Sinopsis dan Review Film Thailand Classic Again (2020)

Pernah terpikirkan bagaimana kisah cinta dari orang tua kita? Tapi bagaimana jika kisah cintamu ternyata mirip dengan orang tua mu? Inilah yang dirasakan oleh Bota ketika membaca surat cinta dan diari milik ibunya. Bota merasakan kisah cinta yang penuh keluguan, malu-malu tapi terhalang oleh sahabat sendiri, sama seperti ibunya.

Film yang menyatukan dua dunia, yaitu dunia Bota dan Dalah ini film berjudul Classic Again (2020). Film bergenre romantis ini akan membawa kamu masuk dalam kisah cinta murni yang manis. Saat menontonnya pasti akan tersenyum sendiri, karena penuh dengan ungkapan cinta yang Indah.

Dalam My Drama List film ini mendapatkan rating cukup tinggi, yaitu 7.9 dan penuh komentar positif. Penasaran dong dengan jalan cerita dari film romantis berjudul Classic Again (2020) ini? Kamu bisa menemukan jawabannya di bawah ini.

Sinopsis

Classic Again (2020)_
  • Tahun Rilis: 2020
  • Genre: Romantic, Drama
  • Sutradara: Thatchaphong Suphasri
  • Pemeran: Thitipoom Techaapaikhun, Ranchrawee Uakoolwarawat, Gee Sutthirak Subvijitra, Tong Samitpong Sakulpongchai, Meiko Chonnikan Netjui
  • Produksi: CJ Major Entertainment

Hari itu universitas tengah mempromosikan club drama, hingga matanya tertuju pada sosok pria di hadapannya. Diam-diam Bota mengambil gambar pria itu, lalu bergosip mengenai pria itu bersama sahabatnya, Poppy. Sesampainya di rumah Bota tidak sengaja menemukan sebuah kotak milik ibunya, di sana terdapat beberapa surat, buku, bros yang tertata rapi.

Bota membaca satu persatu surat dan buku diary itu, gadis ini terbawa dengan kisah cinta Dalah dan Kajorn. Kisah saat ibunya masih muda, Dalah berkunjung ke rumah kakeknya di desa yang membawanya bertemu dengan seorang pemuda bernama Kajorn. Kedua anak muda ini saling jatuh cinta, namun mereka terhalang dengan perjodohan Dalah dengan Tanil.

Kisah cinta Dalah dan Kajorn sangatlah klasik, dibalut dengan karakter keduanya yang malu-malu. Awalnya mereka menjalin hubungan secara diam-diam, karena merasa tidak enak pada Tanil yang merupakan sahabat Kajor. Mereka sempat berpisah, namun Kajorn mengungkapkan bahwa perpisahan mereka sangat menyiksanya dan ia akan jujur pada Tanil.

Untungnya Tanil dapat menerima hal ini, bahkan ia membantu agar hubungan Kajorn dan Dalah yang berbeda kasta ini terus berjalan. Tapi nasib terus saja mempermainkan keduanya, ketika cinta mereka selalu berujung perpisahan. Beberapa tahun berlalu Dalah bertemu lagi dengan pria yang dicintainya, namun Kajorn akan pergi untuk berperang.

Gadis ini sempat meminta satu permohonan, beruntungnya Kajorn bisa mengabulkan permohonan ini. Pria ini selamat dari perang, tapi pertemuan keduanya membawa pada perpisahan yang pahit. Kajor bersandiwara bahwa dirinya sudah hidup bahagia dan menikah, padahal hanya akting untuk menutupi kebutaan yang dideritanya. 

Kisah cinta ibunya membuat Bota merasa sedang berkaca, pasalnya gadis ini juga terlibat dalam cinta segitiga. Bota dan sahabatnya, Poppy, menyukai satu pria yang sama di universitas, Non si pria idaman satu kampus. Bota sebenarnya sudah menyukai Non sejak awal, tapi cintanya terhalang oleh Poppy yang juga menyukai pria itu.

Apalagi Poppy menganggap Bota adalah dewi asmaranya yang akan menyatukan dirinya dengan Non. Pasalnya gadis itu bermain drama kampus yang diangkat dari kisah cinta ibu Bota, dimana Poppy dan Non jadi pemerannya. Apakah Bota hanya akan menerima dipermainkan takdir seperti ibunya atau gadis ini akan membuat takdirnya sendiri?

Kisah Cinta Klise yang Menyenangkan

isah Cinta Klise yang Menyenangkan_

Classic Again (2020) akan menjadi film romantis yang disukai oleh banyak orang terutama oleh wanita. Kisah cinta yang sangat klise dan sederhana, tapi kisah ini benar-benar sangat murni dan penuh keluguan.

Kisah cinta dua anak muda yang pemalu, tapi penuh dengan lika-liku dan halangan yang menerpa. Kisah cinta seperti ini memang bukan hal baru, ada banyak sekali film yang mengangkat genre ini.

Meski kisahnya bisa dikatakan sangat klise dan sederhana, nyatanya film ini sangat menyentuh. Membawa kepolosan anak muda yang baru mengenal cinta, kisah cinta yang melow ini ditaburi berbagai konflik dan plot twist. Tidak ada aksi heroik, ini hanya kisah cinta anak muda yang penuh dengan keterbatasan untuk melawan takdirnya.

Kisah cinta Dalah dan Kajorn membawa kita masuk dalam nostalgia, ketika status sosial akan menentukan jodoh kita. Hal ini sangat lumrah untuk orang-orang zaman dahulu, dimana para orang tua terbiasa menjodohkan anak mereka. Di sisi lain, kisah cinta Bota, Poppy dan Non membawa kita pada kisah cinta anak di zaman sekarang yang egois. 

Inilah yang membedakan kisah cinta Bota dan ibunya Dalah, takdir yang sama tapi penyelesaian yang berbeda. Jadi meski ceritanya simpel dengan alur yang panjang, filmnya tidak membosankan malah makin buat penasaran. Film ini memberikan 123 menit yang sangat menyenangkan karena penasaran dengan kisah Bota dan Dalah.

Film yang Bagus dan Sangat Manis

Bagus dan Sangat Manis_

Seperti yang saya singgung sebelumnya, Classic Again (2020) mengangkat dua kisah cinta di zaman yang berbeda. Kisah Dalah dan Bota yang berada di tahun berbeda, tapi jalan cerita yang diangkat sebenarnya sama saja. Makannya film ini mengambil alur maju-mundur, yang bagi saya sangat riskan karena bisa membuat jalan ceritanya sulit untuk di mengerti.

Baca juga:

Tapi pemikiran saya itu tidak terbukti sama sekali, karena film ini bisa dikatakan berhasil memanfaatkan alur maju-mundur dengan sangat rapi. Alur di masa lalu dan di masa sekarang tersusun dengan sangat baik. Kisah cinta Dalah dan Bota saling bersahutan, dimana kisah cinta Dalah dan Kajorn menjadi guide untuk kisah Bota, Poppy dan Non.

Terlihat bahwa baik penulis cerita, editor dan sutradara memiliki kinerja yang sangat baik dengan pemikiran yang sama. Sehingga setiap cerita yang di mix ini bisa saling mendukung, seakan Bota membuat reka adegan dari kisah ibunya di zaman ini. Penjelasan karakter utama sangat jelas dan jalan cerita dari kedua orang ini sama-sama dijelaskan secara intense.

Tidak ada pemotongan cerita yang terasa kagok atau memaksa, semuanya berjalan dengan sangat mulus. Bahkan suasana yang diberikan juga semakin lama semakin dalam dan terasa berat, seiring dengan konflik yang diangkat. Selain itu saya tidak bisa melupakan sinematografi yang ditampilkan, semuanya sangat indah dan mendukung untuk menaikan suasana.

Skinship yang dilakukan juga bukanlah sentuhan yang memperlihatkan banyak nafsu, karena latar cinta yang polos. Pegangan tangan, berpelukan atau cara romantis lainnya berlari di tengah hujan dipayungi jaket.

Adegan romantis semacam ini ternyata bisa membuat saya baper, apakah pria seperti Kajorn dan Non masih ada di dunia ini? Pokoknya film ini memiliki cerita, plot twist dan sinematografi dari yang bikin tersenyum hingga membuat menangis.

Banyak Dialog Indah dengan Arti yang Dalam

Banyak Dialog Indah dengan Arti yang Dalam_

Hal lainnya yang tidak boleh dilupakan adalah dialog-dialog yang ada di film ini bukanlah kata-kata tanpa arti. Rangkaian dialog yang tertulis dalam surat Dalah dan Kajorn sangat indah, kiasan yang penuh makna. Puisi-puisi yang ditampilkan menampilkan dituliskan dengan pemilihan kata yang simpel tapi maknanya sangat dalam.

Saya sulit move on dari kata-kata “Love sometimes disagrees with the norms and the harder we try to survive and fight for it, the more it gets worse”.

Kata-kata ini sangat menampar saya, karena tidak semua cinta akan berakhir seperti fairytale meski perjuangan yang telah dilakukan sangat banyak. Beberapa orang akan merasakan tidak beruntung dalam cinta, karena cinta tidak selalu berakhir bahagia.

Tapi ada satu dialog yang memberikan harapan baru, yaitu “Love must continue in any space and in any time. Just a matter of waiting!”.  Banyak orang yang berpikir ketika cinta dikatakan berakhir, artinya tidak ada lagi harapan yang tersimpan. Nyatanya cinta akan terus berjalan dan membuat jalannya sendiri sampai ke orang yang tepat meski di beda masa.  

Dua dialog di atas memang sangat cocok untuk menggambarkan bagaimana dua kisah cinta yang berbeda zaman. Dialog pertama menggambarkan bagaimana kisah Kajorn dan Dalah, cinta yang penuh dengan lika-liku. Sementara dialog kedua menggambarkan bagaimana Bota menjalani kisah cinta yang berkaca dari kisah ibunya.

Classic Again (2020) akan menjadi salah satu film romantis Thailand yang tidak bisa saya lupakan. Kisah romantis yang diberikan membuat saya iri dengan kisah cinta non-fairytale seperti ini. Bahkan quote yang berasal dari dialog film, sangat membekas di hati dan pikiran saya.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *