Bank Sentral Tiongkok Tegaskan Jaga Kebijakan Moneter Normal Selama Mungkin

Beijing: Gubernur People’s Bank of China (PBOC) Yi Gang mengatakan Tiongkok akan tetap mengatur kebijakan moneter normal selama mungkin, dan kurva imbal hasil juga dipertahankan dalam bentuk miring normal dan ke atas. Harapannya bisa menjaga momentum pemulihan ekonomi usai terhantam pandemi covid-19.
 
“Tiongkok akan memperpanjang waktu menerapkan kebijakan moneter normal sebanyak mungkin,” kata Yi, dalam sebuah artikel yang diterbitkan di situs People’s Bank of China, dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 29 September 2021.
 
Yi mengatakan potensi tingkat pertumbuhan ekonomi Tiongkok diperkirakan masih tetap di kisaran 5-6 persen. Adapun Tiongkok mempertahankan suku bunga pinjaman acuan untuk pinjaman perusahaan dan rumah tangga selama 17 bulan berturut-turut pada penetapan September, sesuai dengan ekspektasi pasar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Beberapa analis memperkirakan pemotongan lain untuk jumlah uang tunai yang harus disimpan bank dalam cadangan akhir tahun ini, setelah pemotongan pada Juli, meskipun komentar pejabat awal bulan ini mendinginkan ekspektasi untuk pelonggaran segera.
 
Ekonomi terbesar kedua di dunia dengan cepat pulih dari kemerosotan yang disebabkan oleh pandemi tahun lalu, tetapi data terbaru menunjukkan momentum melemah, dengan sektor manufaktur yang luas menghadapi biaya bahan baku dan kemacetan produksi yang lebih tinggi.
 
Setelah Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai rekor 18,3 persen per tahun pada periode Januari-Maret, pertumbuhan turun menjadi 7,9 persen pada kuartal kedua. Tiongkok telah menetapkan target pertumbuhan PDB lebih dari enam persen untuk 2021, yang menurut para analis akan terpenuhi dengan baik.
 
Sedangkan Goldman Sachs memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi Tiongkok untuk 2021 menjadi 7,8 persen dari 8,2 persen.
 
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *