Review dan Sinopsis Serial Shadow and Bone (2021)

Shadow and Bone merupakan serial Netflix yang diadaptasi dari novel pertama Grisha Trilogy, dan Six of Crows karya penulis Leigh Bardugo. Serial ini dikembangkan oleh Eric Heisserer sebagai showrunner sekaligus eksekutif produser bersama dengan Bardugo. Shadow and Bone sudah dipastikan bakal mendapatkan musim selanjutnya, dan bakal mengadaptasi novel kedua dari Trilogi Grisha yang berjudul Siege and Storm (2013).

Serial ini telah ditayangkan pada Netflix di tanggal 23 April 2021 kemarin, dan berhasil meraih respon serta ulasan yang cukup positif. Situs Rotten Tomatoes kemudian memberikan rating 87% berdasarkan 71 ulasan dengan nilai 7.19/10. Selain itu juga, pada ajang penghargaan IFTA Film & Drama Awards 2021, Shadow and Bone masuk nominasi di kategori Best VFX untuk sajian visual efeknya.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun rilis: 2021
  • Genre: Fantasy, drama, mystery
  • Jumlah Episode: 8
  • Sutradara: Lee Toland Krieger, Dan Liu, Mairzee Almas, Jeremy Webb
  • Pemeran utama: Jessie Mei Li, Archie Renaux, Freddy Carter, Amita Suman, Kit Young, Ben Barnes, Zoe Wanamaker

Di sebuah wilayah bernama Ravka Timur, Alina Starkov merupakan seorang kartografer alias pembuat peta yang cukup terampil. Ia bersama sahabatnya, Mal Oretsev, bergabung ke dalam tim yang akan melintasi sebuah tempat berbahaya yang dinamakan dengan Shadow Fold (Lekukan Bayangan). Tempat tersebut dipenuhi dengan monster bernama Volcra yang siap untuk memburu daging-daging manusia.

Pemimpin Tentara Kedua dari Grisha (Pasukan khusus Sihir, dan Sains Kerajaan) sekaligus seorang Shadow Summoner (Pemanggil Bayangan), Jenderal Kirigan, tibat di kamp sesaat setelah Alina, Mal, dan yang lainnya telah memasuki Fold. Di dalam suasana yang mencekam, mereka kemudian diserang oleh Volcra. Salah satu anggota tim, Alexi, malah kabur untuk menyelamatkan nyawanya sendiri.

Di keadaan genting tersebut, Alina secara tidak sadar berhasil melepaskan kekuatannya sebagai seorang Sun Summoner (Pemanggil Cahaya) untuk melawan Volcra. Sementara itu di Ketterdam, pemimpin kelompok Crows, Kaz Brekker, beserta anggotanya, Inej Ghafa, dan Jesper Fahey bersaing dengan bos geng mafia, Pekka Rollins,  untuk mendapatkan sebuah pekerjaan dengan imbalan satu juta kruge.

Pekerjaan tersebut diberikan oleh seorang pria bernama Dreesen, dimana ia membutuhkan sebuah kelompok yang bersedia menyeberangi Fold menuju Ravka Timur. Kaz Brekker, dan anggotanya akhirnya memenangkan misi pekerjaan itu. Dreesen lalu mengatakan kepadanya bahwa ia telah menangkap seorang kartografer bernama Alexi.

Para Heartrender, yang berasal dari ordo tertinggi Grisha, Corporalki, kemudian berhasil membuat Alexi untuk mengakui jika Alina adalah seorang Sun Summoner. Di saat itu juga, Dreesen mengatakan bahwa misi pekerjaan sebenarnya adalah untuk menculik Alina.

Selepas berhasil selamat dari Fold, Alina kemudian diajak menemui Jenderal Kirigan. Ia membawanya ke Little Palace untuk membuktikan bahwa dirinya adalah memang benar seorang Sun Summoner. Dalam perjalanannya, konvoinya disergap oleh seorang pemburu Grisha bernama Fjerdan Druskelle. Beberapa Grisha terbunuh, tetapi Kirigan menyelamatkan dan mampu mengantarnya ke Little Palace.

Di istana, Alina lalu mempersiapkan diri untuk bertemu Raja Pyotr bersama dengan orang-orang kepercayaannya. Pada pertemuan itu, Alina mengejutkan semua orang dengan kemampuannya sebagai seorang Sun Summoner, yang keberadaannya selalu dianggap sebagai mitos belaka.

Sang Raja selanjutnya meminta Alina untuk dilatih, dan harus bisa mengontrol kekuatannya itu dengan baik. Alina kini mempunyai tanggung jawab yang tinggi untuk menyelamatkan dunia dari keberadaan Shadow Fold, yang telah mengancam kehidupan manusia selama ratusan tahun lamanya.

Seru, Imajinatif dan Menarik untuk Ditonton

Seru, Imajinatif dan Menarik untuk Ditonton

Konsep dunia fantasi yang dihadirkan dalam serial Shadow and Bone cukuplah menarik untuk dilihat. Sepanjang episodenya, kita secara tidak langsung diajak untuk melihat, dan mengenal tempat-tempat yang menjadi latar dalam serial ini mulai dari negara Ravka Timur, Ravka Barat, wilayah konflik Fjerda dan Shu Han, Kota Ketterdam, hingga tempat misterius serta berbahaya bernama Shadow Fold.

Semua latar dalam serial ini diperlihatkan cukup sinematik dengan memanjakan mata bagi kita yang menontonnya. Penggambaran dunia fantasi yang imajinatif tersebut menjadi salah satu keunggulan yang membuat Shadow and Bone sangat layak untuk disaksikan. Apalagi, dengan durasi tayang sekitar 45 menit hingga 1 jam, kita bakal mendapatkan tontonan yang seru, dan menyenangkan di setiap episodenya.

Selain itu juga, alur cerita serial ini pun disusun tidak membingungkan sama sekali. Kita yang belum pernah membaca novelnya masih tetap bisa memahami inti ceritanya dengan mengikuti setiap episodenya secara detail.

Dari sisi para pemerannya, serial ini menawarkan pemain-pemain yang fresh, namun tetap menghadirkan kualitas akting yang memikat. Salah satu yang menarik perhatian tentunya adalah Jessie Mei Li sebagai Alina Starkov, dan ia memainkan karakter utama tersebut dengan sangat mumpuni. Wajahnya yang manis dan kekuatannya sebagai seorang Sun Summoner membuat karakter Alina semakin memiliki daya pikat yang kuat.

Lalu, ada juga aktor Ben Barnes yang cukup kharismatik memainkan perannya sebagai Jenderal Kirigan. Barnes, yang memerankan sosok Raja Caspian X di film The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader (2010), dalam serial ini tampil menjadi pemimpin pasukan tentara Grisha yang tangguh, namun menyimpan sekelumit rahasia yang kelam tentang dirinya serta negara Ravka yang ia tinggali.

Baca juga:

Kirigan, dan Alina memainkan bagian drama romansanya dalam serial ini, dan hubungan yang dibangun oleh Mei Li, dan Barnes terbilang solid. Shadow and Bone juga menghadirkan tiga anggota kelompok The Crows yang diperankan sangat kompak, terkadang konyol oleh Freddy Carter (Kaz Brekker), Amita Suman (Inej Ghafa), dan Kit Young (Jesper Fahey). Ketiganya membuat jalan cerita serial ini semakin terasa segar.

Apa Itu Grisha?

Apa Itu Grisha

Dalam melindungi wilayahnya, dan warga-warganya, Kerajaan Ravka mempunyai dua unit pasukan khusus untuk melawan serangan musuh, dan ancaman dari Shadow Fold. Mereka terdiri dari prajurit Tentara Pertama, dan Tentara Kedua.

Tentara Pertama berisikan prajurit-prajurit perang yang memiliki kemampuan dalam duel pertarungan adu fisik, perencanaan strategi, dan kartografer. Di lain sisi, Tentara Kedua merupakan pasukan elit yang mempunyai kemampuan dalam ilmu sihir dan sains yang disebut sebagai Grisha. Prajurit Tentara Kedua dipimpin oleh Jenderal Kirigan, seorang Shadow Summoner dengan julukan sebagai The Darkling.

Grisha sendiri kemudian terbagi-bagi lagi ke dalam tiga ordo dengan spesifikasi kekuatan serta keahlian yang berbeda-beda. Ordo pertama disebut dengan Corporalki, dan mereka selalu berurusan dengan hidup dan mati. Ordo ini kemudian terdiri dari Heartrenders, yang bertugas untuk membunuh, Healer untuk menyembuhkan, dan Tailors, yang mampu memanipulasi penampilan fisik mereka hingga orang lain.

Ordo kedua disebut dengan Etheralki yang berhubungan erat dengan unsur-unsur alami. Ordo ini terdiri dari Squallers, yang mampu memanipulasi cuaca, Inferni, yang bisa memanggil dan membuat api, dan Tidemakers, yang dapat memanfaatkan suhu untuk mengontrol air.

Ordo yang ketiga dikenal dengan nama Materialki, dan mereka mampu memanipulasi berbagai macam bahan mulai dari kaca, logam, tekstil, dan bahan kimia. Materialki dibagi menjadi Durasts, yang menguasai benda-benda padat, serta Alkemi yang berurusan dengan cairan peledak, serta racun.

Untuk membedakan ketiga ordo Grisha tersebut, kita tidak perlu bingung karena dalam serial ini mereka menggunakan kostum (kefta) yang berbeda warna. Prajurit yang tergabung dalam ordo Corporalki menggunakan kefta berwarna merah, lalu mereka yang berada di ordo Etheralki memakai kefta warna biru, sedangkan ordo Materialki mengenakan kefta yang berwarna ungu.

Sementara itu, jika dilihat dari kekuatan yang dimiliki oleh Alina, dan Jenderal Kirigan, mereka masuk ke dalam ordo Etheralki. Sebagai seorang Sun Summoner yang langka, Alina mampu mengendalikan unsur alam untuk memanggil panas dan cahaya dari matahari. Jenderal Kirigan sendiri adalah seorang Pemanggil Bayangan, dan ia bisa memanipulasi kegelapan.

Untuk mengalahkan ancaman dari Shadow Fold, Kirigan tidak bisa seorang diri karena kekuatannya hanya mampu memindahkan fold sementara waktu, dan tidak bisa mengusirnya. Maka dari itu, ia begitu sangat membutuhkan kekuatan dari Alina, sebab kekuatan cahaya dari seorang Sun Summoner yang mampu melenyapkan Shadow Fold.

Pemilihan Kostum dan Efek Visual yang Menawan

Pemilihan Kostum dan Efek Visual yang Menawan

Sebagai sebuah serial fantasi, serial Shadow and Bone berhasil menawarkan beragam pemandangan-pemandangan yang menarik perhatian mata. Salah satu hal yang paling menonjol adalah pemilihan kostum yang dikenakan oleh setiap pemerannya, termasuk kelompok Grisha dengan kefta yang berwarna mencolok.

Para pemain mengenakan pakaian yang sangat elegan seperti berada di dunia dongeng. Para Grisha pun tampil mempesona dengan kostumnya, dan mempertegas bahwa mereka memang benar-benar pasukan elit Kerajaan Ravka dengan reputasi kekuatan sihir, dan sains yang hebat.

Selain itu juga, penyajian efek visual dalam serial ini dilakukan dengan cara yang sangat baik. Kita bisa melihat kekuatan sihir yang dikeluarkan oleh para Grisha dipoles cukup rapih, dan tidak terlihat kasar. Kita yang menontonnya pun bisa terpukau dengan ilmu magis yang mereka keluarkan di sepanjang jalan cerita serial ini.

Secara garis besar, Shadow and Bone merupakan serial fantasi dari Netflix yang sangat seru, dan juga menyenangkan. Serial ini rasanya akan mudah disukai bagi kalian penyuka cerita-cerita fantasi fiksi dengan balutan drama, dan ilmu sihir. Bacaterus juga sudah merangkum serial Netflix terbaru untuk kamu yang suka banget nonton. Selamat menonton!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *