Hindari Pakai Oli yang Sudah Lewat Masa Pakainya, Ini Cara Baca Kode Produksi

Suara.com – Ganti oli menjadi kegiatan rutin para pemilik kendaraan. Dalam setahun, mungkin melakukan kegiatan ini dua sampai tiga kali.

Selain pemilihan oli mesin terbaik yang sesuai dengan kebutuhan spesifikasi mesin, ada hal lain pula yang harus kita lakukan saat mengganti pelumas kendaraan ini. Yaitu mengetahui masa kedaluwarsa oli, atau expired date.

Untuk mengetahuinya, harus cari dan lihat batch number atau kode produksi oli itu. Biasanya ditulis dalam print laser maupun sablon, bisa juga diembos pada kemasan.

Deretan pelumas dari pelbagai merek. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].
Macam-macam pelumas kendaraan, sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Kode penulisannya juga berbeda-beda, ada yang lengkap menulis production date dan expired date, ada juga yang hanya mencantumkan kode tanggal produksinya saja.

Baca Juga: Pentingkah Gunakan Engine Flush saat Ganti Oli Mobil?

Lalu bagaimana cara membaca kode produksi, agar jadi tahu tanggal produksinya?

Untuk mengetahuinya sebenarnya gampang-gampang susah. Karena setiap brand, punya cara dan kode masing-masing.

Berikut penulisan kode umum dan cara membacanya, seperti dikutip dari laman Deltalube.

Misalnya tertulis 11019G05A. Berikut adalah cara membacanya:

  • A : kode lokasi produksi
  • 05 : tanggal
  • G : bulan (A=Januari, B= Februari, dst. I biasanya dilewat. September=J)
  • 19 : tahun (2019).

Jadi oli contoh itu diproduksi pada 5 Juli 2019. Tapi ada juga yang cara membacanya terbalik. Contohnya X12D8. X kode lokasi, 12 tanggal, D bulan, dan 8 tahun. Jadi oli ini diproduksi tanggal 12 April 2008. Ada juga produsen oli yang menuliskan kode seperti ini 09231.

Baca Juga: Niatnya Mengganti Oli Mobil Malah Kena Apes, Aksi Lelaki Ini Berakhir Kocak

Cara membacanya adalah dua digit pertama menandakan tahun, tiga digit setelahnya menandakan hari. Jadi oli ini dibuat di hari ke-231 tahun 2009.

Setelah tahu tanggal produksinya, umumnya oli mesin punya masa simpan selama lima tahun. Jadi setelah lima tahun berlalu sejak tanggal produksinya, oli itu sudah dianggap kedaluwarsa. Selain masa simpan selama lima tahun, banyak juga faktor lain yang memengaruhi kualitas oli.

Misalnya oli disimpan di tempat panas atau kena matahari langsung, masa simpannya akan berkurang. Dengan kata lain, kurang dari lima tahun, oli tadi sudah tidak layak lagi digunakan.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *