemerlap glamor kota Miami di malam hari dan warna kuning panas di siang hari, film ini memiliki sisi visualisasi yang tergarap dengan baik.

Performa Bertenaga Martin Lawrence dan Will Smith

Performa Bertenaga Martin Lawrence dan Will Smith

Sedangkan sebagai aktor utama, Martin Lawrence dan Will Smith tampil penuh tenaga. Mereka adalah jebolan serial komedi yang populer, Martin dan The Fresh Prince of Bel-Air, yang membuat mereka tidak canggung dalam melontarkan lelucon dan meningkatkan kecerewetan mereka saat berdialog.

Kabarnya, mayoritas dialog mereka dilakukan penuh improvisasi agar lebih terkesan natural. Siapa sangka jika kemudian Will Smith menjadi bintang besar Hollywood dengan deretan film suksesnya dan Martin Lawrence menjadi salah satu komedian papan atas pada masanya berkat film ini.

Dan sudah pasti mereka kembali melanjutkan peran mereka dalam dua film sekuel yang dirilis pada tahun 2003 dan 2020 yang lebih sukses daripada film pertamanya ini.

Bad Boys menjadi salah satu summer movie yang menghibur, meski agak bertele-tele dalam bercerita, tetapi eksekusi adegan action-nya sungguh tidak mengecewakan, apalagi dengan chemistry yang padu dari kedua aktor utamanya.

Maka, ketika film ini tayang kembali di Netflix, tentu saja kita tidak boleh melewatkannya dan wajib menonton ulang kembali aksi dua polisi Miami ini.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *