Komponen Mobil Diolah Jadi Bahan Narkoba, Bengkel Kewalahan Lakukan Perbaikan

Suara.com – Kepolisian Republik Kongo baru saja membongkar kasus narkoba “unik” yang memanfaatkan suku cadang mobil sebagai peranti pendukung.

Terjadi pada Agustus 2021, polisi setempat menciduk hampir 100 orang yang diduga pengedar dan pengguna narkoba “bom”.

“Fenomena sosial ini menuntut tanggung jawab kolektif seluruh bangsa,” jelas Felix Tshisekedi, Presiden Republik Demokratik Kongo, seperti dikutip dari New York Post.

Sebelumnya, sekelompok pemuda tertangkap di sebuah gubuk di pinggiran Kinshasa, sedang membuka sekantong bubuk cokelat. Mereka lalu mencampurnya dengan beberapa pil yang dihancurkan, kemudian dikonsumsi dengan cara dihirup.

Baca Juga: Bangkitkan Kembali Mobil Klasik, Lamborghini Habiskan Waktu 25.000 Jam

Penampang catalytic converter saat dibuka. Sebagai ilustrasi [YouTube: The Auto Rules].
Penampang catalytic converter saat dibuka. Sebagai ilustrasi [YouTube: The Auto Rules].

Dalam beberapa menit, orang yang mengonsumsi akan memasuki fase gelisah dan berujung tak bergerak selama berjam-jam atau bahkan tidur selama berhari-hari.

“Kami biasa minum wiski dengan kadar alkohol tinggi. Kami gelisah dan ingin menyakiti orang,” begitu pengakuan Cedrick, seorang pemimpin geng berusia 26 tahun.

Namun, efek beda akan didapat bila menggunakan “bom” yang mengandung bubuk cokelat tadi. Disebutkannya bahwa efek yang diperoleh adalah menenangkan, bisa tertidur, berdiri atau duduk dalam waktu sangat lama.

“Setelah fase ini selesai, kami bisa pulang tanpa mengganggu siapa pun, tanpa menyakiti orang lain,” ungkap Cedrick.

Nah, apakah sejatinya bubuk cokelat yang digemari para pengguna narkoba itu?

Baca Juga: Kisah Simu Liu, Pemeran Utama Shang-Chi yang Menjadi Brand Ambassador Jaguar

Bahan ini ternyata honeycomb keramik catalitic converter kendaraan. Fungsinya adalah penyaring gas beracun dalam pipa knalpot kendaraan.

Tresore Kadogo, mekanik yang berbasis di Kinshasa menyebutkan bahwa catalytic converter dilapisi bahan-bahan logam seperti platinum, paladium dan rhodium. Bagian itulah yang dicuri lantas diolah menjadi bubuk cokelat.

Gara-gara meningkatnya permintaan bubuk cokelat ini, banyak pencurian terjadi. Maling hanya mengambil bagian catalytic converter dan meninggalkan mobil begitu saja. Bahkan kadang tak perlu dipindahkan lokasinya.

Tresore Kadogo menyebutkan bahwa antara lima sampai 10 klien datang kepadanya setiap hari dengan masalah yang sama. Knalpot mesti diganti.

“Kami cek kolong mobil dan catalytic converternya sudah hilang, sudah dipotong,” keluh Tresore Kadogo.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *