Sinopsis dan Review Anime Bright: Samurai Soul (2021)

Izou seorang penjaga di sebuah rumah bordir. Di sana tinggal seorang wanita penghibur yang paling cantik di Kyoto. Namanya adalah Chihaya. Chihaya tak ingat siapa dirinya sebelum bekerja di tempat hiburan tersebut. Satu hal yang pasti dia memiliki tusuk rambut yang ternyata merupakan Tongkat Cahaya.

Suatu hari Izou membawanya bertemu Sonya, gadis dari bangsa Elf yang takut air dan pemberontak. Tanpa diduga Chihaya justru menyukainya dan ingin Sonya jadi pelayan pribadinya. Belakangan Sonya mengetahui kalau Chihaya sama-sama dari bangsa Elf. Sampai pada suatu malam, Chihaya tewas karena serangan penjahat.

Lalu, bagaimana dengan nasib Tongkat Sihir yang dia miliki? Sinopsis dan ulasan Bright: Samurai Soul (2021) di bawah ini bisa memberikan sedikit bocorannya!

Baca juga: Daftar Anime Terbaik di 2021

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: Oktober 2021
  • Genre: Anime, Fantasy, Action, Adventure
  • Produksi: ARECT
  • Sutradara: Kyouhei Ishiguro
  • Pengisi Suara: Yuki Nomura, Daisuke Hirakawa, Shion Wakayama, Miyavi

Pada Periode Keio tahun ke empat atau 1868 di Kastel Edo negosiasi antara Kaishu dan Saigo Takamori tidak berhasil. Kegelapan di mana-mana, semua orang pasrah dengan kegelapan abadi dan pertarungan yang tanpa henti. Hingga tiba-tiba cahaya biru memancar dengan sangat terang.

Beberapa tahun kemudian era lama melebur dalam kegelapan dan era baru bersinar memesona. Banyak hal lama hilang dan digantikan dengan hal baru yang belum pernah dilihat sebelumnya. Orang-orang menyebutnya Restorasi Meiji. Cerita berlanjut dengan menampilkan sesosok elf wanita yang takut air.

Dia berontak saat ditangkap pemilik rumah bordil sehingga harus dikurung di ruangan bawah tanah oleh seorang pekerjanya bernama Izou. Elf itu lalu melihat cahaya pada tubuh Izou. Izou lalu menemui wanita penghibur nomor satu di rumah bordil  tersebut, sekaligus wanita tercantik di Kyoto bernama Chihaya Dayuu.

Dia membawakannya suguhan yang langka juga barang pesanan Chihaya berupa buku bahasa Inggris. Izou lalu membawanya menemui si elf tadi, sebagai salah satu ‘pekerja’ baru di rumah bordil tersebut. Chihaya terpincut dan menginginkan elf bernama Sonya itu menjadi pelayan pribadinya.

Malam itu Sonya sulit tidur, Chihaya lalu mengajaknya bicara. Dia bercerita bahwa dirinya dijuluki si Pelupa karena setelah restorasi Chihaya melupakan segalanya. Sonya kaget karena ternyata Chihaya juga seorang elf. Chihaya lalu mengatakan bahwa ada sebuah negeri yang dihuni elf di utara bernama Hakodate. Di Hakodate elf tidak ditakuti dan dicemburui. Chihaya percaya akan ada cahaya yang menuntunnya ke sana.

Malam itu rumah bordil Asahiro diserang. Banyak orang dibunuh oleh sekelompok makhluk aneh yang mencari elf. Salah satu di antara gerombolan itu, Raiden, menggunakan penciumannya yang tajam untuk mencarinya. Izou melawan mereka menggunakan pedangnya sedangkan Chihaya dibawa kabur, menyelamatkan diri oleh pemilik Asahiro.

Sejurus kemudian Asahiro terbakar, Chihaya memutuskan menyelamatkan Sonya. Namun mereka terlanjur kepergok pemimpin penjahat tadi. Chihaya menggunakan tusuk rambutnya sebagai senjata. Dia berhasil membuat pemimpin itu kehilangan tangan tapi dia juga tewas ditikam. Sebelum meninggal, Chihaya menyerahkan tusuk rambutnya pada Sonya dan meminta dia membawanya ke Hakodate.

Begitu mengatakan Vykwarus, cahaya biru berukuran besar terpancar, mengalihkan Izou dan Raiden yang sedang bertarung di luar. Tanpa diduga Raiden menyelamatkan mereka dari kebakaran. Selesai menguburkan Chihaya, Sonya meminta Izou mengantarnya ke Hakodate. Raiden lalu menawarkan diri.

Menurutnya Sonya akan terus diburu sampai ke ujung dunia. Raiden mengatakan dirinya akan dibebaskan setelah menyelesaikan tugasnya sehingga dia tak berhutang pada siapa pun lagi. Raiden tak ingin menjadi pembunuh bayaran lagi. Dia mematahkan salah satu taringnya sebagai simbol terlepas dari pekerjaan yang hina dan memuakkan.

Raiden yang merupakan sesosok Orc rupanya tahu cara pergi ke Hakodate. Kini Sonya juga melihat Raiden bercahaya, seperti dia melihat Izou. Izou yang semula skeptis mulai mau menerima Raiden sebagai rekan di perjalanan. Rupanya Raiden menyukai Sonya karena dia berutang pada seorang anak elf di masa lalu.

Dia dikucilkan tapi anak elf itu jadi satu-satunya teman. Raiden meninggalkan tempatnya karena dia membenci mereka yang mengejek dan tak suka pada Orc. Sayangnya di tempat baru pun dia mengalami hal serupa. Dia ingin keluar dari kegelapan sekalipun mengikuti cahaya yang samar.

Esok hari mereka memulai perjalanan dengan memilih jalan yang sepi karena menurut Raiden, bangsa Orc bisa saling mendeteksi. Izou mulai curiga dengan jalan yang dipilih Raiden tapi Sonya meyakinkannya sebab dia melihat cahaya di tubuh Orc itu. Tak lama mereka diserang oleh bekas kelompok Raiden yang menghancurkan Asahiro beberapa waktu lalu.

Baca juga:

Pimpinan mereka merasa dikhianati oleh Raiden, kecuali jika dia menyerahkan Sonya. Dalam peristiwa penyerangan itu Izou terluka. Bersama Raiden dan Sonya mereka jatuh di air terjun, tapi Sonya yang takut air berhasil bersembunyi di sela-sela bebatuan di sana. Izou dan Raiden tampak diselamatkan oleh seseorang bertubuh kuda yang disebut centaur bernama Tsukuyomi.

Raiden pernah mendengar tentangnya. Tsukuyomi adalah petapa di kaki Gunung Fuji yang terkenal bijak. Di tempat lain seseorang bicara tentang Penguasa Kegelapan yang dapat bangkit dari tidur lamanya menggunakan sebuah Tongkat Sihir. Dia tampak mencari tongkat tersebut. Bagaimana kelanjutan kisah Izou, Raiden dan Sonya? Adakah mereka berkaitan dengan tongkat tersebut?

Diadaptasi dari Film Bright (2017) Will Smith

Diadaptasi dari Film Bright (2017) Will Smith

Bright: Samurai Soul (2021) dibuat berdasarkan adaptasi dari film Bright (2017) yang dibintangi Will Smith, Joel Edgerton dan Lucy Fry. Film animasi Netflix ini mengambil garis besar film tersebut lalu mengemasnya kembali dan mengganti unsur modern dengan latar belakang Jepang di zaman dulu. 

Sebagai sebuah film adaptasi, tentu ada beberapa perbedaan antara keduanya. Bright (2017) bercerita tentang dua orang polisi dari bangsa manusia dan Orc yang berusaha menyelamatkan diri dari serangan orang tak dikenal. Pada versi anime, dua tokoh utamanya tidak ber-partner sejak awal; mereka justru lawan bagi masing-masing.

Perjalanan Menyelamatkan Tongkat Cahaya dan Bright

Perjalanan Menyelamatkan Tongkat Cahaya dan Bright

Dalam durasi sekitar 1 jam 20 menit, Bright: Samurai Soul (2021) bercerita tentang perjalanan Izou dan Raiden menyelamatkan Tongkat Cahaya dan Bright dari incaran Inferno yang ingin menguasai dunia di bawah kegelapan. Secara keseluruhan premisnya terasa megah, sayang ia tidak dieksekusi dengan baik.

Tidak ada kedalaman alur dalam film anime ini. Plot terasa buru-buru sehingga sulit dinikmati. Apalagi alur saat Izou bolak-balik mengingat masa lalunya yang traumatis. Sesuatu yang harusnya emosional karena Izou dihinakan gurunya sendiri, bahkan sampai kehilangan penglihatannya dan hampir tewas, malah tidak terasa istimewa. Kita tidak mendapatkan alasan jelas atau latar belakang cerita mengapa Izou diperlakukan seperti itu.

Scoring yang Berisik dengan Dialog yang Kering

Scoring yang Berisik dengan Dialog yang Kering

Dari segi visualisasi, grafis anime Bright: Samurai Soul (2021) tidak akan mengecewakanmu. Sinematografinya juga cantik dengan pemilihan warna yang tidak terlalu mencolok. Terhitung beberapa kali pengambilan gambar dilakukan dari atas. Namun unsur visual itu tidak membantu ketika script-nya terasa sangat kering ide.

Dialog-dialognya tidak ada yang begitu mengagumkan begitu pun dengan narasinya. Bagian scoring juga terasa sangat berisik; tidak pas dengan adegan yang sedang berlangsung, cenderung memekakan telinga. Ia juga terdengar tidak cocok dengan setting tempat dan waktu, yaitu Jepang di masa lalu. Sama sekali tidak terasa unsur musik Jepang tradisional yang mengalun atau syahdu, semuanya dibuat kencang dengan beat yang cepat.

Bright: Samurai Soul (2021) tidak terasa memasukkan jiwa di dalam alur serta karakternya. Mungkin karena durasi yang sebentar sehingga banyak hal dalam anime ini terasa kurang memuaskan, terutama dari konflik dan alurnya. Namun, jika kamu penasaran, gak ada salahnya untuk nonton, lagipula durasinya ngga terlalu lama. Tertarik?

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *