Berkontribusi Tinggi, Kemenperin Dorong Pengembangan Kawasan Industri di Jawa Barat

Jakarta: Aktivitas sektor industri selama ini telah berperan penting dalam memberikan efek yang luas bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah, salah satunya di wilayah Jawa Barat. Oleh karenanya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memfasilitasi pembangunan kawasan industri untuk menampung investasi di wilayah tersebut.
 
“Kami terus berupaya mengawal program dan kebijakan sektor industri agar tepat sasaran, termasuk dalam upaya mempercepat pengembangan kawasan industri di seluruh wilayah Indonesia,” kata Inspektur Jenderal Kemenperin Masrokhan, dalam keterangan resminya, Senin, 4 Oktober 2021.
 
Ia bilang Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang memberikan kontribusi signfikan pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Tercatat pada 2020, Provinsi Jawa Barat memberikan kontribusi sebesar Rp626 triliun atau 14,05 persen bagi PDB nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Sektor industri pengolahan di Provinsi Jawa Barat menjadi kontributor terbesar bagi struktur PDRB Provinsi Jawa Barat, yaitu hingga 41,81 persen,” ujar Masrokhan.
 
Berdasarkan komoditasnya, ekspor Jawa Barat di triwulan I-2021 didominasi oleh produk elektronik dengan pangsa sebesar 18,76 persen dari total ekspor, kemudian produk otomotif sebesar 17,67 persen, Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) sebesar 14,84 persen, serta kimia sebesar 7,92 persen.
 
Secara khusus, ekonomi Jawa Barat pada triwulan II-2021 secara tahun ke tahun (yoy) tumbuh sebesar 6,13 persen. Hal ini menunjukkan pada triwulan II-2021 perbaikan ekonomi sudah terlihat semakin membaik, setelah empat triwulan terakhir ekonomi terkonstraksi karena dampak pandemi covid-19.
 
“Sejalan dengan Provinsi Jawa Barat, industri pengolahan nonmigas juga berperan penting menjadi kontributor terbesar bagi struktur PDRB Kabupaten Bogor sebesar 53,67 persen,” sebut Masrokhan.
 
Oleh karena itu, Kemenperin memberikan apresiasi terhadap kinerja sektor industri di Jawa Barat, khususnya di Bogor. Kemenperin mencatat, saat ini secara keseluruhan terdapat 42 kawasan industri diJawa Baratyang telah memiliki izin usaha kawasan industri dan telah beroperasi. Seluruh kawasan industri tersebut menempati lahan lebih dari 19.602,92 hektare.
 
“Jawa Barat adalah provinsi yang memiliki kawasan industri terbanyak dan lahan industri terluas di Indonesia,” kata Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin Ignatius Warsito.
 
Untuk mencapai sasaran pembangunan dan peningkatan pemakaian lahan peruntukan industri, Kemenperin melakukan berbagai program, di antaranya pembangunan sumber daya industri, pembangunan sarana dan prasarana industri, pemberdayaan industri, pembangunan perwilayahan industri, pemberdayaan IKM, serta melakukan pengembangan Kawasan Industri Halal.
 
“Kawasan Industri Sentul merupakan salah satu kawasan industri yang telah memiliki IUKI dan telah beroperasi di Provinsi Jawa Barat dan tercatat mengembangkan lahan seluas kurang lebih 120 hektar dan dihuni oleh industri PMA maupun PMDN,” ujar Warsito.
 
KI Sentul telah didukung dengan berbagai fasilitas infrastruktur untuk menciptakan kenyamanan pelaku usaha maupun industri, antara lain pengolahan air bersih (WTP), jaringan pipa gas, gardu induk PLN, jaringan telepon, jaringan internet, jaringan jalan dan akses ke pelabuhan berupa jalan tol.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *