Posisi Duduk Memegang Kunci Kenyamanan Berkendara Jarak Jauh

Suara.com – Posisi duduk ergonomis, nyaman dan leluasa membuat kegiatan berkendara menjadi seru. Apalagi bila diterapkan untuk perjalanan jarak jauh. Risiko kelelahan bisa diminimalkan, tubuh tetap bugar sampai di tujuan.

Nilai tambahnya, dengan posisi duduk nyaman, maka konsentrasi dan fokus bisa ditingkatkan, karena unsur ketidaknyamanan sudah ditiadakan. Ujung-ujungnya, kejadian yang tidak diinginkan seperti kecelakaan juga bisa diminimalkan.

Menurut Hariadi, Asst. To Service Dept. Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), kegiatan berkendara juga harus diimbangi peregangan otot dan postur tubuh mesti dipertahankan benar.

“Saat mengemudi, terutama jarak jauh, memang membutuhkan kenyamanan tapi pengendara juga tidak boleh mengesampingkan keamanan. Menjaga kenyamanan saat berkendara dilakukan agar tubuh tetap rileks dan tidak cepat lelah, sehingga dapat menghindari kecelakaan. Namun apabila terjadi kerusakan atau terdapat bagian yang membuat pengendara kurang nyaman, kami mengimbau untuk melakukan pengecekan dan perawatan di bengkel resmi,” tambah Hariadi.

Baca Juga: Komponen Mobil Diolah Jadi Bahan Narkoba, Bengkel Kewalahan Lakukan Perbaikan

Berikut tips yang bisa dicoba ketika berkendara jauh maupun dekat:

Ilustrasi seorang perempuan tua sedang mengemudi mobil (Shutterstock)
Ilustrasi posisi duduk saat mengemudi mobil (Shutterstock)

Posisi Duduk

  • Sebelum memulai perjalanan, pengendara harus mengatur posisi duduk di mobil. Posisi duduk yang benar adalah badan tegak dan membentuk sudut 100 derajat. Caranya dengan mengatur posisi sandaran kursi agar berada pada posisi yang tepat namun tetap rileks, serta pastikan posisi tangan dan kaki tetap bebas bergerak ketika berkendara.
  • Letakkan punggung menempel dengan sandaran jok atau back rest agar tidak mudah letih. Selain itu, perhatikan juga jangkauan penglihatan mata ke area exterior mirror, interior mirror, maupun blind spot area dapat terpantau jelas ketika pengendara sedang mengatur posisi kursi.

Posisi Kepala

  • Pastikan posisi headrest kursi sesuai dengan tinggi kepala pengemudi, dan pastikan posisi kepala tegak sejajar dengan bahu agar konsentrasi dan pandangan ke arah depan kendaraan tidak terganggu.
  • Tinggi headrest yang tepat dapat melindungi kepala dan leher pengendara apabila terjadi benturan keras akibat kecelakaan.
Cara menyetir (Brightside)
Cara menyetir (Brightside)

Posisi Tangan

  • Posisi tangan juga harus diperhatikan agar tetap bebas bergerak dan rileks. Ketika memegang kemudi, sebaiknya ibu jari berada di luar genggaman 4 jari agar terhindar dari cedera ketika menggenggam lingkar kemudi secara penuh. Posisi tangan ketika menggenggam lingkar kemudi juga dianjurkan pada posisi arah pukul 9 dan arah pukul 3.
  • Selalu gunakan kedua tangan ketika memegang lingkar kemudi untuk menjaga refleks bermanuver dan juga demi keselamatan.
Ilustrasi seorang perempuan injak pedal gas mobil. [Shutterstock]
Ilustrasi posisi kaki saat mengemudikan mobil [Shutterstock]

Posisi Kaki

Baca Juga: Bangkitkan Kembali Mobil Klasik, Lamborghini Habiskan Waktu 25.000 Jam

  • Posisi kaki harus disesuaikan dengan kenyamanan pengendara, karena posisi kaki yang tepat akan mencegah nyeri lutut setelah berkendara jarak jauh. Posisi kaki tidak boleh terlalu menekuk maupun terlalu lurus. Kemudian kendalikan tinggi atau rendahnya kursi sesuai dengan postur tubuh, dan pinggul tidak boleh lebih rendah dari lutut karena akan menyumbat peredaran darah ke kaki.
  • Jika mobil tidak memiliki kontrol itu, pengendara dapat menggunakan bantal untuk menjaga pinggul setinggi lutut. Bagi pengendara mobil Suzuki bertransmisi manual, hindari kebiasaan kaki kiri menempel pada permukaan pedal kopling apabila sedang tidak digunakan, agar fungsi kopling dapat selalu berfungsi dengan baik.
  • Perlu diperhatikan juga karpet di bawah area pedal kendaraan dengan selalu menggunakan karpet berpermukaan rata dan tidak bergelombang maupun terlipat, karena bentuk karpet yang bergelombang atau terlipat dikhawatirkan dapat mengakibatkan pedal rentan tersangkut ketika sedang diinjak. Hal itu sangat berbahaya bagi pengendara.
Ilustrasi peregangan. (Shutterstock)
Ilustrasi peregangan otot (Shutterstock)

Melakukan Peregangan Otot

  • Berkendara dengan jarak jauh dan duduk terlalu lama harus diimbangi peregangan otot. Hal ini dilakukan agar peredaran darah lancar dan pengendara tidak merasa kelelahan.
  • Peregangan otot dapat dilakukan setiap dua atau tiga jam sekali ketika badan sudah terasa pegal atau kurang nyaman selama berkendara.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *