Membangun Ekosistem Non-BBM, Ini Update Jumlah Kendaraan Listrik di Indonesia

Suara.com – Data Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyebutkan jumlah kendaraan listrik di Indonesia hingga awal Agustus 2021 berdasarkan penerbitan Sertifikat Uji Tipe (SUT) mencapai 117 unit dan berdasarkan Sertifikasi Uji Tipe Kendaraan Bermotor (SRUT) mencapai 9.204 unit.

Dikutip dari kantor berita Antara, dari jumlah kendaraan listrik berdasarkan SRUT, 1.478 unit di antaranya tercatat mobil penumpang roda empat, dan 7.526 unit lainnya adalah sepeda motor.

Pemerintah juga mengembangkan sepeda motor listrik melalui konversi dari bahan bakar ke motor listrik berbasis baterai yang diatur Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 65 tahun 2020.

Presiden Joko Widodo (kanan) menyimak penjelasan proses pembuatan baterai sel saat meresmikan peletakan batu pertama pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021). [Antara/Biro Pers Media Setpres/Laily Rachev]
Presiden Joko Widodo (kanan) menyimak penjelasan proses pembuatan baterai sel saat meresmikan peletakan batu pertama pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021). [Antara/Biro Pers Media Setpres/Laily Rachev]

Sementara dari Outlook Energi Indonesia 2019 oleh Dewan Energi Nasional (DEN) mencatat rata-rata per tahun pertumbuhan permintaan listrik untuk sektor transportasi paling tinggi dibandingkan sektor lain. Yaitu mencapai sembilan persen, sejalan pengembangan kendaraan listrik.

Baca Juga: Indonesia Ajak Amerika Serikat Investasi Energi, Mobil Listrik dan Baterai Lithium

DEN mencatat pada skenario rendah karbon, jumlah kendaraan listrik pada 2025 diperkirakan lebih besar yaitu tiga juta unit sepeda motor, 127 ribu unit mobil dan 4.500 unit bus.

Selain tentunya menyerap banyak tenaga kerja, pengembangan mobil listrik juga mendorong ekonomi berkelanjutan di antaranya mendukung kualitas lingkungan lebih bersih karena kendaraan masa depan ini nol emisi karbon.

Infrastruktur isi ulang daya mobil listrik atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga sudah dibangun di sejumah titik, termasuk paling banyak di DKI Jakarta.

Kementerian ESDM mencatat hingga Mei 2021 jumlah infrastruktur isi ulang kendaraan listrik di Tanah Air baru mencapai 148 unit di 120 lokasi, di antaranya di Sumatera sebanyak tiga unit di tiga lokasi, Banten di 12 lokasi sebanyak 15 unit.

Kemudian di Jawa Barat di 18 lokasi sebanyak 18 unit, Jawa Tengah dan Yogyakarta sebanyak 13 unit di 13 lokasi, Jawa Timur, Bali dan NTB tercatat 18 lokasi sebanyak 23 unit. Sulawesi di PLN Mattoangin satu unit, Maluku di PLN Ambon Kota satu unit.

Baca Juga: Jumpa BMW dan Mercedes-Benz, Menperin Ajak Kembangkan Mobil Listrik di Indonesia

SPKLU di DKI Jakarta merupakan yang terbanyak yakni mencapai 50 lokasi sebanyak 70 unit yang tersebar di kantor PLN, kantor pemerintah, kantor BUMN hingga kantor swasta seperti penjualan kendaraan bermotor.

PLN UID Jakarta Raya memiliki tiga unit isi ulang dan empat unit SPKLU di UP3 yakni masing-masing satu unit di Bulungan, Lenteng Agung, Tanjung Priok dan Jatinegara sehingga total ada tujuh unit di bawah perusahaan listrik BUMN itu.

Berdasarkan data PLN Jakarta Raya hingga 27 September 2021, total transaksi di tujuh unit SPKLU di Jakarta mencapai 2.877 kali transaksi dengan toal energi yang sudah didistribusikan mencapai 50.687 kilowatt hour (kwh).

Tahun ini PLN Jakarta Raya berencana menambah 11 unit SPKLU di delapan lokasi untuk mengakomodasi permintaan masyarakat seiring minat masyarakat membeli mobil listrik.

Pemprov DKI juga memperbanyak bus listrik untuk transportasi publik yang hingga Juni 2021 sudah mencapai 30 unit dan ditargetkan 100 unit hingga 2022.

Harapannya, transportasi ramah lingkungan berbasis listrik, dibarengi upaya pemerintah menyediakan infrastruktur memadai dan didukung masyarakat menggunakannya akan semakin menumbuhkembangkan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *