Haris Azhar Desak Luhut Buktikan Tudingannya Salah

Jakarta: Aktivis Haris Azhar emoh melaporkan balik Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ke Polda Metro Jaya. Dia memilih Luhut membuktikan tudingannya tidak benar. 
 
“Saya tidak mau seperti kliennya Juniver Girsang (Luhut). Kalau saya lebih, silakan membuktikan omongannya. Kami dorong dia untuk membuktikan,,” kata Haris saat dikonfirmasi, Selasa, 5 Oktober 2021.
 
Haris memilih tidak melapor balik bukan karena tidak mau menempuh jalur hukum. Melainkan, dia ingin membuktikan dirinya menganut kebebasan berpendapat. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Nah, kalau ada yang berpendapat tetapi tidak punya bukti itu kan diketawain orang,” ujar Direktur Eksekutif Lokataru itu.
 
Luhut melaporkan Haris Azhar dan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya. Keduanya dinilai mencemarkan nama baik.
 
Kasus ini berawal dari unggahan video berjudul ‘Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya’ yang diunggah di akun Youtube Haris Azhar pada 20 Agustus 2021. Video membahas laporan sejumlah organisasi termasuk KontraS tentang bisnis para pejabat atau purnawirawan TNI di balik bisnis tambang emas atau rencana eksploitasi wilayah Intan Jaya, Papua.
 
PT Tobacom Del Mandiri, anak usaha Toba Sejahtera Group, disebut terlibat dalam bisnis tambang di Intan Jaya, Papua. Luhut disebut merupakan salah satu pemegang saham di Toba Sejahtera Group.
 
Baca: Polisi Periksa Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti Pekan Depan
 
Luhut mengaku telah melayangkan dua kali surat somasi kepada dua pimpinan lembaga swadaya masyarakat (LSM) itu agar segera meminta maaf. Namun, keduanya tak kunjung meminta maaf atas pernyataan yang diduga menuding Luhut terlibat dalam bisnis tambang emas dan eksploitasi wilayah Intan Jaya.
 
Laporan Luhut teregistrasi dengan nomor STTLP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, tanggal 22 September 2021. Kedua terlapor dipersangkakan Pasal 45 ayat (3) jo 27 ayat (3) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *