Sinopsis & Review Film Thailand The Gifted: Graduation

Menjadi seorang para Gifted tentu hal yang sangat menguntungkan, karena tidak semua orang memiliki hal ini. Makannya banyak anak-anak yang bermimpi untuk bisa bersekolah di Ritdha High School dan berlomba-lomba masuk ke “Kelas Gifted”. Namun “Kelas Gifted” menjadi polemik yang membuat semua orang di dalam sekolah dalam bahaya.

The Gifted: Graduation (2020) adalah sekuel dari The Gifted yang tayang pada tahun 2018. Ceritanya masih mengambil premis yang sama, namun dipenuhi dengan plot twist dan konflik yang lebih menegangkan. Apalagi ada tambahan tiga karakter baru yang membuat lakorn ini wajib sekali untuk di ikutin.

Kali ini kita akan membahas lebih dalam lagi mengenai The Gifted: Graduation (2020). Temukan informasi lebih lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: 14 Karakter Penting dalam Drama The Gifted: Graduation (2020)

Sinopsis

Sinopsis

Dua tahun telah berlalu, kini Ritdha High School kembali membuka sekolah untuk menyambut tahun ajaran baru. Tapi sekolah sudah benar-benar berubah, karena “Kelas Gifted” sudah dibubarkan dan hal ini membuat murid baru kecewa. Salah satunya adalah Time (Nattawat Finkler) yang sangat berniat untuk masuk ke dalam “Kelas Gifted” yang di impikannya.

Anak laki-laki itu mulai membuat rencana untuk mengembalikan “Kelas Gifted” kembali ke sekolahnya. Hingga ia bertemu dengan anak-anak di “Kelas Gifted” sebelumnya yang dipimpin oleh Pang (Korapat Kirdpan). Mereka sangat menentang “Kelas Gifted” kembali dihidupkan, karena mereka tahu bahwa kelas ini penuh dengan masalah dan diskriminasi.

Pada awalnya Time yang mulai menyadari kemampuannya bekerjasama dengan Pang dan kelompok anak-anak Gifted lainnya. Namun hubungan ini berakhir ketika Time menyadari bahwa niat anak-anak Gifted yang berseberangan dengannya. Belum lagi ada serangan dari anti gifted yang meneror dan membuat kekacauan, terutama di ruangan Ms. Darin.

Hari itu Ms. Dari kehilangan sesuatu yang sangat berharga dan berbahaya untuk sekolah. Di sisi lain para murid Gifted mengalami sebuah penyakit aneh, ternyata hal ini disebabkan karena racun. NYX-88 adalah racun mematikan yang dikembangkan oleh Kementrian Pendidikan. Hal ini membuat posisi Ms. Darin dan Kepala Sekolah Supot makin ditekan oleh Kementerian.

Tapi hal yang tidak kalah mengagetkan, ternyata yang menyebarkan racun itu adalah salah satu anggota Gifted. Claire dengan kekuatannya membaca warna aura dan emosi akhirnya menemukan siapa pelakunya, yang tidak lain adalah Korn. Hal ini membuat kelompok Gifted berantakan, karena kini mereka merasa saling dikhianati satu sama lain.

Perubahan yang sangat kentara di perlihatkan oleh Punn yang berada di pihak Ms. Darin dan Kementrian. Tapi di balik itu semua pemain sesungguhnya tetaplah Kepala Sekolahnya, Pang benar-benar hancur saat ia tahu membantu pihak yang salah. Kini Pang berhadapan langsung dengan kepala sekolah yang memiliki kekuatan yang sama dengannya.

Di sisi lain Grace yang mulai mendapatkan kekuatannya, melakukan banyak hal untuk membantu Pang. Kemenangan berada tepat di hadapan mereka, ketika anak-anak ini berhasil menekan Kepala Sekolah. Mereka berhasil membuat alat penyembuhanan NYX-88 dan mengancam menyebarkan rekaman pembangkit gen Gifted.

Tapi semua ini tidak berakhir begitu saja, karena faktanya gen gifted itu tidak pernah ada. Semua orang bisa menjadi gifted, namun Grace yang dibawah kendali kekuatannya membuat penawaran penting. Ia ingin memusnahkan para GIfted, kini semua keputusan berada di tangan Pang. Apa yang akan diambil oleh pimpinan para Gifted ini?

Masalah yang Lebih Kompleks, Membuat Alurnya Sangat Mendebarkan

Masalah yang Lebih Kompleks, Membuat Alurnya Sangat Mendebarkan

The Gifted: Graduation (2020) bukan sekedar anak-anak dengan kekuatan supernatural dengan kenakalan mereka. Sekuel keduanya memang mengangkat konflik yang lebih besar dan rumit, bahkan Kementerian Pendidikan ikut terseret. Pada awalnya saya merasa terkesan dengan plot soal racun NYX-88 yang dipertontonkan.

Pasalnya hal ini memakan waktu yang sangat banyak dan membuat banyak orang ikut terlibat. Mulai dari Ms. Darin yang membawa, Korn yang mencuri dan menyebarkan, lalu fakta bahwa racun ini disebarkan melalui air minum di sekolah. Saya akui semuanya disusun dengan sangat baik dan detail, apalagi racun ini ceritanya sudah dibuat sejak 30 tahun yang lalu.

Selanjutnya ada masalah antara Kementerian Pendidikan melawan Kepala Sekolah Supot. Politik yang diangkat memang sangat simpel, tapi pertarungan keduanya sangat seru. Pada awalnya saya berpikir Mr. Pichet adalah dalang utama. Namun semua kembali pada Kepala Sekolah Supot, pria ini memang mastermind dari semuanya dan sangat mind blowing.

Terakhir saya tidak akan melupakan kehadiran tiga bintang baru, Patrick Nattawat Finkler, Phuwin Tangsakyuen dan Prim Chanikan Tangkabodee. Mereka melakukan tugasnya dengan sangat baik, bahkan mereka mengambil spotlight sendiri di balik kesuperioran anak-anak kelas Gifted sebelumnya. Jujur saja sayang sangat terkesan dengan akting Patrick dan Prim di akhir.

Baca juga:

Disusun dalam 13 episode memang lakorn ini terasa cukup panjang, namun sangat mendebarkan. Bagi saya 13 episode yang diberikan sangat worth dan pas untuk memberikan tontonan yang menghibur. Meski masih ada beberapa kekurangan di efek visual dan beberapa pemain yang lack, overall saya menyukai lakor ini mulai dari cerita, alur hingga karakter-karakter yang ada.

Teka-Teki Besar Soal Siapa Gifted Pertama Akhirnya Terjawab

Teka-Teki Besar Soal Siapa Gifted Pertama Akhirnya Terjawab

Seperti yang saya katakan di atas Kepala Sekolah Supot Chueamanee memang mastermind dari semua masalah yang ada. Harus saya akui bahwa pria ini memang sangat bermasalah dan membuat saya merinding sekaligus kagum. Pasalnya pria ini memang sangat-sangat licik dan penuh perhitungan matang, apalagi kemampuannya untuk mengendalikan pikiran sangat mendukungnya.

Bagaimana cara Supot membuat anak yang awalnya membelot darinya berubah haluan dan mendukungnya. Cerita masa lalu yang diberikannya tentu saja membuat siapapun akan merubah anggapan saat melihat dirinya. Ketika kita melihat pria ini adalah orang yang kejam, tapi kisah dibalik hidupnya membuat kita kagum padanya.

Cerita bagaimana Supot dan Yuth bekerjasama untuk mengembangkan Gifted untuk pertama kalinya. Di episode 8 hingga 10, kita akan dibawa untuk melihat bagaimana perjuangan Supot. Bagaimana pria yang sagat percaya diri ini berusaha mati-matian menyelamatkan teman-temannya. Dimana musuh utama dari kedua orang ini, tidak lain adalah Mr. Pichet yang kini menjadi Menteri Pendidikan.

Namun di akhir plot twist muncul, ketika Supor Chueamanee yang sebenarnya ternyata berada dibawah pengaruh Yuth. Pria bernama Yuth ini sengaja mempengaruhi Supot untuk menjadi dirinya, hingga Supot akhirnya bunuh diri. Pria yang kini menjadi kepala sekolah bernama Supot adalah Yuth, orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri dan sombong.

Inilah yang terjadi pada Pang, ia berhasil masuk dalam tipu muslihat Supot untuk kesekian kalinya. Bahkan di akhir kejayaanya, Supot masih berusaha untuk memuat kisah-kisah lain yang mengecoh anak-anak itu. Berkali-kali permainan pikiran dilakukan olehnya, untuk mengecoh semua orang bahkan pihak Kementrian sekalipun.

Terlalu Banyak Plot Twist, Sehingga Momen Finalnya Kurang Greget

Terlalu Banyak Plot Twist, Sehingga Momen Finalnya Kurang Greget

Tidak bisa di pungkiri bahwa The Gifted: Graduate (2020) memang lakorn yang sangat seru untuk di tonton. Saya jamin drama ini membawa kamu masuk kedalam dunia yang berbeda yang membuat jantung kamu berdebar-debar. Untuk episode pertama hingga memasuki episode 10, jujur saja saya sangat enjoy menikmati bagaimana lakor ini berjalan.

Sayangnya di episode 11 hingga 13, saya agar kehilangan minat setelah banyak plot twist yang di perlihatkan. Plot twist ini membuat ceritanya sempat tidak terkendali, apalagi hampir semua karakter memberikan perubahan signifikan dan cepat. Alhasil saya mulai merasa kehilangan arah, saat melihat banyak karakter yang terasa lepas kontrol.

Sejujurnya plot twist mengenai siapa Supot yang sebenarnya, itu saja sudah menjadi ending yang sangat baik. Sementara adegan Grace yang berada di bawah kontrol masa depannya, mungkin bisa dibuat ke hal lain lagi. Karena dari sini karakter Grace menjadi makin tidak jelas, makanya ending lakorn ini terasa jadi kurang greget.

Sangat disayangkan, mereka memilih ending yang agak seperti itu, bagi saya itu sangat kagok. Memang ceritanya masih sangat fokus pada premis, tapi pengembangan karakter dan alur jadi berantakan. Saya pikir penulis skenario terlalu bernafsu untuk memberikan timing ke setiap karakter penting, namun hal ini malah terasa buang-buang waktu, karena banyak flashback yang tiba-tiba terjadi.  

Bagi saya kekurangan lakorn ini hanya terdapat di bagian akhirnya saja, karena terlalu banyak memberikan plot twist. Bahkan beberapa plot twist bagi saya sangat tidak berguna dan ada beberapa plot hole yang masih belum terjawab. Gimana nih menurut kalian? Bagikan pendapat kamu setelah menontonnya di kolom komentar dibawah ini ya!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *