Agum Gumelar: Tudingan TNI Disusupi PKI Bombastis dan Bikin Gaduh

Jakarta: Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo melempar tudingan mengenai penyusupan komunisme di tubuh TNI. Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar menyesalkan tudingan yang dinilai bombastis dan menimbulkan kegaduhan tersebut. 
 
“Pak Gatot jangan terlalu cepat melakukan tudingan seperti itu, itu sangat bombastis, dan sangat menimbulkan kegaduhan,” ujar Agum dalam tayangan Primetime News di Metro TV, Selasa, 28 September 2021.
 
Agum menyebut PKI saat ini sudah tidak ada. Indonesia saat ini juga dilindungi oleh payung hukum yaitu TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Larangan Ajaran Komunisme/Marxisme. Komunisme, lanjut Agum, juga tidak akan mendapatkan dukungan dari komunisme internasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

“Tidak mungkin ada bantuan, dengan tidak ada bantuan mana mungkin mereka bisa bangkit, organisasinya saja sudah selesai,” kata Agum.
 
Baca: Pangkostrad: Tudingan TNI AD Disusupi PKI Keji
 
Agum mengakui memang terdapat rekonsiliasi anak dan cucu komunis di DPR, TNI, Polri, ASN atau bahkan pedagang. Namun, rekonsiliasi bagus untuk menunjukkan bangsa Indonesia mendukung perdamaian dan persatuan. 
 
Agum meminta Gatot untuk menyampaikan tudingannya berdasarkan intelijen, mengingat Gatot mantan Panglima TNI. Ia menyadari kemunculan PKI memang tidak dapat diabaikan.
 
“Tidak boleh diabaikan (kemunculan PKI) tetapi jangan paranoid,” ucap Agum.
 
Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *