Review dan Sinopsis Film Star Trek Beyond (2016)

Film ini merupakan angsuran ke-13 yang diproduksi untuk franchise Star Trek, sekaligus film ketiga dalam seri reboot setelah Star Trek (2009), dan Star Trek Into Darkness (2013). Star Trek Beyond kembali menghadirkan aktor Chris Pine, dan Zachary Quinto, yang mengulangi peran mereka masing-masing sebagai Kapten James T. Kirk, dan Komandan Spock.

Sekuel ketiga ini juga menampilkan aktor Indonesia, Joe Taslim, yang berperan sebagai Anderson Le, seorang Perwira Federasi Starfleet yang kemudian bermutasi menjadi alien jahat bernama Manas.

Film Star Trek Beyond berhasil meraup pendapatan box office yang cukup besar sekitar 343, 5 juta dollar di seluruh dunia. Film ini juga mendapatkan ulasan, dan respon yang positif dengan mendapatkan rating 86%, serta nilai 7/10 di situs Rotten Tomatoes.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun rilis: 2016
  • Genre: Science fiction, action, adventure
  • Sutradara: Justin Lin
  • Pemeran Utama: Chris Pine, John Cho, Simon Pegg, Zachary Quinto, Zoe Saldana

Di sela-sela misinya dalam mengeksplorasi ruang angkasa, pesawat USS Enterprise yang dipimpin oleh Kapten James T. Kirk, dan para krunya, Nyota Uhura, Spock, Montgomery Scott, Hikaru Sulu, Dr. Leonard “Bones” McCoy, dan Pavel Chekov memasuki stasiun luar angkasa bernama York Town. Di sana, mereka singgah sejenak untuk mengumpulkan beberapa pasokan, dan melakukan aktivitas lainnya.

Mereka kemudian mendapatkan sebuah pesan permintaan pertolongan dari seseorang bernama Kalara, yang terjebak di planet asing bernama Altamid bersama dengan pesawat luar angkasa miliknya. Kapten Kirk bersama yang lainnya memutuskan pergi ke sana untuk menyelamatkannya.

Akan tetapi dalam perjalanan mereka, pesawat USS Enterprise tiba-tiba diserang oleh kelompok alien yang dipimpin oleh Krall bersama dengan orang kepercayaannya, Manas. Serangan tersebut membuat USS Enterprise hancur, dan jatuh ke Planet Altamid.

Kapten Kirk menyuruh para kru untuk menyelamatkan diri, tapi Krall menangkap Sulu beserta Uhura. Selain itu juga, Krall akhirnya berhasil menemukan benda yang ia cara di pesawat USS Enterprise, yakni sebuah artefak bernama Abronath yang bisa digunakan untuk menjadi senjata berbahaya.

Sementara itu, Kapten Kirk bersama dengan Pavel Chekov terpisah dari mereka. Keduanya mengetahui jika Kalara telah menipu mereka, dan ia ternyata adalah salah satu anggota kelompoknya Krall.

Kalara lalu terbunuh ketika Kapten Kirk, dan Chekov berhasil menyelamatkan diri dari serangan pasukan Krall. Di lain sisi, Dr. Leonard McCoy, dan Spock ternyata masih selamat, dan berusaha mencari rekan-rekannya.

Di tempat yang berbeda, seorang scavenger bernama Jaylah yang melarikan diri dari markas Krall, menyelamatkan Scott, dan membawanya ke tempat tinggalnya di USS Franklin, sebuah pesawat Starfleet legendaris yang dilaporkan telah hilang lebih dari satu abad. Scott lalu bertemu kembali dengan rekan-rekannya yang lain seperti Kapten Kirk, Chekov, McCoy dan Spock di tempat tersebut.

Krall selanjutnya memaksa kru USS Enterprise, yang ia tawan termasuk Sulu, dan Uhura, untuk menyelesaikan senjata biologis kuno menggunakan artefak Abronath. Dengan senjata dahsyat tersebut, Krall bertujuan untuk menghancurkan York Town beserta penduduknya, dan kemudian menyerang Federasi Serikat Planet (United Federation of Planets).

Eksplorasi Cerita dan Karakter yang Baik

Eksplorasi Cerita dan Karakter yang Baik

Film Star Trek Beyond kali ini disutradarai oleh Justin Lin setelah dua film reboot sebelumnya, Star Trek (2009), dan Star Trek Into Darkness (2013) digarap oleh J. J. Abrams. Ketiga film tersebut kemudian berada dalam realitas alternatif di semesta Star Trek dengan nama “The Kelvin Timeline.”

Dalam film ini, alur cerita yang disajikan terasa lebih menyegarkan dari film-film terdahulu. Saat adegan semua kru USS Enterprise terpisah akibat serangan Krall, kita bisa melihat semua karakter menjadi lebih aktif dan “berfungsi” dalam perannya masing-masing.

Karena hal tersebut, eksplorasi antar karakter terasa lebih dinamis, dan kuat. Jalan cerita di Star Trek Beyond pun tidak hanya melulu berkaitan tentang Kapten Kirk (Chris Pine), dan Spock (Zachary Quinto) saja, tapi semua karakter turut serta ikut bagian dengan porsi yang pas.

Dr. “Bones” McCoy (Karl Urban), Nyota Uhura (Zoe Saldana), Hikaru Sulu (John Cho), dan Montgomery Scott (Simon Pegg) tidak hanya menjadi karakter “sidekick” semata, semuanya benar-benar digambarkan sebagai awak pesawat USS Enterprise yang benar-benar solid.

Baca juga:

Kita bisa melihat kekompakan mereka saat berusaha meloloskan diri dari serangan pasukan-pasukan Krall yang mencoba membunuh seluruh awak USS Enterprise.

Semuanya terjalin begitu kuat, dan kombinasi petualangan yang dilakukan oleh tiap karakter terasa seru untuk diikuti. Selama dua jam menonton film ini, kita akan dihibur lewat eksplorasi karakter yang baik, dan alur cerita yang menarik.

Menawarkan Atmosfer yang Berbeda

Menawarkan Atmosfer yang Berbeda

Pada tahun 2013 lalu, Justin Lin menggarap film Fast & Furious 6, dan melibatkan Joe Taslim di dalamnya dengan berperan sebagai karakter jahat bernama Jah. Dalam Star Trek Beyond ini juga, keduanya kembali bekerjasama, dan Joe mendapatkan kepercayaan untuk memerankan sosok villain yang tangguh bernama Manas.

Sudah lima tahun sejak film ini dirilis, tapi rasanya keseluruhan adegan aksi yang dilakukan oleh Joe masih sangat terasa seru, dan atraktif.

Sama dengan karakter Jah di film Fast & Furious 6, Joe di sini tetap memperlihatkan keahlian bertarungnya yang intimidatif, dan kuat. Bedanya, ia mesti menggunakan kostum alien yang benar-benar berat di tubuhnya, dan membuat pergerakan lincahnya sedikit terhalangi.

Sebagai salah satu karakter villain, Joe tidak sendirian, dan ia beradu akting dengan aktor sekelas Idris Elba, yang memainkan sosok Kapten Balthazar Edison alias Krall. Mereka adalah dua penjahat yang sangat mengancam sepanjang keseluruhan jalan cerita film ini.

Joe, dan Elba pada akhirnya mampu melengkapi dinamika karakter yang terdapat dalam Star Trek Beyond, dan berhasil menjadi lawan yang merepotkan bagi Kapten Kirk, dan kawan-kawannya.

Terlepas dari hal tersebut, jalan cerita Star Trek Beyond pun tidak hanya berjalan dengan elemen action semata. Film ini menawarkan sentuhan yang berbeda karena faktanya Simon Pegg ikut terlibat dalam proses penulisan naskahnya. Maka tak heran akan ada beberapa bumbu humor renyah yang masih bisa kita nikmati.

Salah satu kelebihan dari Star Trek yang sangat khas adalah sajian visual CGI yang masih terasa visioner. Kota-kota di planet ruang angkasa serta pemandangannya masih diperlihatkan dengan menawan, dan futuristik. Selain itu, visual efek yang dihadirkan pun tetap spesial, seakan mengajak kita untuk merasakan hidup di luar angkasa.

Sukses Memberikan Tontonan yang Menghibur

Sukses Memberikan Tontonan yang Menghibur

Salah satu kekurangan film Star Trek Beyond mungkin terdapat pada pengemasan sosok Krall, dan manas yang tidak benar-benar digali seperti “supervillain.” Namun apapun itu, Joe serta Elba sudah memberikan penampilan yang istimewa. Kekurangan kecil seperti itu pun pada akhirnya bisa tertutupi dengan eksekusi cerita yang segar, dan menarik sepanjang dua jam film ini berjalan.

Star Trek tentunya menjadi salah satu franchise opera luar angkasa yang ikonik, dan selalu bersaing dengan franchise Star Wars milik George Lucas dari Disney serta Lucas Film. Kedua waralaba tersebut menghasilkan film-film yang berkesan bagi setiap penggemarnya dari dulu hingga sekarang.

Kemudian, Star Trek Beyond, yang menjadi film ke-13 dalam franchise Star Trek, pada akhirnya tampil sukses dalam memberikan tontonan berkesan sekaligus menghibur. Film ini juga penuh makna karena menjadi film terakhir bagi mendiang Anton Yelchin (Pavel Chekov), beserta Leonard Nimoy, pemeran awal karakter Spock, yang terakhir muncul sebagai cameo di Star Trek Into Darkness.

Selain itu, Star Trek Beyond juga cukup impresif untuk menggaet para penggemar baru, yang sebelumnya tidak terlalu mengikuti kisah petualangan Kapten Kirk beserta awak pesawat USS Enterprise dalam mengeksplorasi galaksi. Film ini pun masih sangat layak ditonton karena dikemas dengan efek visual modern yang menarik perhatian mata.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *