Sinopsis dan Review Midnight (2021), Perjuangan Lari dari Psikopat

Kyung Mi tak pernah menyangka akan mengalami satu malam paling mendebarkan dan membahayakan dalam hidupnya. Seorang psikopat yang semula berniat menghabisi ibunya, harus dia hadapi. Sebagai gadis tuna rungu, Kyung Mi berjuang seorang diri lepas dari psikopat ketika banyak orang tidak percaya dan menyepelekannya.

Bersama sang ibu yang juga tuna rungu, Kyung Mi berjuang habis-habisan. Dia sampai melakukan hal tak terduga, yang akhirnya bisa melumpuhkan psikopat gila itu. Ingin melihat aksi Wi Ha Joon yang mulai diperhatikan setelah berperan dalam serial fenomenal, Squid Game (2021), sebagai seorang pembunuh berantai? Baca lebih dulu sinopsis dan ulasannya di bawah ini yuk!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: Juni 2021
  • Genre: Thriller
  • Produksi: Peppermint & Company, CJ ENM
  • Sutradara: Kwon Oh Seung
  • Pemeran: Jin Ki Joo, Wi Ha Joon, Kim Hye Yoon, Park Hoon

Do Shik (Wi Ha Joon) menjebak lalu membunuh seorang perempuan yang pulang bekerja malam itu. Di dalam mobilnya juga terdapat mayat seorang lelaki. Dia menelepon polisi dan bertingkah seolah sebagai saksi. Kyung Mi (Jin Ki Joo) seorang gadis tuna rungu sedang bekerja sebagai costumer service khusus bagi para pelanggan pengguna bahasa isyarat.

Di tempat berbeda Jong Tak (Park Hoon) meminta adik perempuannya, So Jung Eun (Kim Hye Yoon) berganti pakaian menjadi lebih tertutup sebelum pergi. Dia juga meminta adiknya itu untuk jangan pulang larut malam. Jong Tak terlihat gelisah mengetahui pesannya diabaikan Jung Eun.

Malam itu di antara para pekerja lainnya hanya Kyung Mi yang bersedia menemani para klien minum-minum. Sepulang dari menemani klien, Kyung Mi menjemput ibunya, yang sama-sama tuna rungu, pulang dari bekerja. Gadis itu menunggu di dalam mobil di depan sebuah gang.

Jong Tak memeriksa ke rumah tapi mendapati Jung Eun belum pulang. Di tempat lain, di lingkungan tempat tinggal Kyung Mi, Do Shik memulai kembali aksinya. Dia mengincar ibu Kyung Mi yang jalan sendirian karena Kyung Mi sedang memarkirkan mobil. Do Shik mengikutinya dan hampir membunuh wanita paruh baya itu tapi Jung Eun melintas; keduanya berpapasan.

Kesal karena rencananya terganggu, Do Shik mengubah sasaran dan berlari ke arah Jung Eun yang sedang asyik menelepon. Sementara itu ibu Kyung Mi masih menunggu putrinya selesai parkir, sendirian di pinggir jalan, tak jauh dari tempat Do Shik memarkirkan mobilnya. Sang ibu dikagetkan oleh Jong Tak yang tiba-tiba berlari dan bertanya keberadaan seorang gadis padanya.

Tak berapa lama Kyung Mi mulai terlihat berjalan ke arah ibunya. Do Shik memerhatikan dari dalam mobil. Langkah Kyung Mi berhenti ketika sebuah sepatu wanita seperti dilempar ke arahnya. Penasaran, Kyung Mi pun menghampirinya. Ternyata itu adalah kode permintaan tolong dari Jung Eun. Melihat Kyung Mi menuju tempat Jung Eun disembunyikan, Do Shik bergegas turun sambil membawa senjata.

Kyung Mi berhasil kabur setelah dibantu Jung Eun. Gadis itu berlari, menjauhi ibunya, untuk bersembunyi. Do Shik mengejar dan berhasil mengikuti Kyung Mi sampai dalam mobil. Sekuat tenaga Kyung Mi mencoba lolos dari kejaran Do Shik. Sampai akhirnya dia berhasil menyalakan lampu darurat yang langsung menghubungkannya pada petugas patroli.

Tak lama Do Shik mendatangi mereka, tapi kali ini dengan penampilan yang berbeda. Dia berjas dan jauh lebih rapi dibanding saat mengejar Kyung Mi tadi. Do Shik pura-pura mencari adiknya, seorang gadis dengan ciri-ciri sama seperti Jung Eun. Kyung Mi tidak menaruh curiga dan masuk perangkap psikopat itu bersama ibunya.

Kedatangan petugas patroli sesaat sebelum ibu dan anak itu masuk perangkap Do Shik tidak banyak membantu. Ketiganya kini malah ada di kantor polisi. Do Shik menemani Kyung Mi membuat laporan atas kejadian yang baru menimpanya. Ketika Do Shik berselisih dengan pria paruh baya di kantor polisi, ibu Kyung Mi menemukan ponsel Jung Eun yang jatuh, tapi Do Shik segera mengambilnya kembali.

Ibu dan anak itu melakukan percakapan menggunakan bahasa isyarat saat Do Shik memeriksa alamat Kyung Mi. Sang ibu mengatakan mengenai ponsel mencurigakan yang dia temukan. Do Shik penasaran dengan yang mereka bicarakan dan saat hendak melukai ibu Kyung Mi, Jong Tak datang terdengar sangat gelisah karena Jung Eun tidak menjawab teleponnya.

Jong Tak lalu menyebut ciri-ciri Jung Eun pada polisi. Pihak polisi teringat dengan kesaksian Kyung Mi lalu meminta Jong Tak mengonfirmasinya pada gadis tuna rungu tersebut. Ibu Kyung Mi tidak langsung mengenali foto gadis yang diperlihatkan Jong Tak padanya.

Saat Kyung Mi melihat dan mengenali, ibu Kyung Mi baru ngeuh dan coba memberitahu tapi Do Shik yang duduk di sebelahnya mengancam akan membunuh Kyung Mi jika sampai ibu itu bicara. Tidak sabar menghadapi situasi yang menjepitnya, Do Shik menyerang Jong Tak dari belakang.

Ibu Kyung Mi coba berteriak semampunya dan membuat Jong Tak berhasil menangkis serangan Do Shik. Saat hampir berhasil mengalahkan Do Shik, dua petugas polisi termakan fitnah dan langsung melemahkan Jong Tak karena menganggap pria itu kalut lalu menyerangnya.

Baca juga:

Do Shik akhirnya dibebaskan dan berencana membalas Kyung Mi dengan mulai mencari alamat rumah gadis itu. Belum lama sampai di rumah dan menenangkan diri, lampu-lampu peringatan di rumah Kyung Mi, yang otomatis menyala saat ada suara, berkedip-kedip. Saat melihat ke arah pintu, seseorang tampak berusaha mencoba masuk. Bagaimana nasib Kyung Mi? Apakah dia bisa selamat dari psikopat itu?

Ingatkan Pada Film Hush (2016)

Ingatkan Pada Film Hush (2016)

Direncanakan rilis pada 2020 lalu, Midnight (2021) harus mengalah pada pandemi Covid-19 sehingga menunda jadwal penayangannya. Baru pada 2021, film yang ditulis sekaligus disutradarai oleh Kwon Oh Seung ini bisa dinikmati secara luas melalui bioskop dan layanan streaming TVING.

Selama sekitar 1 jam 45 menit, kamu akan mendapat suguhan sebuah cerita yang ide pokoknya mengingatkan pada film Hush (2016) arahan sutradara Mike Flanagan, yaitu cerita mengenai seorang perempuan tuna rungu yang harus melarikan diri dari ancaman psikopat pembunuh. Punya premis yang mirip, dua film ini dibuat dengan eksekusi berbeda.

Midnight (2021) menampilkan konflik yang melibatkan lebih banyak karakter. Sepanjang film kamu gak hanya melihat dua orang beradu nasib, melainkan ada subkonflik yang bantu membangun ketegangan dan dramatisasi cerita jadi lebih terasa. Alurnya pun terasa cukup cepat, salah satunya karena setting waktu terjadi hanya pada satu malam.

Sulitnya Tuna Rungu Dapat Pertolongan

Sulitnya Tuna Rungu Dapat Pertolongan

Pada Midnight (2021) ada fenomena sosial yang terjadi di masyarakat yang coba ditampilkan. Film ini ngga hanya berisi upaya penyelamatan diri seorang tuna rungu dari kejaran psikopat melainkan kesulitan orang berkebutuhan khusus dalam mendapatkan pertolongan, lebih-lebih kepercayaan dari orang di sekitarnya.

Kyung Mi yang terbatas dalam mendengar dan bicara berpikir bahwa pergi ke keramaian dapat bantu menyelamatkan nyawanya. Gadis itu mengira dengan bertemu banyak orang, kemungkinan untuk dapat pertolongan jadi lebih besar. Kenyataannya? Orang-orang lebih percaya pada hal yang mereka lihat dan dengar. Nonton bagian ini rasanya ikut merasakan kepiluan dan putus asa di diri Kyung Mi.

Apalagi pada beberapa part di film ini, setting untuk suara dimatikan sehingga tidak terdengar apa pun. Kamu hanya akan melihat orang-orang bicara, tertawa, menggerakkan bibirnya tapi tanpa suara. Penonton dibawa masuk ke dunia Kyung Mi yang sepi sehingga membuat emosi terasa lebih nyata.

Deg-degan dan Gregetan Jadi Satu

Deg-degan dan Gregetan Jadi Satu

Midnight (2021) akan membuatmu tegang sekaligus bikin gregetan. Ada perasaan kecewa, sedih dan deg-degan melihat Jin Ki Joo harus berjuang sendiri di tengah keterbatasannya, berlari sekencang-kencangnya untuk bisa selamat dari maut. Dia bukan hanya harus menggunakan tenaga, melainkan juga akalnya agar bisa dipercaya dan mendapat pertolongan.

Dibungkus dengan sinematografi dan teknik pengambilan gambar yang oke, ia mendukung ketegangan sehingga bisa dirasakan di sepanjang film. Sebagai film terlaris ketiga di Korea Selatan di hari perilisannya, Midnight (2021) berhasil meyakinkan banyak orang, khususnya penggemar thriller dan film-film tentang psikopat. Setidaknya 25.000 penonton lebih mengunjungi bioskop di hari pertama penayangannya untuk menonton Wi Ha Joon beraksi sebagai pembunuh.

Jika kamu suka dengan film psikopat yang tidak terlalu banyak mengandalkan adegan berdarah-darah yang berlebihan untuk menaikkan ketegangan, Midnight (2021) bisa dipilih. Ia bukan tipikal film psikopat yang meneror melalui luka terbuka dan darah atau adegan mengganggu lainya, tetapi tetap bisa membuatmu tegang karena teknik pengemasan ceritanya. Penasaran? Agendakan!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *