Khawatir inflasi, dolar AS dekati tertinggi 14 bulan terhadap euro

Tokyo (ANTARA) – Dolar bertahan mendekati level tertinggi 14 bulan terhadap euro di sesi Asia pada Kamis pagi, karena lonjakan harga-harga energi memicu kekhawatiran bahwa inflasi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi sementara juga mendorong Federal Reserve untuk bertindak lebih cepat menormalkan kebijakannya.

Mata uang AS stabil di 1,1558 per euro setelah menguat menjadi 1,1529 pada Rabu (6/10/2021) untuk pertama kalinya sejak Juli tahun lalu.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang rivalnya, sedikit berubah pada 94,188 dari Rabu (6/10/2021), menyusul kenaikan hampir 0,5 persen selama dua sesi terakhir. Indeks mencapai level tertinggi satu tahun di 94,504 minggu lalu.

Yen Jepang, uang safe haven lainnya, sebagian besar datar di 111,375 per dolar, di dekat kisaran tengah dalam satu setengah minggu terakhir.

Semalam, harga minyak mentah menguat ke level tertinggi tujuh tahun sebelum aksi ambil untung dari kenaikan tajam baru-baru ini, sementara gas alam melonjak ke rekor puncak di Eropa dan harga batu bara dari eksportir utama juga mencapai level tertinggi sepanjang masa.

“Semua pembicaraan di lantai (perdagangan), di media sosial dan melalui pasar yang luas telah berada di seputar gas alam, dan itu memekakkan telinga,” tulis Chris Weston, kepala penelitian di broker Pepperstone di Melbourne, dalam catatan klien berjudul “OMGas”.

“Pedagang khawatir risiko stagflasi sedang dalam perjalanan dan mempertanyakan bagaimana bank-bank sentral menangani peristiwa stagflasi yang didorong oleh guncangan pasokan”.

Investor juga tetap gelisah mengenai negosiasi plafon utang AS, bahkan ketika Senat AS dari Partai Republik Mitch McConnell mengatakan partainya akan mengizinkan perpanjangan plafon utang federal hingga Desember, sebuah langkah yang akan mencegah gagal bayar bersejarah dengan korban ekonomi yang besar.

Federal Reserve, yang sampai sekarang sebagian besar berpendapat bahwa tekanan inflasi akan terbukti sementara, mengatakan kemungkinan akan mulai mengurangi pembelian obligasi bulanan segera setelah November, sebelum menindaklanjuti dengan kenaikan suku bunga.

Ketenagakerjaan telah menjadi fokus utama Fed lainnya, dan laporan penggajian nonpertanian yang diawasi ketat pada Jumat (8/10/2021) dapat memberikan petunjuk tambahan tentang waktu langkah Fed selanjutnya.

Ekonom memperkirakan perbaikan berkelanjutan di pasar tenaga kerja, dengan perkiraan konsensus untuk 473.000 pekerjaan telah ditambahkan pada September, jajak pendapat Reuters menunjukkan.

Data penggajian swasta AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada September karena infeksi COVID-19 mulai mereda, memungkinkan orang Amerika untuk bepergian, sering makan di restoran, dan terlibat kembali dalam kegiatan kontak tinggi lainnya, Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan pada Rabu (6/10/2021).

Sementara itu, Bitcoin, mata uang kripto terbesar di dunia berdasarkan nilai pasarnya, melayang di dekat level tertinggi hampir lima bulan di 55.800 dolar AS yang disentuh pada Rabu (6/10/2021) terakhir diperdagangkan di sekitar 54.881 dolar AS.

Baca juga: Dolar naik dipicu kekhawatiran inflasi setelah harga energi melonjak
Baca juga: Rupiah Kamis pagi menguat 5 poin
Baca juga: Dolar AS menguat di perdagangan Asia, investor fokus data pekerjaan AS

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *