Gara-Gara Utang, Pria Ini Memilih ‘Bertapa’ Bersama Mobil Selama 17 Tahun di Hutan

Suara.com – Utang yang belum terbayar menjadi salah satu sumber masalah dalam kehidupan. Apalagi jika memiliki utang yang nominalnya cukup banyak, orang akan mengalami stres.

Tak sedikit orang yang memiliki utang dalam jumlah besar memilih untuk mengakhiri hidupnya alias bunuh diri.

Namun, hal tersebut ternyata tidak dilakukan oleh pria asal India yang satu ini.

Dilansir dari Cartoq, pria bernama Chandrasekar memiliki cara tersendiri untuk melupakan hutang yang cukup banyak.

Baca Juga: Viral Pemobil Toyota Alphard Terobos Pembatas Jalan, Publik: Mobil Mahal Otaknya Murah

Ia memilih tinggal bersama mobilnya di hutan lebat yang terletak di desa Adtale dan Nekkare, Sulia, India.

Pria berusia 56 tahun bersama mobil bermerek Ambasaddor mengasingkan diri di hutan belantara.

Pria yang hidup bersama mobilnya di dalam hutan belantara (Cartoq)
Pria yang hidup bersama mobilnya di dalam hutan belantara (Cartoq)

Dia telah tidur di dalam mobil selama 17 tahun terakhir dan dia telah menyesuaikan diri dengan gaya hidup hutan. Selama hidup di hutan, ada radio yang masih berfungsi sebagai hiburan bagi Chandrasekar.

Ia ternyata memiliki hutang kepada bank, yakni sebesar 40 ribu Rupee India atau setara dengan Rp 7,5 jutaan.

Namun ia tidak membayar hutang tersebut. Akhirnya pihak bank langsung melelang lahan pertaniannya.

Baca Juga: Volvo Ciptakan Tas Mewah dari Bahan Interior Mobil

Dia pergi ke rumah saudara perempuannya di Adtale dengan mobil Ambassador miliknya.

Namun baru hitungan hari hubungan Chandrashekar dengan saudara perempuannya mengalami keretakan.

Dia memutuskan untuk hidup sendiri, pergi ke hutan yang dalam dan memarkir mobil favoritnya di sana. Dia meletakkan lembaran plastik di atas untuk melindungi mobil dari hujan dan matahari.

Chandrashekar telah menjalani kehidupan menyendiri dari 17 tahun di dalam mobil. Dia mandi di sungai yang mengalir di dalam hutan.

Dia menganyam keranjang menggunakan tanaman merambat kering di sekitarnya dan menjualnya di sebuah toko di desa Adtale dan mengambil beras, gula, dan bahan makanan lainnya sebagai imbalannya.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *