Atlet PON XX Pulang Naik Bus, Pemkab Ciamis: Inisiatif Sendiri

Ciamis: Pemerintah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengaku tidak menerima pemberitahuan atas kepulangan atlet selam peraih medali emas dan perunggu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Dheya Nazhira Nur Amalina, 17, ke Cijantung, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, yang menumpang bus dari Kota Bandung.
 
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menduga ada kesalahpahaman terkait kepulangan atlet Dheya Nazhira Nur Amalina.
 
“Atlet PON berangkat ke Papua bersama dan pulang juga harus bersama. Mereka juga harus menjalani karantina atau isolasi dulu, baru pemerintah daerah melakukan penjemputan. KONI sudah mendapat surat edaran agar para atlet menjalani karantina sebelum pulang kampung,” katanya, Kamis, 14 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Menurut Herdiat, penjemputan atlet di daerah harus dilakukan dengan protokol kesehatan dan tidak bisa langsung pulang ke rumah masing-masing.
 
Baca juga: 31 Titik Panas Terdeteksi di Sumatra Utara
 
Ia menduga Dheya Nazhira Nur Amalina punya kepentingan lain sehingga memilih menumpang bus dari Bandung. Di sisi lain, dari Pemerintah Provinsi Jabar maupun cabang olahraga bersangkutan tidak adanya pemberitahuan atas kepulangan tersebut.
 
“Pemkab Ciamis selama ini tidak menerima informasi atas kepulangan peraih medali emas dan perunggu tersebut. Jadi bagi atlet (mungkin) dilakukan karena inisiatif sendiri,” ujar dia.
 
Sebelumnya, Dheya Nazhira Nur Amalina, 17, atlet selam peraih medali emas dan perunggu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) pulang ke Cijantung, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, naik (bus) dari Bandung. Ia pulang dijemput oleh orang tuanya Desi Arisyandi.
 
“Saya berangkat ke Bandung menunggu anak pulang dari Papua. Sengaja ingin naik bus dan tidak dijemput oleh pemerintah,” ujar Desi, Rabu, 13 Oktober 2021.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *