Model Pembelajaran Hybrid Dinilai Menyulitkan Guru ‘Senior’

Jakarta: Kabid Advokasi Guru, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri, menyebut para guru ‘senior’ seperti dipaksa ‘berlari’ oleh pemerintah di tengah pandemi covid-19. Para guru senior tersebut dipaksa untuk segera mampu memahami konsep Merdeka Belajar yang digagas Mendikbudristek Nadiem Makarim.
 
“Sedih juga kita melihat guru tua kita berlari. Merdeka Belajar itu kan ngajak berlari, tapi kita prihatin lah,” kata Iman dalam siaran youtube Vox Populi Indonesia, dikutip Senin, 4 Oktober 2021.
 
Terlebih, kata dia, saat ini adanya arahan untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara bersamaan. Menurut dia, sejak masa awal pandemi, para guru senior sudah tertatih memahami PJJ, kini harus belajar lagi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Baca: 5 Literasi Ini Wajib Dikuasai Guru Madrasah di Era Digital
 
“Ibaratnya kemarin sudah mulai paham dan sekarang mulai mengejar, kini ada lagi PTM terbatas,” ujarnya.
 
Menurut Iman, PTM terbatas berbarengan dengan PJJ akan menyulitkan kembali adaptasi para guru. Model yang dikenal dengan hybrid learning ini tentu akan membutuhkan waktu lagi buat dipahami para guru, khususnya yang sudah berusia tua.
 
Seharusnya kata dia, pemerintah fokus saja dalam PJJ. Terlebih saat ini masih di dalam pandemi.
 
“Ya meskipun ada penurunan kasus, tapi kan tidak semua daerah itu bisa di bawah 5 persen positivity ratenya. Ini kan sekarang yang jelas PJJ ada kesalahan harusnya ini yang mesti diselesaikan dulu,” terangnya.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *