Merger Pelindo Bakal Turunkan Biaya Logistik dan Dorong Daya Saing Pelabuhan RI

Labuan Bajo: Pemerintah resmi melakukan penggabungan atau merger empat BUMN yaitu yaitu PT Pelindo I-IV Persero menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Penggabungan BUMN layanan kepelabuhanan ini diharapkan dapat mewujudkan industri kepelabuhanan nasional yang lebih kuat melalui konektivitas maritim di seluruh Indonesia.
 
“Sehingga dapat membantu menurunkan biaya logistik nasional secara bertahap serta meningkatkan kinerja dan daya saing BUMN di bidang kepelabuhanan di tingkat global,” kata Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono dalam Peresmian Penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, Kamis, 14 Oktober 2021.
 
Ia menambahkan, penggabungan Pelindo ini bisa direalisasikan berkat dukungan dari Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, kementerian terkait lainnya, serta dukungan parlemen khususnya Komisi V dan Komisi VI DPR. Dengan penggabungan ini, Arif berharap seluruh layanan kepelabuhanan di bawah Pelindo bisa terintegrasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Pengelolaan layanan kepelabuhanan selama ini dilakukan secara terpisah sedangkan kapabilitas dari masing-masing Pelindo tidaklah sama baik dari sisi keuangan, sumber daya manusia dan experience. Hal ini mengakibatkan adanya perbedaan performa atas layanan yang diberikan yang pada akhirnya berdampak pada ketidakefisienan sistem logistik nasional,” ujar dia.
 
Menurut dia, penggabungan menjadi satu Pelindo ini akan memudahkan koordinasi dalam pengembangan kawasan industri dan ekonomi khusus di sekitar pelabuhan di daerah-daerah sehingga mendorong peningkatan konektivitas dengan hinterland yang akan berdampak kepada meningkatnya kegiatan perekonomian daerah pada berbagai wilayah di Indonesia.
 
“Penggabungan Pelindo juga membuka kesempatan perusahaan go global. Hal ini akan meningkatkan posisi Pelindo menjadi operator terminal petikemas terbesar ke-8 di dunia dengan total output petikemas pada 2019 sebesar 16,7 juta teus. Penggabungan ini juga menyatukan sumber daya keuangan, peningkatan leverage dan memperkuat permodalan perusahaan,” ungkapnya.
 
Meski begitu, Arif menyebut, maju tidaknya industri kepelabuhanan dan logistik di Indonesia tidak hanya karena penggabungan Pelindo semata namun juga perlu didukung oleh kerja keras dan sinergi antar stakeholder pelabuhan seperti instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
 
“Untuk itu kami memohon dukungan dan kerja sama agar Pelindo dapat terus menjalankan misinya dan mewujudkan visinya untuk menjadi pemimpin ekosistem maritim terintegrasi dan berkelas dunia,” pungkas dia.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *