Sinopsis & Review No Time To Die, Akhir Kisah si James Bond?

Film ini sudah ditunggu-tunggu sekali oleh para penggemar James Bond mengingat film terakhirnya yang berjudul Spectre sudah tayang bertahun-tahun silam tanpa ada penerusnya. Nah begitu masuk tahun 2020, kita akhirnya dibuat gembira karena kabarnya film akan tayang di tahun tersebut; namun sayangnya pandemi Covid19 membuat semua bisnis jadi kacau balau tak terkecuali ya industri film juga.

Akhirnya film ini pun harus lapur dan mundur penayangannya ke tahun 2021. Tak berhenti sampai disitu saja, fans berat James Bond juga harus menerima kenyataan pahit dengan mengetahui bahwa film No Time to Die akan menjadi film terakhir dari film series James Bond yang sudah jadi legend itu. Apakah benar? Kalau memang isu itu benar, apakah kalian sudah bersiap untuk berpisah dengan agen 007?

Sinopsis

No Time To Die_Poster (Copy)

Film dimulai dengan usaha seorang gadis kecil bernama Madeleine Swann yang mencoba kabur dari seorang pembunuh bernama Lyutsifer Safin (Rami Malek) yang sudah lebih dulu menghabisi nyawa Ibu Madeleine dengan alasan ingin membalas dendamnya akibat Ayah dari Madeleine telah membunuh semua keluarganya, meninggalkannya seorang diri. Alih-alih membunuh, Safin malah menyelamatkan Madeleine dan meninggalkannya hidup.

Bertahun-tahun kemudian setelah Madeleine beranjak dewasa, ia dan Bond (Daniel Craig) pergi berlibur ke Matera, Italia. Sekaligus merayakan keberhasilan Bond menangkap pimpinan kelompok Spectre, Ernst Stavro Blofeld (Christoph Waltz), yang diceritakan dalam film James Bond sebelumnya. Tak lama menikmati liburannya, Bond lantas diserang oleh para pembunuh dari kelompok Spectre. Akhirnya Bond dan Madeleine kabur sebelum komplotan itu menangkap mereka.

Bond bingung kenapa lokasi dirinya di Matera bisa sampai terlacak dan akhirnya Bond menaruh curiga pada Madeleine yang dianggap telah mengkhianatinya. Bond akhirnya melepaskan Madeleine untuk pulang ke Inggris dan meminta supaya jangan pernah bertemu dengan dirinya kembali. Madeleine sedih bukan main namun dirinya tidak bisa berbuat banyak soal itu.

5 tahun kemudian, seorang ilmuwan MI6 yang bernama Valdo Obruchev (David Dencik) diculik dari laboratorium MI6 ketika sedang mengembangkan project bernama Heracles. Heracles sendiri merupakan bioweapon yang mengandung nanobot. Nanobot ini mampu menginfeksi seperti virus yang bisa tersebar hanya lewat sentuhan setelah diaktifkan dengan memasukan kode tertentu ke DNA individu tertentu. 

Hal itu menjadikan Heracles seperti senjata mematikan untuk target tertentu berikut keluarganya juga kerabat. Contohnya, nanobot dimasukan kode DNA seseorang, begitu nanobot dilepaskan orang yang DNA nya sudah terekam dalam nanobot bisa tewas begitu pula keluarganya dan kerabat yang sekiranya memiliki DNA serupa dengan orang tersebut. 

Mendengar hal tersebut, seorang agen CIA Felix Leiter (Jeffrey Wright) dan rekannya Logan Ash (Billy Magnussen) mengunjungi Bond yang sudah pensiun dan sedang berlibur di Jamaika untuk meminta bantuan menemukan Obruchev. Bond awalnya menolak, tapi setelah Nomi (Lashana Lynch) seorang agen MI6 yang juga pengganti dirinya sebagai agen 007 memberitahu soal semua projek Heracles, Bond akhirnya mau bergabung kembali.

Ia lantas pergi ke Kuba dan bertemu seorang agen CIA lainnya bernama Paloma (Ana de Armas) yang bekerja untuk agen Felix guna membantu Bond mengendap-endap masuk ke pertemuan Spectre dalam perayaan ulang tahun Blofeld untuk menangkap Obruchev. Blofeld menggunakan mata bionik untuk memimpin pertemuan meski dirinya berada di dalam penjara Belmarsh. Blofeld meminta untuk membunuh Bond dengan nanobot yang dilepaskan seperti kabut dari atap ballroom.

Namun rencana Blofeld gagal total, rencananya itu malah membunuh semua anggota Spectre, karena Obruchev telah memprogram ulang nanobot untuk menginfeksi mereka atas perintah Safin. Bond dan Pamola berhasil menangkap Obruchev yang langsung diserahkan pada Leiter dan Ash, tapi ternyata agen Ash merupakan agen ganda yang bekerja untuk Safin. Ia malah membunuh Leiter dan kabur dengan Obruchev.

Di sisi lain, Safin bertemu dengan Madeleine. Ia meminta timbal balik sebagai balas budi karena telah membiarkan Madeleine hidup saat ia kecil; Safin meminta Madeleine untuk menginfeksi dirinya dengan nanobot yang aman untuknya namun berbahaya untuk Blofeld karena Safin tahu kalau Madeleine akan bertemu Blofeld di penjara sebagai kunjungan rutin sebagai psikiater.

Awalnya Madeleine tidak mau namun Safin mengancam akan membunuh orang yang paling ia cintai; yaitu Bond dan juga anaknya, Mathilde (Lisa-Dorah Sonnet). Akhirnya Madeleine pun mau, tapi karena ketakutan, Madeleine pergi sebelum bertemu dengan Blofeld, sialnya tangan Bond sempat menyentuh lengan Madeleine sehingga racunnya berpindah dan menularkannya pada Blofeld hingga ia tewas. 

Akhirnya Bond mulai bekerjasama dengan semua anggota time M untuk menemukan Safin juga Oberchev, setelah sebelumnya anggota kelompok Safin berhasil menangkap Madeleine dan Mathilde sebagai jaminan kalau Bond tidak akan membuat onar.

Bond menemukan lokasi dimana mereka berada, Safin membuat pabrik besar untuk projek Heracles di sebuah pulau sengketa antara Jepang dan Rusia guna tidak ada yang bisa mengganggunya karena apabila Bond yang adalah seorang Inggris menyerang pulau, hubungan diplomatis ketiga negara bisa gugur.

Bukan James Bond namanya kalau dia tidak nekat, berkat bantuan Nomi. Ia berhasil menyelamatkan Madeleine dan Mathilde juga menghancurkan pabrik tersebut dengan memanggil serangan rudal untuk menghancurkan pabrik yang digunakan sebagai tempat Obruchev memproduksi teknologi secara massal sehingga Safin dapat menggunakannya untuk membunuh jutaan orang. 

Baca juga:

Bond membunuh banyak anak buah Safin sementara Nomi membunuh Obruchev dengan mendorongnya ke dalam tong nanobot. Merasa semua sudah berakhir ternyata Safin masih hidup dan segera menghajar Bond juga menginfeksi Bond dengan nanobot yang sudah dimasukan kode DNA Madeleine dan Mathilde sehingga Bond tidak bisa lagi bertemu mereka selamanya.

Tahu ia juga tidak akan selamat, akhirnya Bond memilih diam di pulau setelah membunuh Safin dan menunggu kematiannya sembari mengatakan hal manis pada Madeleine dan anak Bond, Mathielde. 

Obat Kesal Spectre

No Time To Die_Spectre (Copy)

Kalian pernah merasa kalau film sebelumnya yaitu Spectre agak kurang greget? Nah, dengan hadirnya film No Time To Die bisa dipastikan akan jadi obatnya. Entah mungkin film ini jadi film akhir dari series James Bond atau bagaimana tapi yang jelas setidaknya para pecinta James Bond tidak akan lagi dibuat terlalu bosan dengan jalan cerita film ini.

Spectre sendiri disebut-sebut dengan salah satu film James Bond paling buruk, usaha sang sutradara untuk membuat film-film sebelumnya seperti Casino Royale, Quantum of Solace dan Skyfall jadi saling terhubung malah seakan membuat film Spectre jadi berantakan. Tidak mau mengulang kesalahan, akhirnya pergantian sutradara membuat semuanya jadi sedikit lebih baik. Baik dari segi cerita hingga sinematiknya yang oke.

Si Cantik Paloma

No Time To Die_Pamola (Copy)

Seperti yang biasa kita tahu, Bond selalu saja dikelilingi wanita cantik. Namun kali ini wanita cantik ini hanya berpusat pada Madeleine yang adalah kekasihnya sendiri. Berbeda sekali dengan James Bond tahun lawas yang pasti membuat Bond seperti pangeran yang dikelilingi selir. Meski demikian ada satu tokoh yang membuat saya terpana, Paloma si agen CIA.

Paloma sendiri kalau dilihat sekilas seperti agen CIA biasa yang anggun, namun begitu kejadian kematian massal dan kekacauan yang terjadi pada anggota Spectre akibat ulah si Obruchev, Paloma berubah drastis dari wanita berkelas menjadi pembunuh kelas kakap. Ia bisa mengalahkan banyak orang saat ia mengenakan evening gown dan heels super tinggi. Yaah, meski satu orang dan penampilannya bisa dibilang hanya sebentar, Paloma steals the stage.

Akhir Dari James Bond?

No Time To Die_End (Copy)

Film James Bond ini tidak akan pernah ada matinya, semenjak penayangan pertamanya di tahun 1962, film ini menjadi film dengan tema espionage paling laku di seluruh dunia. Jalan ceritanya yang seru dilengkapi senjata paling canggih dan mutakhir menjadi ciri khas film tersebut. Ini yang membuat tidak akan ada yang bisa memberhentikan James Bond.

Rumor yang mengatakan bahwa film James Bond akan berakhir ternyata tidak bermaksud seperti itu; yang berhenti hanya peran Daniel Craig yang sudah beberapa kali memerankan peran agen 007. Kemungkinan besar film James Bond selanjutnya diganti oleh agen lain yang diperankan oleh aktor terkenal lainnya juga. Jadi kalian tidak usah khawatir ya harus berpamitan dengan agen 007. Bacaterus memberi skor 3/5 untuk film ini.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *