Program Sertifikasi Tanah Bentuk Keberpihakan Jokowi pada Rakyat

Jakarta: Duta Besar RI untuk Singapura Suryopratomo (Tommy) sepakat dengan pernyataan Profesor National University of Singapore, Kishore Mahbubani, terkait Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi disebut berpihak pada masyarakat, salah satunya melalui sertifikasi tanah.
 
“Selama 2018 hingga 2020 ada 31 juta lahan yang disertifikasi atau 75 persen dari pencapaian 70 tahun indonesia,” kata Tommy dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Jokowi Presiden Jenius,’ Minggu, 10 Oktober 2021.
 
Tommy mengatakan Indonesia baru mengeluarkan 40 juta sertifikat tanah selama sekitar 70 tahun Indonesia merdeka. Jokowi melihat fenomena ini dan memerintahkan Kementerian  Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN) menggencarkan sertifikasi tanah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Baca: Pujian Profesor Singapura kepada Jokowi Berdasarkan Data
 
Tommy menyebut Kepala Negara paham betul pentingnya sertifikat tanah. Sertifikat bisa menjamin bukti kepemilikan serta menjadi modal pemilik lahan mendapat akses perbankan.
 
Hasilnya, pada 2017 ada 5,4 juta sertifikat tanah yang diberikan dari target lima juta sertifikat. Kemudian, pada 2018 ada 8,3 juta sertifikat tanah dari target tujuh juta sertifikat dan 11 juta sertifikat tanah dari target sembilan juta sertifikat pada 2019.
 
“Untuk 2020 karena pandemi, dari target 10 juta tercapainya 6,8 juta,” papar Tommy.
 
Menurut dia, pujian Kishore pada Jokowi tak berlebihan. Jokowi adalah pemimpin yang berlatar belakang sipil sehingga merasakan sulitnya perjuangan.
 
“Indonesia beruntung punya pemimpin yang memikirkan kepentingan rakyat,” ujar dia.
 
Profesor National University of Singapore, Kishore Mahbubani memuji Presiden Joko Widodo. Dalam tulisannya, Profesor Kishore menyebut Jokowi sebagai sosok jenius dan pemimpin paling efektif di dunia.
 
Penilaian atas Jokowi ini dipaparkan di dalam artikel berjudul ‘The Genius of Jokowi’ yang terbit di Project Syndicate, sebuah media nirlaba berfokus pada isu internasional, pada 6 Oktober 2021.
 
“Pada saat bahkan beberapa negara demokrasi kaya memilih penipu sebagai pemimpin politik mereka, keberhasilan Presiden Indonesia Joko Widodo layak mendapat pengakuan dan penghargaan yang lebih luas. Dia memberikan model pemerintahan yang baik yang dapat dipelajari oleh seluruh dunia,” sebut tulisan dari Profesor Mahbubani, seperti dilansir dari Project Syndicate.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *