Review dan Sinopsis Film Midnight in Paris (2011)

Kota Paris, Prancis identik dengan kota yang indah dan romantis. Di kota ini, sejarah juga mencatat begitu banyak seniman, sastrawan, dan orang hebat lainnya yang melahirkan karyanya.Keindahan kota Paris inilah yang diangkat dalam film berjudul Midnight in Paris.

Di sepanjang film berdurasi 100 menit ini, kita akan diajak melihat bagaimana cantiknya kota Paris dari masa ke masa bersama sosok Gil Pender, penulis yang melintasi dimensi waktu di Paris. Berikut review dan sinopsisnya!

Baca juga: 10 Film Terbaik Rachel McAdams

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun rilis: 2011
  • Genre: Romance, Fantasy
  • Produksi: Gravier Productions, Sony Pictures Classics
  • Sutradara: Woody Allen
  • Pemeran: Owen Wilson, Rachel McAdams, Marion Cotillard

Film Midnight in Paris dibuka dengan suasana kota Paris, Prancis di masa kini. Di tahun 2010, pasangan Gil dan Inez tengah menikmati liburan mereka di Paris bersama orang tua Inez. Gil adalah mantan penulis naskah di industri Hollywood yang tengah menulis novel sesuai dengan idealismenya. Gil dan Inez sering berbeda pendapat dalam banyak hal.

Inez lebih suka jika Gil bekerja di industri Hollywood karena bisa lebih mudah mendapatkan uang. Inez juga ingin tinggal di Malibu setelah menikah, sementara Gil ingin tinggal di Paris. Inez merupakan tipe wanita yang cenderung realistis. Kepribadiannya sangat berbeda dengan Gil yang idealis dan sangat imajinatif.

Di Paris, Inez juga bertemu dengan temannya, Paul dan Carol. Mereka sering mengajak Inez dan Gil untuk berkeliling ke berbagai tempat di Paris. Namun Gil tidak menikmati perjalanan itu karena Paul tampak seperti orang yang sangat sok tahu. Inez yang kesal pada Gil memilih untuk menghabiskan waktu dengan Paul dan Carol.

Suatu malam, Gil memilih untuk pulang ke hotel dibanding bergabung dengan Inez, Paul, dan Carol. Di perjalanan pulang, ia ditawari tumpangan sebuah mobil kuno yang membawanya ke sebuah pesta di tahun 1920an. Di pesta tersebut, Gil bertemu dengan para seniman dan sastrawan Prancis di masa lalu, seperti Zelda dan Scott Fitzgerald, Cole Porter, dan Jean Cocteau.

Belum habis kekaguman Gil, Zelda dan Scott kemudian mengajaknya ke sebuah café dan membuat Gil bertemu Ernest Hemingway. Gil kemudian bercerita pada Hemingway mengenai novelnya. Hemingway kemudian berjanji untuk membaca dan memberi masukan pada novel Gil. Setelah Gil kembali ke masa kini, ia memberi tahu Inez. Namun Inez tidak percaya pada khayalan Gil tersebut.

Malam berikutnya, Gil kembali menunggu mobil jemputannya di tempat yang sama. Ia kembali dijemput dengan mobil yang sama dan bertemu Hemingway di dalamnya. Hemingway kemudian mengajak Gil menemui Gertrude Stein, sastrawan hebat yang akan me-review novelnya. Di tempat Stein, Gil juga bertemu pelukis Pablo Picasso bersama kekasihnya, Adriana.

Pertemuan dengan Adriana membuat Gil jatuh cinta. Malam berikutnya, ia pun menghabiskan waktu dengan Adriana sembari menunggu novelnya dinilai oleh Stein. Sementara itu, ayah Inez menyewa detektif untuk menyelidiki apa yang dilakukan Gil setiap malam. Di siang hari, Gil juga menemukan sebuah buku lama di pasar loak Paris yang menceritakan bahwa Adriana jatuh cinta pada Gil.

Gil mulai menyiapkan rencana untuk memberi hadiah pada Adriana. Malam berikutnya, ia dan Adriana berkeliling kota Paris sampai mereka bertemu sebuah kereta kuda yang membawa keduanya menuju dimensi waktu yang lain lagi, yaitu ke periode Belle Epoque. Adriana yang baru menjelajahi dimensi waktu merasa lebih bahagia di masa tersebut.

Gil akhirnya tersadar bahwa setiap orang akan selalu merasa jika masa lalu lebih baik dari masa kini. Ia pun pergi meninggalkan Adriana. Sebelum pulang, Gil menerima saran dari Hemingway yang berkaitan dengan hubungannya dengan Inez. Semua peristiwa itu membuat Gil ragu untuk melanjutkan rencana pernikahannya dengan Inez.

Gil akhirnya memilih untuk putus dari Inez dan menyusuri Paris seorang diri. Tanpa diduga, keputusan itu justru membuatnya bertemu wanita yang tepat dan cocok dengannya di dunia nyata.

Visualisasi Kota Paris yang Indah dan Romantis

Visualisasi Kota Paris yang Indah dan Romantis

Seperti judulnya, film ini mengambil setting di kota Paris dan banyak memperlihatkan keindahan dari ibukota Prancis ini. Di tiga menit pertama dari film ini, kita akan diperlihatkan bagaimana suasana kota Paris pada pagi hari hingga malam hari serta bagaimana suasana kota Paris saat hujan gerimis turun dan membasahi jalanan.

Teknik sinematografi yang digunakan dalam film ini banyak menggunakan shot-shot lebar dengan pergerakan kamera yang lembut sehingga membuat kota Paris terlihat begitu indah dalam suasana apa pun. Kamu akan melihat hangatnya Paris saat cuaca cerah hingga romantisnya kota ini saat jalanannya basah diguyur hujan gerimis.

Film ini juga seolah mengajak kita untuk berwisata virtual mengelilingi kota Paris. Beberapa scene dalam film juga memperlihatkan berbagai ikon dari kota Paris. Mulai dari Menara Eiffel, Sungai Seine, Museum Lovre, Monumen Arc de Triomphe, dan masih banyak lagi.

Baca juga:

Tak hanya Paris di masa saat ini saja, film ini juga akan membawa kamu menjelajah ke Paris di masa lalu. Dengan mengikuti perjalanan Gil setiap tengah malam, kita bisa melihat bagaimana nuansa klasik yang terasa di Paris pada tahun 1920-an, mulai dari arsitektur bangunan, jalanan kota, tren fashion, hingga budaya di masa itu.

Karakter yang Diangkat dari Tokoh-Tokoh Legendaris

Karakter yang Diangkat dari Tokoh-Tokoh Legendaris

Bukan hanya melihat bagaimana keindahan kota Paris di masa lalu, perjalanan Gil juga akan membuat kamu berkenalan dengan para seniman dan sastrawan hebat Prancis yang karya-karyanya masih melegenda hingga kini.

Beberapa tokoh seniman dan sastrawan besar yang menjadi karakter di film ini diantaranya seperti Ernest Hemingway, Zelda dan Scott Fritzgerald, hingga Pablo Picasso

Penggambaran karakteristik para tokoh ini pun tampak dibuat semirip mungkin dengan sosok aslinya, meskipun tetap ada penambahan-penambahan lain yang disesuaikan dengan cerita film. Namun setidaknya, film ini bisa membuat kamu mengetahui banyak tokoh seniman dan sastrawan besar di masa lampau yang namanya tercatat dalam sejarah.

Akhir Cerita yang Dibuat Open Ending

Akhir Cerita yang Dibuat Open Ending

Alur cerita film Midnight in Paris menyajikan akhir yang dibuat open ending sehingga penonton bisa menentukan sendiri mengenai apa yang terjadi pada Gil. Film ini tak menjelaskan mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada tokoh Gil. Di film ini, Gil diceritakan bisa melintasi dimensi waktu bahkan mengetahui jika kekasihnya selingkuh dari sosok Ernest Hemingway yang ditemuinya.

Sepanjang cerita, kamu akan bertanya-tanya mengenai peristiwa tersebut, apakah hal itu benar-benar terjadi atau hanya imajinasi Gil sebagai seorang novelis. Rupanya, jawaban itu pun tidak dijelaskan dalam film hingga akhir cerita. Bahkan, karakter detektif yang disewa oleh ayah Inez juga tak bisa menguraikan dengan jelas mengenai apa yang terjadi pada Gil.

Film Midnight in Paris tampaknya ingin para penontonnya menarik kesimpulan sendiri mengenai peristiwa perjalanan melintasi waktu yang dialami oleh Gil. Sebagai penonton, kamu bisa memilih untuk percaya bahwa Gil benar-benar bertemu dengan para tokoh hebat Prancis di masa lalu atau memilih percaya bahwa semua itu hanya imajinasi Gil semata.

Itulah review dan sinopsis dari film Midnight in Paris, film romantis yang akan mengajakmu menjelajahi kota Paris dengan segala keindahannya. Jadi, apakah kamu percaya jika Gil benar-benar melintasi waktu atau ia hanyalah penulis dengan imajinasi yang terlalu tinggi? Ceritakan di kolom komentar ya!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *