Misi Paguyuban Pasundan di Papua kuatkan persaudaraan dan persatuan

Jayapura (ANTARA) – Kehadiran Paguyuban Pasundan di tanah Papua sejatinya bukan hanya sebatas perkumpulan masyarakat Sunda di Papua, tetapi memiliki misi menguatkan tali persaudaraan dan persatuan, ujar Ketua Paguyuban Pasundan Papua Entis Sutisna.

“Jawa Barat sebagai sahabat Papua sudah terbukti mampu menghadirkan keakraban, kekeluargaan yang bisa dilihat saat pembukaan Festival PON,” ujar Entis saat ditemui di Kota Jayapura, Minggu.

Entis mengatakan Paguyuban Pasundan menjadi kepanjangan tangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menciptakan dan merawat harmoni dengan masyarakat Papua yang telah terjalin selama ini.

Sejumlah program pemberdayaan masyarakat serta kolaborasi di berbagai bidang menjadi andalan untuk merawat kebersamaan itu.

Baca juga: Ridwan Kamil minta Paguyuban Pasundan Papua dukung atlet Jabar di PON
Baca juga: Ridwan Kamil siap bantu promosikan produk UMKM Papua

Pada PON Papua, Paguyuban Pasundan turut aktif dalam memeriahkan pesta pora lewat pagelaran seni serta ikut membuka tenda yang menyajikan beragam kerajinan, makanan, fesyen, hingga kopi.

Salah satu puncaknya saat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkunjung ke Papua. Selain untuk menyemangati atlet-atlet Jawa Barat, juga bersilaturahmi dengan “saudara-saudaranya” yang lama tinggal di Jayapura.

Ridwan Kamil pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat Papua. Sebelum pulang ke Bandung, Ridwan Kamil membagikan oleh-oleh bagi anak-anak Papua serta memberi sumbangan pembangunan gereja.

Pagelaran seni angklung pun diselenggarakan dengan mendatangkan instruktur dan pembina dari Sanggar Seni Saung Angklung Udjo. Menariknya, para pemain angklung sendiri adalah putra-putri Papua.

“Saya berharap kegiatan kolaborasi yang hadir di tanah Papua akan mendorong ke berbagai pengembangan kemitraan yang lebih luas antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Papua,” kata dia.

Baca juga: Gubernur Jabar puji pelaksanaan PON XX Papua

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PDAM Jayapura ini bersyukur selama dirinya tinggal di Jayapura sejak 1992, tak pernah ada konflik panas antara masyarakat Sunda dan warga Papua. Penerimaan masyarakat Papua terhadap warga Sunda sangat hangat.

“Saya bersyukur banyaknya orang Papua yang kuliah di Bandung, yang tergabung dalam alumni Jawa Barat, hal yang mendukung juga. Saya juga melihat penerimaan terhadap orang Jawa Barat cukup baik, bagaimana kita melihat sifat asli Jawa Barat itu ramah dan diterima masyarakat Papua,” katanya.

Ia berharap ke depannya ada kolaborasi-kolaborasi, baik itu antara masyarakat Sunda dengan pemerintah maupun dengan masyarakat Papua sendiri demi membangun tanah Papua bersama-sama.

“Maka di sinilah tugas Paguyuban Pasundan dan keinginan Bapak Gubernur (Ridwan Kamil) menjadikan Jawa Barat sebagai sahabat Papua itu betul-betul tidak hanya dalam PON saja tetapi setelah selesai, kami akan menindaklanjuti apa yang diinginkan Bapak Gubernur,” pungkas Entis Sutisna.

Baca juga: Jawa Barat tinggalkan rival-rivalnya di klasemen PON Papua
Baca juga: Jadwal atletik PON Papua: Lalu Zohri turun di nomor 200 meter
Baca juga: Menyesap aroma arabika di sela PON Papua

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *