Pro-Kontra Aturan Wajib PCR Naik Pesawat dan Mahalnya Harga Tes PCR

Jakarta: Keputusan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengenai kewajiban calon penumpang pesawat wajib tes PCR memicu pro-kontra. Banyak penumpang yang mengeluhkan kebijakan tersebut, mengingat harga tes PCR yang dianggap masih mahal.
 
“Sekarang yang antigen sudah enggak berlaku, itu macam mana. Tolong direvisi lagi pemerintah (harga) antigen dengan PCR. Sertifikat vaksin itu sudah enggak berlaku juga,” ujar penumpang pesawat Riki dalam tayangan Metro Siang di Metro TV, Rabu, 27 Oktober 2021.
 
Harga tes PCR saat ini masih berada di kisaran Rp495 ribu. Selain itu, aturan tes PCR bagi seluruh calon penumpang juga berlaku untuk anak di bawah usia 12 tahun. Ini juga berlaku di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



“Anak di bawah 12 tahun tidak harus vaksin, namun harus didampingi oleh orangtua. Kemudian, membawa kartu keluarga, dan yang ketiga adalah harus melakukan tes Covid-19 sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelas EGM Bandara Husein Sastranegara Iwan Winaya.
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar harga tes swab PCR diturunkan menjadi Rp300 ribu. Masyarakat pun ada yang menyambut baik, namun ada juga yang masih menilai penurunan harga ke Rp300 ribu masih memberatkan.
 
“Cuma Rp300 ribu kalau untuk beberapa orang mungkin juga masih terlalu berat, tetapi untuk sebagian orang mungkin dianggapnya ini sudah turun, sudah murah,” ucap warga Adrianus.
 
Ridwan dan Pribadi, masyarakat DKI Jakarta merasa keberatan dengan harga PCR yang hanya turun pada angka Rp300 ribu. Menurut Ridwan, perekonomian belum stabil, dan masyarakat merasa dibebani.
 
“Ekonomi kan belum stabil, tetapi rakyat harus dibebani dengan biaya seperti ini,” kata Ridwan. (Widya Finola Ifani Putri)
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *