Harga Emas di Asia Dekati Level Tertinggi dalam Dua Minggu

Singapura: Harga emas mencapai tertinggi hampir dua minggu di perdagangan Asia pada Senin pagi, karena dolar AS yang lebih lemah mengimbangi spekulasi bahwa Federal Reserve AS dapat mulai mengurangi pembelian aset pada era pandemi secepatnya.
 
Dikutip dari Antara, Senin, 4 Oktober 2021, emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi diperdagangkan di USD1.764,60 per ounce pada pukul 01.12 GMT, setelah mencapai USD1.765,54, tertinggi sejak 23 September. Emas berjangka AS juga menguat 0,4 persen menjadi diperdagangkan pada USD1.764,90 per ounce.
 
Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun ke level terendah sejak 29 September 2021 hal ini membuat emas lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Federal Reserve AS mungkin hampir memenuhi mandat inflasi yang ditetapkan untuk menaikkan suku bunga, kata Presiden Fed Bank Philadelphia Patrick Harker, tetapi mungkin satu tahun atau lebih lama sebelum tujuan kerja bank sentral terpenuhi untuk memungkinkan kenaikan suku bunga aktual.
 
Persyaratan The Fed untuk menaikkan suku bunga dapat dipenuhi pada akhir 2022, Presiden Fed Bank Cleveland Loretta Mester memperkirakan inflasi akan kembali ke target bank sentral tahun depan.
 
Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai inflasi, meskipun pengurangan stimulus bank sentral dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah lebih tinggi, yang pada gilirannya diterjemahkan menjadi peluang kerugian yang lebih tinggi memegang emas yang tidak membayar bunga.
 
Permintaan emas fisik juga meningkat di konsumen utama Tiongkok minggu lalu dan ada peningkatan aktivitas di pusat Asia lainnya termasuk Singapura.

 

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *