Tiga Cara Minimalisir Risiko dan Tingkatkan Produktivitas Armada Logistik

Suara.com – Bisnis logistik punya potensi besar di Indonesia dan pandemi COVID-19, yang mengubah perilaku konsumen untuk berbelanja dari rumah, semakin menonjolkan pentingnya sektor logistik di Tanah Air. Sektor logistik di Indonesia bahkan disebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara.

Meski demikian masih banyak tantangan untuk meminimalisir risiko dan meningkatkan produktivitas armada logistik di Indonesia yang memiliki kondisi geografis dan infrastruktur terbatas.

Menurut laporan firma riset Kean Research, pendapatan logistik Indonesia pada 2020 kemarin adalah 220,9 miliar dolar AS dan meningkat menjadi 300 miliar dolar AS pada 2024 mendatang. Pendapatan tersebut termasuk angkutan barang, kurir, parsel, hingga segmen rantai dingin.

Sayangnya ada beberapa tantangan utama di sektor logistik Indonesia. Termasuk yang paling utama adalah kondisi geografis, selain infrastruktur logistik di Tanah Air yang belum memadai.

Baca Juga: Duet Milenial di Balik Penguasa Pasar GPS Tracker

Untuk mengatasi masalah geografis manajemen armada yang andal bisa menjadi solusi ampuh. Di Tanah Air, kini ada sejumlah perusahaan yang menyediakan layanan manajemen armada. Salah satu di antaranya adalah TransTRACK.ID, sebuah startup yang Agustus lalu menerima pendanaan tahap awal dari beberapa investor ventura.

Ada 3 alasan mengapa layanan manajemen armada atau fleet management bisa menjadi solusi untuk meningkatkan produktifitas dan meminimalisir risiko sektor logistik.

  1. Perlindungan dari kecelakaan
    Risiko kecelakaan masih merupakan salah satu momok bagi bisnis logistik di Indonesia. Menurut data Korps Lalu Lintas Kepolisian (Korlantas), angka kecelakaan di Indonesia terus naik dari tahun ke tahun.

    Pada 2018 misalnya jumlah kecelakaan sebanyak 109.215, lalu naik menjadi 116.411 di 2019. Pada 2020 angka kecelakaan turun 14 persen akibat ketatnya pembatasan pergerakan selama pandemi COVID-19.

    Untuk meminimalisir risiko, maka sebaiknya menggunakan perusahaan jasa manajemen armada yang menawarkan asuransi kecelakaan. TransTRACK.ID adalah salah satu yang menyediakan perlindungan ini.

    TransTRACK.ID memiliki program We Care yang menyediakan kompensasi bernama Unnamed Insurance. Pada asuransi kecelakaan ini, yang diasuransikan adalah peranti. Sehingga siapa pun yang menggunakan peranti manajemen armada TransTRACK.ID, bila terjadi kecelakaan dipastikan bisa mengeklaim asuransi.

    Unnamed Insurance ini besarnya beragam, mulai dari Rp 5 juta untuk Santunan Pengobatan sampai Rp 50 juta untuk cacat atau kematian. Cover asuransi ini untuk dua orang.

  2. Minimalisir risiko dan pengawasan real time
    Salah satu solusi yang ditawarkan oleh perusahaan manajemen armada adalah pengawasan secara real time. TransTRACK.ID, misalnya, dengan teknologi kamera dan GPS Tracker, mampu mengawasi kendaraan, pengemudi, dan muatan secara real time.

    Untuk menjalankan fungsi ini, TransTRACK.ID memiliki beberapa fitur yakni:

    a. Door Sensor
    Fitur ini berfungsi memantau muatan secara real time dan akan memberikan informasi saat pintu kargo dibuka atau ditutup.

    b. Driver behaviour
    Teknologi ini berfungsi untuk memantau pengemudi atau sopir yang ugal-ugalan. Seperti diketahui, perilaku pengemudi sangat berpengaruh terhadap keselamatan, efisiensi bahan bakar dan produktivitas.

    c. Driver ID
    Fitur ini berfungsi untuk memantau dan memastikan bahwa pengemudi kendaraan adalah orang yang memang berwenang atau ditugaskan oleh perusahaan. Dengan fitur ini hanya sopir yang ditugaskan yang bisa membawa kendaraan.

    d. Camera/Dashcam
    Fitur ini merupakan kamera realtime yang tidak saja memantau kondisi di dalam kabin kemudi, tetapi juga secara terintegasi memantau konsidi di luar kendaraan. Fitur ini penting untuk menjamin keamanan selama perjalanan.

  3. Menjamin produktivitas
    Untuk menjaga produktivitas, sebuah armada logistik harus dijalankan secara efisien sekaligus efektif. Salah satu faktor kunci dalam operasi armada adalah efisiensi bahan bakar.

    Untuk memastikan efisiensi operasi, perusahaan manajemen armada yang baik harus memiliki fitur pemantau konsumsi bahan bakar. Sebagai contoh TransTRACK.ID memiliki fitur Fuel Monitoring yang berfungsi untuk memantau kondisi bahan bakar kendaraan. Teknologi ini sangat membantu untuk menjaga penyalahgunaan bahan bakar oleh pengemudi.

    Selain itu, untuk mendukung produktivitas, TransTRACK.ID dilengkapi dengan fitur Sensor Suhu yang saat ini terasa sangat penting dalam bisnis logistik, khususnya pengiriman paket F&B dan juga obat-obatan, termasuk vaksin.

    Fitur ini akan memantau suhu kargo dan sangat bermanfaat untuk memastikan makanan atau obat-obatan di dalam kargo tidak rusak akibat suhu yang terlalu panas atau sebaliknya terlalu dingin.

Untuk mengenal lebih jauh layanan manajemen armada TransTRACK.ID, silahkan kunjungi website resmi perusahaan transtrack.id atau akun Instagram resmi di @transtrack.id.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *