Jumlah Relawan Covid-19 di Kota Bekasi Dikurangi

Bekasi: Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mengurangi jumlah relawan covid-19 menyusul angka penularan virus korona yang berangsur turun.
 
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, peningkatan kasus covid-19 di Kota Bekasi berada pada angka 0,01 persen hingga pekan kedua November 2021.
 
“Terhitung hari ini kita sudah menurunkan, dari pakai rompi menjadi tidak pakai rompi. Relawan dari setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) 25 persen, tidak 100 persen,” kata Rahmat, Senin, 8 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Dia menjelaskan, kebijakan itu diambil berdasarkan perkembangan kasus per minggu. Saat ini pegawai Pemkot Bekasi difokuskan untuk menangani laporan keuangan 2021.
 
Berdasarkan data Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Transformasi Pemulihan Ekonomi Kota Bekasi, kasus covid-19 aktif di Kota Bekasi meningkat 0,01 persen menjadi 12 kasus pada Minggu, 7 November 2021. Sementara, total kasus covid-19 secara kumulatif tercatat sebanyak 86.018 kasus dengan kasus kesembuhan mencapai 84.869 kasus.
 
Baca juga: Pengasuh Gala dan Ayah Sopir Vanessa Angel Diperiksa Polisi
 
Di sisi lain Kota Bekasi belum mencapai target vaksinasi covid-19 sebesar 92 persen hingga akhir Oktober 2021. Rahmat mengakui hal itu akibat minimnya partisipasi masyarakat.
 
“Kalau kita kemarin targetkan 31 Oktober, masih belum terpenuhi,” terang dia.
 
Kendati demikian, kata Rahmat, saat ini sudah ada wilayah kecamatan yang cakupan vaksinasi mencapai target 92 persen.
 
“Kecamatan yang paling tinggi 92,9% itu Medan Satria. Ada beberapa jug, 4 atau 5 kecamatan yang 90 persen, sisanya ada 2 kecamatan yang 86 persen,” jelasnya.
 
Secara rata-rata, Rahmat yakin bahwa jumlah warga yang telah menerima vaksinasi telah mencapai 89 hingga 90 persen. Ke depan, pihaknya akan merumuskan cara baru untuk meningkatkan partisipasi masyarakat yang belum menerima vaksin covid-19 guna mewujudkan target capaian vaksinasi.
 
“Saya barusan panggil tim farmasi dan dinkes. Setiap kecamatan ambil satu (perwakilan), kelurahan ambil satu, sama camat. Kita akan diskusikan lagi cara apa yang paling efektif setelah stikerisasi dan door to door,” tuturnya.

 

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *