Siap-siap! Program IISMA 2022 Bakal Gandeng Kampus Top 100 Dunia

Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bakal meningkatkan kualitas perguruan tinggi mitra program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Tahun depan, program IISMA akan mengejar negara yang lebih luas dan universitas top 100 kelas dunia.
 
“Kita mengejar bahwa universitas yang bisa berpartisipasi sebagai partner IISMA itu adalah yang harus ranking 5 besar di negaranya atau dia merupakan top 100 berdasar QS World University Ranking 2022,” kata Koordinator Program dari Subpokja IISMA Andi Rahadiyan Wijaya, melalui keterangan tertulis, Rabu, 13 Oktober 2021.
 
Ia mengatakan, fokus IISMA tahun depan bakal masih mengirimkan 1.000 mahasiswa, tetapi dengan kualitas dari mitra yang lebih baik. “Tentu saja program value-nya ini harus tetap kita pertahankan,” ujarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Andi menjelaskan IISMA ini merupakan suatu program pertukaran mahasiswa, mahasiswa Indonesia di semester empat sampai enam bisa mendapatkan beasiswa yang memungkinkan mereka untuk mengambil mata kuliah di universitas top dunia. Berbeda dengan program-program pelajar yang lain, mahasiswa dapat mempelajari mata kuliah yang tidak mesti linear dengan program studinya.
 
Baca: 200 Mahasiswa Magang di Rumah Rakyat, Puan: Selamat Datang
 
Andi mengatakan, antusiasme para mahasiswa Indonesia dalam mengikuti program ini pun sangat besar. Andi menyebut terdapat sekitar 2.500 mahasiswa yang sudah mendaftar IISMA dan berasal dari 172 perguruan tinggi Indonesia. Adapun penerima beasiswa itu untuk saat ini sebanyak 970 mahasiswa dari 98 perguruan tinggi di Indonesia.
 
Ketua Pokja Kampus Merdeka Ditjen Diktiristek, Muhammad Setiawan menambahkan 970 mahasiswa penerima beasiswa IISMA saat ini sudah berangkat dan menempuh studi ke sekitar 39 perguruan tinggi dan 30 negara tujuan di seluruh dunia. Setiawan berharap DPR mendukung penuh program ini sebagai bagian dari implementasi Kampus Merdeka.
 
“Mereka sudah berangkat semua ke negara tujuan baik di Eropa, Asia, maupun Amerika,” ungkap Setiawan.
 
Baca: Kemendikbudristek Jajaki Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi di Tiongkok
 
Sementara itu, Muhammad Kadafi selaku anggota Komisi X DPR menyampaikan dukungannya terhadap program Kampus Merdeka. Menurutnya, program Kampus Merdeka merupakan jawaban dari tantangan yang sedang dihadapi pendidikan tinggi Indonesia saat ini. 
 
Ia mengatakan, Kampus Merdeka merupakan terobosan untuk melakukan transformasi pada pendidikan tinggi di Indonesia.  Untuk mewujudkan transformasi pendidikan tinggi melalui Kampus Merdeka, kata dia telah ditetapkan pula delapan indikator kinerja utama (IKU).
 
“Ini merupakan beberapa hal yang memang menjadi indikator kinerja utama dari Kampus Merdeka, ini menjadi sasaran dan target dan juga merubah mindset generasi bangsa kita untuk bisa lebih adaptif dengan perkembangan zaman dan sebagainya,” terangnya. 
 
Kadafi juga berharap mahasiswa bisa mendapatkan pemahaman baik secara input, proses, output, dan outcome tentang Kampus Merdeka.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *