Tertarik Terjun ke Dunia Kripto? Pemula Perlu Tahu 5 Hal Ini

Belakangan ini, issue mengenai cryptocurrency mulai ramai kembali diperbincangkan di kalangan para investor dan trader di Indonesia. Bahkan, berdasarkan data dari Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) menyatakan bahwa transaksi aset kripto di Indonesia hingga bulan Agustus 2021 ini sudah menembus angka lebih dari 470 triliun rupiah.

Bagi kamu yang masih asing tentang cryptocurrency atau mata uang kripto, tentunya bertanya-tanya mengapa investasi atau trading mata uang kripto ini bisa melonjak secara drastis. Jika kamu merupakan pemula yang tertarik terjun ke dunia kripto, maka simak dulu 5 hal penting yang perlu diperhatikan sebagai berikut

1. Pahami Apa itu Kripto?

Bitcoin-Blockchain_

Meskipun ramai diperbincangkan, namun ternyata banyak yang belum memahami apa yang dimaksud dengan kripto itu sendiri. Cryptocurrency atau mata uang kripto dapat diartikan sebagai mata uang virtual digital yang tidak memiliki bentuk fisik, dimana penggunaannya bersifat terenskripsi, terdesentralisasi, dan dilakukan secara peer-to-peer sehingga tidak melibatkan pihak ketiga.

Proses transaksi menggunakan mata uang kripto hanya dapat dilakukan secara virtual, yaitu melalui jaringan internet dengan dukungan platform yang disebut blockchain. Dalam perkembangannya, mata uang kripto yang sebelumnya bertujuan sebagai alat transaksi pun, kini berubah menjadi salah satu aset digital yang memiliki nilai dan dapat diperjualbelikan.

Kini, sama halnya seperti forex dan saham, mata uang kripto pun kian ramai diburu sebagai instrumen investasi atau pun trading. Dan salah satu mata uang kripto yang paling terkenal adalah Bitcoin.

2. Ketahui Jenis-Jenis Mata Uang Kripto

altcoin_

Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan mata uang kripto, pertanyaan selanjutnya yang paling sering ditanyakan oleh banyak orang adalah apa itu bitcoin? apa itu ethereum? dan pertanyaan seputar jenis-jenis koin lainnya.

Di dalam cryptocurrency, terdapat beragam jenis mata uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, BNB, Cardano, Doge, Matic, dan lain sebagainya. Bitcoin sendiri merupakan mata uang kripto pertama yang paling populer hingga saat ini, sebelum altcoin lainnya bermunculan.

Lalu apa itu altcoin? Altcoin merupakan alternatif koin yang kemudian bermunculan sebagai kompetitor untuk menyaingi kesuksesan Bitcoin. Bahkan, tercatat ada lebih dari 9000an altcoin yang beredar di pasar kripto saat ini. Namun, tentu saja pasar terbesar masih dipegang oleh sang pelopor Bitcoin.

Adapun beberapa altcoin yang menjadi kompetitor terberat dari Bitcoin saat ini adalah Ethereum (ETH) dan Binance (BNB). Jenis-jenis mata uang kripto inilah yang perlu kamu pelajari lebih dalam untuk menentukan mata uang kripto mana yang akan kamu pilih untuk dijadikan aset investasi atau instrument trading.

Biasanya, kebanyakan dari pelaku pasar kripto memecah alokasi aset kripto mereka di beberapa koin berbeda untuk meminimalisir kerugian dan melakukan subsidi silang. Sebagian besar cenderung untuk berinvestasi di koin yang fundamentalnya sudah teruji, namun sebagian lagi tak jarang juga iseng dengan membeli koin-koin yang belum jelas pergerakannya, atau sering disebut dengan “koin micin”.

3. Pelajari Kelebihan dan Kekurangan Kripto

investasi-cryptocurrency-1_

Seperti halnya alat investasi lainnya, aset kripto tentu menjanjikan sejumlah keuntungan yang tidak sedikit. Namun di sisi lain, perlu diingat bahwa di saat yang sama kripto juga beresiko merugi.

Lonjakan harga jual beli mata uang kripto yang terbilang sangat fluktuatif atau memiliki tingkat volatilitas yang sangat tinggi, membuat seseorang bisa meraup keuntungan sebesar-besarnya dalam waktu singkat atau justru sebaliknya. Untuk itulah penting sekali bagi kamu untuk mempelajari kapan waktu yang tepat untuk membeli, dan kapan harus menjual aset kriptomu.

Kebanyakan dari para pemula, sering terbawa arus dan justru membeli mata uang kripto di saat harganya sedang merangkak naik dengan harapan harga kripto akan semakin tinggi. Sebaliknya, begitu harga kripto dibanting ke harga yang sangat rendah, banyak dari mereka yang justru menjual asetnya karena ketakutan bahwa harga akan semakin merosot. Padahal, inilah saat yang tepat untuk menambah aset kripto dan menghindari cutloss atau rugi.

Fenomena dari bearish dan bullish market inilah yang perlu dipahami lebih jauh agar tidak terjadi panic buying dan panic selling. Oleh karena itu, bagi kamu yang secara psikologi tidak siap dengan atmosfer dunia kripto yang demikian, sebaiknya pelajari lebih dalam mengenai hal ini sebelum memulai terjun lebih jauh.

4. Hindari Menggunakan Uang Panas

uang panas

Tidak sedikit orang yang tergiur dengan keuntungan berkali-kali lipat dari fluktuasi nilai aset kripto. Hal inilah yang memicu banyak orang gelap mata dan menghalalkan segala cara untuk memperbanyak aset kripto, termasuk dengan cara menggunakan uang pinjaman yang berbunga, uang dapur untuk keperluan sehari-hari, hingga uang yang biasa kita sebut sebagai uang panas.

Padahal pada kenyataannya, harga kripto tidak melulu selalu naik dan tidak bisa diprediksi kapan akan turun dan sebaliknya. Untuk itulah, sangat penting bagi kamu untuk menggunakan uang dingin agar dimana ketika harga aset berada di bawah harga pembelian, kamu masih bisa tetap santai dan tidak tergesa untuk menjual aset kriptomu dengan harga rugi atau cutloss.

Selama kamu menggunakan uang dingin atau uang berlebih, kamu tidak akan merasa terdesak untuk menjual aset kripto sembari menunggu harganya stabil atau naik kembali. Sebaliknya, mereka yang menggunakan uang panas sering kali terpaksa cutloss karena uang yang dipakai merupakan uang pinjaman berbunga yang harus segera dikembalikan. Jadi, harus bijak dalam mengelola keuangan dapur dan investasimu, ya!

5. Pilih Platform yang Mudah, Aman, dan Terpercaya

pintu_

Semakin menjamurnya investasi dan trading aset kripto di Indonesia, tentunya berbanding lurus dengan munculnya berbagai platform yang mendukung transaksi tersebut. Akan tetapi, dari sekian banyak platform yang ada di pasaran, manakah yang paling mudah, aman dan terpercaya?

Di Indonesia sendiri terdapat beberapa aplikasi besar yang paling sering digunakan, diantaranya adalah Binance, Pintu, Indodax, Zipmex, Tokocrypto, dan masih banyak lagi. Namun bagi kamu yang lebih menyukai aplikasi yang praktis, aman, dan anti ribet, aplikasi Pintu adalah yang paling kami rekomendasikan.

Berada di bawah naungan PT Pintu Kemana Saja, Pintu merupakan aplikasi termudah yang bisa kamu gunakan tidak hanya untuk memantau pergerakan harga aset kripto secara real time, tetapi juga untuk melakukan transaksi jual beli aset kripto mulai dari Bitcoin, dan alt coin lainnya secara cepat dan instan. Tidak hanya itu, kamu juga dapat membaca berita-berita terbaru seputar kripto di aplikasi ini.

Selain interfacenya yang simple dan mudah dimengerti, keunggulan lainnya dari aplikasi Pintu adalah kamu dapat membeli aset kripto mulai dari Rp11.000 saja.

Yang tidak kalah penting adalah, kamu tidak perlu khawatir dengan kredibilitas dan sisi sekuritas dari aplikasi ini, karena aplikasi Pintu sudah terdaftar secara resmi di Bappebti sejak peluncurannya di bulan April tahun 2020. Nah, bagi kamu yang penasaran dan ingin mencoba memulai berinvestasi atau trading aset kripto, yuk langsung download Pintu sekarang!

Itulah hal-hal dasar yang harus kamu ketahui sebelum memulai terjun ke dunia kripto. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat, ya!

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *