Diperbaiki, Rumah di Kawasan Kumuh Gorontalo Jadi Objek Wisata

Gorontalo: Pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah oleh Kementerian PUPR di Provinsi Gorontalo menjadi objek wisata. Bedah rumah tak hanya mampu meningkatkan kualitas hunian tapi meningkatkan perekonomian masyarakat.
 
“Kami ingin masyarakat menikmati hasil pembangunan yang dilaksanakan 
pemerintah melalui program BSPS,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid dalam keterangan tertulis, Sabtu, 2 Oktober 2021.
 
Menurut Khalawi, bedah rumah adalah salah satu bagian dari program Sejuta Rumah yang perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pasalnya, program tersebut mendorong peran aktif dari berbagai pihak untuk mewujudkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Ke depan, pihaknya akan berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya agar pelaksanaan Program BSPS bisa disinergikan dengan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dan program pembangunan infrastruktur lainnya. Dengan demikian, selain meningkatkan 
kualitas rumah yang tidak layak, Kementerian PUPR juga akan menata lingkungan serta sanitasi masyarakat.
 
“Dalam program BSPS di Gorontalo kami mendapat bantuan dari Rahmat Gobel. Beliau menginisiasi agar rumah-rumah penerima program BSPS bisa lebih menarik dengan lukisan mural warna warni dan berbagai gambar 3D. Hal ini membuat rumah di sini lebih menarik dan menjadi objek wisata baru bagi masyarakat,” katanya. 
 
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Sulawesi I Recky Walter Lahope didampingi Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Gorontalo Alwi Mahdali mengungkapkan, setidaknya ada sekitar 20 unit rumah yang mendapat bantuan bedah rumah.
 
Di antaranya di Kelurahan Dembe Satu, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo di cat berwarna warni dan di lukis mural 3D. Lukisan muralnya pun beraneka ragam ada yang bergambar kapal laut seperti Titanic, hewan dan aneka lukisan lainnya.
 
Tak hanya itu, sebagian masyarakat yang berprofesi sebagai pengepul barang bekas juga banyak menggunakan besi-besi seperti rangka sepeda dan botol bekas untuk dijadikan pagar. Meskipun bantuan program BSPS yang diberikan hanya Rp20 juta, namun hasil pembangunan rumahnya sangat baik dan menarik.
 
“Kami berharap daerah ini yang rumahnya sebelumnya tidak layak setelah berubah layak dan berwarna warni bisa menjadi Kampung Warna Warni yang menarik wisatawan dan menambah pendapatan masyarakat di masa pandemi ini,” ungkapnya.
 
Lurah Dembe Satu, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo Adriyun Katili mengaku dirinya mewakili masyarakat sangat berterimakasih. Dirinya mengungkapkan, sebelum mendapat bantuan ini rumah-rumah masyarakat sangat tidak layak dan terkesan kumuh. 
 
“Kami sangat mendukung pelaksanaan program BSPS ini dan berharap jumlahnya bisa lebih ditingkatkan sehingga lebih banyak masyarakat yang rumahnya menjadi layak huni,” ujarnya.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *