Sempat Ditentang Orangtua, Waldjinah Menjelma Jadi Ratu Musik Keroncong

Jakarta: Waldjinah mengaku suka bernyanyi keroncong sejak kecil. Walaupun sempat ditentang oleh orang tuanya, tapi dia bisa membuktikan bahwa musik keroncong dapat membawa kesuksesan di hidupnya. Dia mengenang bayarannya ketika mengawali karier.
 
“Dulu Rp20 itu sudah banyak banget. Saya sudah bisa memberi nafkah kepada ibu saya,” kata Waldjinah dalam tayangan The Legend di Metro TV, Jumat, 8 Oktober 2021.
 
Dia pertama kali mengikuti lomba bertajuk Kembang Katjang yang diadakan oleh Radio Republik Indonesia (RRI). Waldjinah yang waktu itu masih berusia 12 tahun memenangkan perlombaan tersebut hingga diberi julukan Ratu Kembang Katjang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Saya masih umur 12 tahun. Saya ikut, saya menang menjadi ratu kembang kacang,” kenangnya.
 
Karier Waldjinah pun terus melambung tinggi sejak saat itu. Ia terus mengikuti lomba dan pementasan hingga pada tahun 1972, Waldjinah diundang ke Suriname, Amerika Selatan untuk menggelar pementasan musik keroncong.
 
Ia dituntut untuk memakai kain khas Indonesia dan sanggul rambut selagi menuju Suriname. Tampilannya tersebut menarik perhatian warga Suriname dan bahkan sampai mengenali Waldjinah yang sebagai warga negara Indonesia.
 
“Orang-orang bule itu bilang, ‘wah orang Indonesia’ jadi orang tahu saya karena saya pakai kain,” kata maestro keroncong tersebut.
 
Waldjinah mengatakan, warga Suriname antusias atas pertunjukkan keroncong tersebut. Bahkan dirinya sampai diberikan kehormatan untuk menamai jalan di Suriname dengan namanya sendiri yaitu, Jalan Waldjinah.
 
“Sampai saya ada nama jalan di Suriname namanya Jalan Waldjinah,” kata Waldjinah.
 
(Aulya Syifa)
 
 
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *