Investor Masih Pantau Ketahanan Pemulihan Ekonomi

Jakarta: Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara sentimen hari ini diproyeksikan menguat. Hal ini terjadi setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya tercatat terjun hingga 0,86 persen.
 
Namun pagi ini, pergerakan indeks berbalik arah ke zona hijau. Penguatan bursa saham global, Wall Street, menjadi pemicunya. Hingga pukul 11.03 WIB, IHSG meroket 124,798 poin atau setara 1,985 persen ke posisi 6.412.
 
“Namun investor masih terus memantau ketahanan pemulihan ekonomi dan kenaikan komoditas energi yang berpotensi menopang pergerakan IHSG hari ini,” ujar tim analis Reliance Sekuritas Indonesia, dalam hasil risetnya, Rabu, 6 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Adapun mayoritas saham Amerika Serikat (AS) rebound pada Selasa waktu setempat, karena saham teknologi menutup beberapa kerugian sejak Senin. Saham teknologi Facebook (FB) pulih dan naik 2,1 persen di hari terbaiknya dalam lima minggu.
 
Saham Facebook telah turun hampir lima persen pada awal minggu, karena penghentian platform selama berjam-jam, sehingga menambah serangkaian liputan negatif yang meningkatkan pengawasan lebih lanjut terhadap raksasa media sosial itu.
 
“Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun melonjak menjadi 1,53 persen. Selanjutnya investor akan menanti perubahan tenaga kerja nonpertanian AS pada September,” paparnya.
 
Selain itu, pada perdagangan Rabu pagi ini, indeks Nikkei naik 1,25 persen dan Topix menguat hingga 1,45 persen, setelah rekan-rekan di AS ditutup lebih tinggi.
 
“Meski demikian, pedagang masih terus mempertimbangkan ketahanan pemulihan ekonomi terhadap inflasi yang meningkat yang dipicu oleh melonjaknya biaya energi,” jelasnya.
 
Di sisi lain, imbal hasil treasury 10-tahun menuju 1,55 persen dan imbal hasil 30-tahun mencapai tertinggi sejak Juni. Aktivitas sektor jasa AS yang lebih cepat dari perkiraan dan risiko inflasi dari melonjaknya biaya minyak mentah dan gas alam menambah kasus untuk pengurangan pembelian obligasi Federal Reserve.
 
Pedagang pun sedang menunggu data pasar tenaga kerja akhir pekan ini untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek. Dari sektor komoditas, harga minyak WTI naik 0,19 persen, memperpanjang reli dari tertinggi tujuh tahun. Sementara harga batu bara melonjak signifikan sebesar 12,29 persen.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *