10 Tahun OJK dan Menjamurnya Pinjaman Online

Jakarta: Genap 10 tahun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkiprah di Tanah Air. OJK memasuki satu dasawarsa menjadi lembaga independen yang mengatur, mengawasi, memeriksa, dan menyidik sektor jasa keuangan baik bank dan nonbank. 
 
OJK dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK. Berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan terintegrasi dengan seluruh kegiatan dalam sektor jasa keuangan. Dalam Pasal 4 beleid itu disebutkan pembentukan OJK agar semua sektor jasa keuangan terselenggara secara adil, teratur, transparan, dan akuntabel. 
 
OJK didirikan untuk menggantikan peran Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). OJK yang berdiri 16 Juli 2012 itu juga hadir untuk menggantikan peran Bank Indonesia (BI) dalam pengaturan dan pengawasan bank. Khususnya, melindungi konsumen industri jasa keuangan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 4 Langkah Strategis OJK Dorong Penerapan Keuangan Berkelanjutan
 
Namun, selama 10 tahun berkiprah, OJK dinilai belum bisa mengatasi permasalahan sektor keuangan, baik bank maupun nonbank. Salah satunya, kasus pinjaman online (pinjol) ilegal atau financial technology (fintech) ilegal.
 
“Kalau saya mau kasih skor, ya kira-kira OJK ada di posisi 6-7 dari 10,” kata Pengamat Ekonomi Indef, Bhima Yudhistira kepada Medcom.id. 
 

 

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *