Raih Pendanaan Rp2,2 Triliun, Fintech Ini Masuk Jajaran Unicorn di Indonesia

Jakarta: Ajaib, fintech investasi saham dan reksa dana, memperoleh pendanaan Seri B senilai USD153 juta atau setara Rp2,2 triliun (kurs Rp14.350 per USD) dari DST Global. Aksi ini menjadikan Ajaib sebagai fintech unicorn investasi pertama di Asia Tenggara.
 
Adapun pendanaan Seri B ini dipimpin oleh DST Global bersama dengan investor terdahulu Ajaib, yaitu Alpha JWC, Ribbit Capital, Horizons Ventures, Insignia Ventures, dan SoftBank Ventures Asia. Dengan ini, maka total pendanaan yang dikumpulkan Ajaib sepanjang 2021 menjadi USD243 juta atau hampir Rp3,5 triliun.
 
Komisaris Utama Ajaib Group Andi Gani Nena Wea mengatakan, masuknya Ajaib ke jajaran perusahaan unicorn di Indonesia bukan hanya membanggakan bagi perusahaan, tapi juga bangsa Indonesia. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing di pasar global.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Begitu membanggakannya prestasi yang telah dicapai Ajaib. Ini tak lepas dari dukungan pemerintah dan stakeholder terkait,” kata Andi Gani dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Senin, 4 Oktober 2021.
 
Dengan ini, tegas Andi Gani, Ajaib Group memastikan akan terus berkomitmen untuk memberikan edukasi keuangan terutama dalam bidang investasi bagi masyarakat Indonesia.
 
Sementara itu, Co-Founder & CEO Ajaib Group Anderson Sumarli mengatakan perusahaan akan menggunakan dana tersebut untuk merekrut secara besar-besaran talenta terbaik dan melakukan kampanye edukasi untuk menginspirasi lebih banyak investor pemula.
 
“Misi kami adalah untuk menyambut investor generasi baru ke layanan keuangan modern. Indonesia masih memiliki penetrasi investor saham sebesar satu persen dan perjalanan kami masih panjang untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan di Indonesia,” jelasnya.
 
Misi ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan serta memperkuat pasar modal Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda. Menurut hasil survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2020, tingkat literasi keuangan di pasar modal masih relatif rendah yaitu hanya 4,9 persen dan tingkat inklusi hanya 1,6 persen.
 
Ajaib sendiri telah mendapatkan satu juta investor ritel saham dari total 2,7 juta investor saham yang ada di Indonesia. Pertumbuhan jumlah investor ritel saham yang cepat ini diharapkan akan terus berlangsung dan berkelanjutan.
 
“Ajaib selama ini berkomitmen untuk memberikan edukasi keuangan terutama dalam bidang investasi melalui Program Generasi Saham. Program itu telah dilakukan bersama BEI (Bursa Efek Indonesia) di berbagai daerah dengan literasi keuangan rendah,” papar Anderson.
 
Managing Partner DST Global Thomas Stafford menambahkan, saat ini ada enam startup yang memiliki valuasi di atas USD1 miliar, yaitu GoTo, Bukalapak, Traveloka, OVO, J&T Express, dan Xendit. Sehingga, Ajaib kini resmi masuk jajaran unicorn ke-7 di Indonesia.
 
“Masuknya Ajaib ke jajaran perusahaan unicorn asal Tanah Air ini merupakan wujud nyata dari aspirasi tersebut. Pertumbuhan Ajaib merupakan bukti kebangkitan kekuatan investor ritel di negara berpenduduk terbesar keempat di dunia,” pungkas Thomas.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *