Bukan Zamannya Isu PKI Menjadi Jualan Politik

Jakarta: Semua pihak diminta dewasa menyikapi isu Partai Komunis Indonesia (PKI). Isu tersebut diminta tidak digunakan untuk meningkatkan popularitas. 
 
“Sudah saatnya bangsa ini menjadi dewasa dan tidak menjadikan isu ini maininan politik,” kata Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo saat dihubungi, Kamis, 30 September 2021.
 
Menurut dia, upaya menjadikan isu PKI mendompleng popularitas tak akan berhasil. Pasalnya, masyarakat sudah bijak menyikapi isu tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Romo Benny, sapaan karib Benny, mengutip hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting pada 2020. Hanya 20 persen masyarakat yang percaya kebangkitan PKI.
 
Baca: DPR: Jangan Jadikan PKI Sumber Kegaduhan Setiap Tahun
 
“Jadi kalau orang tetap menggunakan isu PKI sebagai jualan politik ya tidak akan laku karena masyarakat sudah sadar,” ungkap dia.
 
Benny menyarankan jika ada indikasi kebangkitan PKI sebaiknya dilaporkan kepada aparat berwajib. Dengan begitu, tudingan tersebut bisa dibuktikan dan tidak menjadi polemik.
 
“Jangan membuat stigma dan menjadi polemik karena tidak berdasarkan fakta dan data. Kalau asumsi tidak bisa dijadikan data, harusnya berdasarkan fakta,” sebut dia.
 
Selain itu, dia meminta masyarakat tidak terpancing dengan polemik PKI. Seluruh elemen bangsa dan negara diminta fokus menghadapi pandemi covid-19 dan dampaknya.
 
“Lebih baik fokus saja bagaimana menghadapi pandemi covid-19 ini dan mengatasi ekonomi. Semua negara kan kesulitan menghadapi pandemi ini,” ujar dia.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *