Tim terpadu tanggap darurat gelar simulasi menjelang WSBK

Kesiapsiagaan seluruh tim terpadu ini dapat meyakinkan wisatawan

Praya, Lombok Tengah (ANTARA) – Tim terpadu tanggap darurat Mandalika yang terdiri dari Basarnas, Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan RSUP Nusa Tenggara Barat, menggelar simulasi Healthy, Safety, and Security Protocol di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kuta Mandalika, Lombok Tengah.

“Orientasi simulasi Healthy, Safety, and Security Protocol ini untuk memberikan jaminan kepada wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri yang datang dalam ajang World Superbike di Sirkuit Mandalika 19-21 November,” kata Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Mataram, Agus Haryono di Praya, Selasa.

Tim gabungan yang ada di Destinasi Pariwisata Super Prioritas Mandalika siap memberikan pelayanan maksimal dari aspek kesehatan, keselamatan, dan keamanan kepada pengunjung di Mandalika atau penonton WSBK.

“Semoga dengan kesiapsiagaan seluruh tim terpadu ini dapat meyakinkan wisatawan dan kegiatan WSBK berjalan aman dan sukses. Sehingga perekonomian dari sektor pariwisata dapat segera bangkit dan tumbuh kembali di tengah pandemi COVID-19,” katanya.

Disampaikan, dalam simulasi pertama itu diawali dengan laporan bus pariwisata yang mengalami pecah ban, olen dan menabrak trotoar serta para pejalan kaki. Korban berjatuhan, yang terparah adalah sopir bus, karena terjepit dashboard.

Baca juga: Sebanyak 2.400 personel TNI amankan balap motor di Sirkuit Mandalika

Baca juga: NTB gelar pengecekan akhir persiapan Sirkuit Mandalika

Dengan adanya peristiwa itu, tim bergerak setelah mengamankan situasi, tim SAR melaksanakan assesment terhadap korban. Karena harus cepat memgevakuasi korban dan kondisi jalanan macet parah. Tim meminta bantuan medical evacuation (medivac) udara. Tak lama, helikopter Basarnas HR-3603 yang dipiloti Mayor Laut (P) Sinaga tiba di lokasi kecelakaan.

“Tim SAR melaksanakan teknik hoisting untuk selanjutnya terbang ke RSUD Provinsi NTB yang telah menyiapkan tim penjemputan di hellypad rumah sakit,” katanya.

Simulasi kedua menceritakan beberapa wisatawan yang sedang berwisata di pinggir Pantai Kuta Mandalika diterjang gelombang yang tiba-tiba menyapu mereka. Beberapa wisatawan hanyut terbawa arus. Tim SAR di Posko Terpadu segera beraksi menggunakan Jetski, mobil amphibius, sea reader, dan peralatan air lainnya dikerahkan. Salah seorang korban yang berhasil diselamatkan kondisinya kritis.

“Tim SAR kembali meminta bantuan evakuasi medis udara. Tak lama, HR-3603 mendarat, lalu membawa korban ke RSUD Provinsi NTB,” katanya.

Sedangkan simulasi ketiga diceritakan terjadi crash saat berlangsung balapan World Superbike Championship seri ke-13 di Pertamina Mandalika Street Circuit. Beberapa pembalap yang sedang menggeber lintasan sepanjang 4,31 kilo meter dengan 17 tikungan tersebut terjatuh. Tim Siaga Khusus Basarnas yang menyiagakan HR-6303 membantu mengevaluasi salah seorang pembalap ke RSUD Provinsi NTB.

“Simulasi ini dilaksanakan secara simultan dengan tiga skenario yang merupakan bagian dari persiapan pengamanan balapan MotoGP junior atau IATC dan WSBK di Sirkuit Mandalika,” katanya.

Baca juga: Kru dan pebalap WSBK sudah tiba di Indonesia

Baca juga: MGPA: Logistik WSBK dari Qatar tiba di Bandara Lombok

Pewarta: Akhyar Rosidi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *