Kemenhub tandatangani kontrak rekonstruksi pelabuhan Pantoloan Palu

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melakukan acara penandatanganan Kontrak Package Civil Works (CW) Sea Port 3: Works for Reconstruction of Pantoloan Port yang merupakan awal proses pekerjaan fisik Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Teluk Palu, yaitu rekonstruksi Terminal Pantoloan.

Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Senior Vice President Infrastruktur PT Amarta Karya (Persero), Donald Pandapotan Silalahi bersama Pejabat Pembuat Komitmen Satuan Kerja Peningkatan Fungsi Kepelabuhanan Pusat, Fandhika Putera Santoso dan disaksikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang diwakili Direktur Kepelabuhanan, Subagiyo.

Subagiyo menjelaskan bahwa Terminal Pantoloan merupakan Pelabuhan Utama di Teluk Palu dan merupakan pintu masuk logistik pendukung perekonomian wilayah yang sampai saat ini masih beroperasi dan melayani logistik masyarakat di Kota Palu.

“Namun demikian, pasca bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Indonesia pada Tahun 2018, Terminal Pantoloan mengalami kerusakan yang efeknya cukup membatasi operasional kepelabuhanan,” kata Subagiyo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Subagiyo mengatakan, saat ini sedang melaksanakan program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana terhadap infrastruktur pelabuhan-pelabuhan di Teluk Palu, Sulawesi Tengah.

Kata dia, program tersebut didanai melalui Pinjaman Luar Negeri Asian Development Bank (ADB) yang telah efektif dilaksanakan sejak 4 November 2019 hingga tahun 2023.

Pihaknya berharap dengan dilaksanakannya pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi Terminal Pantoloan ini dapat mengoptimalkan serta meningkatkan pelayanan publik, yang tentunya menunjang perekonomian di Kota Palu.

“Kami mengapresiasi dan berharap seluruh stakeholder yang terlibat dapat berkomitmen penuh dalam melaksanakan pekerjaan rekonstruksi Terminal Pantoloan dan selalu memperhatikan setiap aspek penting dalam pelaksanaannya,” ujarnya.

Subagiyo menambahkan, Kemenhub juga meminta agar PT. Amarta Karya – Setia Mulia Abadi, KSO selaku penyedia jasa konstruksi untuk paket pekerjaan ini dapat melaksanakan komitmen-komitmen yang telah disepakati dalam kontrak agar program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana khususnya di Terminal Pantoloan dapat berjalan dengan lancar sesuai target yang telah ditentukan.

Sebagai informasi, kegiatan Civil Work Sea Port 3: Reconstruction of Pantoloan Port yang termasuk ke dalam program Emergency Assistance for Rehabilitation and Reconstruction atau disingkat EARR Palu yang dibiayai pinjaman luar negeri Asian Development Bank (ADB).

Kementerian Perhubungan melalui program EARR Teluk Palu berkomitmen untuk mengembalikan fungsi fasilitas dan pelayanan Terminal Pantoloan.

Adapun Pekerjaan Rekonstruksi Terminal Pantoloan mencakup pekerjaan rehabilitasi fasilitas laut, termasuk di dalamnya melanjutkan extension upperstructure dermaga, serta pekerjaan fasilitas sisi darat seperti area kantor dan pelayanan umum.

Baca juga: Jalan Pantai Teluk Palu dikembalikan fungsinya sebagai jalur logistik
Baca juga: Ratusan orang bersihkan Teluk Palu lewat aksi Menghadap Laut 2.0
Baca juga: Warga dilarang berenang di Teluk Palu setelah kejadian serangan buaya

 

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *