Survei: Milenial Menilai Parpol Kurang Perhatikan Isu Lingkungan

Jakarta: Partai politik (parpol) disebut kurang memperhatikan isu lingkungan. Hal tersebut digambarkan dalam survei Indikator Politik Indonesia terhadap persepsi pemilih pemula dan muda atau milenial, atas permasalahan lingkungan.
 
“Secara umum responden anak muda atau milenial menganggap partai punya perhatian yang sangat kecil terhadap isu perubahan iklim,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi melalui rilis survei yang dilakukan secara virtual, Rabu, 27 Oktober 2021.
 
Responden yang menilai parpol sangat perhatian dan perhatian terhadap isu lingkungan berkisar 21-31 persen. Sedangkan, yang menilai kurang dan tidak perhatian berkisar 35-41 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Burhanuddin menyebut munculnya temuan itu karena parpol tak memberikan atensi khusus terhadap lingkungan. Hal yang sama terlihat pada debat pemilihan presiden (pilpres).
 
“Isu lingkungan dianggap hanya sebagai pelengkap saja,” sebut dia.
 
Baca: Gabungan Nasionalis-Religius Disebut Masih Relevan di Pilpres 2024
 
Padahal, jumlah pemilih pemula dan muda atau milenial pada pemilihan umum (pemilu) selanjutnya cukup besar. Berdasarkan data Muhtadi dan Warburton pada 2021, jumlah pemilih berusia 17-30 tahun mencapai 41,4 persen pada Pemilu 2024.
 
Menurut Burhanuddin, hal ini harus menjadi perhatian para politikus. Sehingga, kepedulian mereka terhadap isu lingkungan bisa mengambil hati generasi pemilih milenial.
 
“Ini isu yang harus ditangkap oleh policy makers kita dan politikus kita karena ada perubahan demografi yang luar biasa, dan itu punya efek terhadap sikap mereka terhadap isu penting di mata anak muda,” ujar dia.
 
Survei dilakukan Indikator Politik Indonesia 9-16 September 2021. Total responden sebanyak 4.020 orang dengan penarikan sampel menggunakan metode stratified multistage random sampling
 
Jumlah sampel tersebut terdiri atas 3.216 responden usia 17-26 tahun. Sedangkan 804 responden berumur 27-35 tahun.
 
Margin of error penelitian tersebut sekitar 1,8 persen. Sedangkan, tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *