Pencoblosan Pemilu 15 Mei Dikhawatirkan Mengganggu Pilkada 2024

Jakarta: Partai Demokrat mengaku tak masalah dengan usulan pemerintah terkait pencoblosan Pemilu 2024 digelar pada 15 Mei. Namun, partai berlambang bintang Mercy itu khawatir pencoblosan bakal mengganggu proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
 
“Akan banyak tahapan yang beririsan,” kata Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Demokrat di Komisi II Anwar Hafid saat dihubungi, Rabu, 29 September 2021.
 
Eks Bupati Morowali itu menyampaikan jadwal pemungutan suara pemilu biasanya pada April dan Mei. Namun, pesta demokrasi pada 2024 memiliki tantangan tersendiri karena pilkada serentak digelar di tahun yang sama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Hal ini tentu menjadi kendala tersendiri bagi penyelenggara. Beban penyelenggaraan semakin berat bila Pilpres 2024 dua putaran.
 
“Ketika pertama pilpres itu dua putaran maka akan kerepotan KPU mengatur irisan-irisan tahapan,” tutur Anwar.
 
Namun, dia menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada penyelenggara. Anwar meyakini KPU bakal mengkaji keuntungan dan kerugian pencoblosan pada 15 Mei 2024.
 
“KPU secara teknis lebih mengetahui kemampuan mereka bekerja sehingga bisa mempertimbangkan waktu yang tepat itu,” ujar Anwar.
 
Sementara itu, Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Demokrat Kamhar Lakumani meminta pemerintah ikut mengkaji jadwal pencoblosan Pemilu 2024. Eksekutif harus menghitung keuntungan dan kerugian.
 
Pemerintah juga perlu memperhitungkan anggaran yang harus dikeluarkan. Kamhar menyebut dibutuhkan dana cukup besar merealisasikan Pemilu dan Pilkada Serentak Nasional 2024.
 
“Beban anggaran yang besar bagi pemerintah pusat dan daerah karena dalam satu tahun anggaran harus membiayai dua kali pelaksanaan pemungutan suara,” kata Kamhar.
 
Sementara itu, Partai NasDem mendukung wacana pemcoblosan pada 15 Mei 2024. Ada dua pertimbangan NasDem mendukung wacana pemungutan suara pada 15 Mei 2021.
 
Pertama, efisiensi anggaran Pemilu dan Pilkada 2024. Kedua, menghindari proses transisi pemerintahan lama ke baru. Proses transisi akan terjadi selama delapan bulan bila pencoblosan pada Februari 2024.
 
“Ya kalau Fraksi NasDem di Komisi II mendukung usulan pemerintah terkait dengan waktu pelaksanaan Pemilu tanggal 15 Mei,” kata Sekretaris Fraksi NasDem Saan Mustofa saat dihubungi, Selasa, 28 September 2021.
 
Baca: Sejumlah Fraksi Keberatan Usulan Pemilu Digelar 15 Mei 2024
 
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *