Sinopsis & Review Don’t Breathe 2, Norman Kembali Ganas

Apabila kalian mengikuti film pertamanya, kalian pasti masih ingat dengan tokoh si kakek tua yang tak bisa melihat namun ternyata punya bakat ‘berbahaya’ yaitu memburu orang yang ia anggap sebagai ancaman. Kakek tua itu ternyata adalah seorang veteran anggota NAVY yang sudah tidak perlu diragukan lagi dalam bela diri.

Mengingat kesuksesan film si kakek tua, Norman, sutradara Rodo Sayagues kembali melanjutkan sekuelnya dengan jalan cerita baru yang agaknya sedikit twist dengan film pertamanya. Norman menjadi seorang kakek yang baik dan penuh kasih sayang namun tetap berbahaya, berbeda dengan film pertamanya; saat Norman menjadi kakek mesum penculik gadis belia untuk dibuahi.

Sinopsis

Don't Breathe 2_Poster (Copy)

Mantan anggota prajurit angkatan laut, air dan udara, Norman Nordstrom, memulai hidupnya kembali setelah kejadian 8 tahun lalu (film pertama) yang menimpanya. Ia kini tinggal di sebuah pondok di pedalaman kota Detroit bersama ‘anak’ gadisnya, Phoenix (Madelyn Grace) yang berumur 11 tahun dan anjing Rottweiler miliknya bernama Shadow.

Satu kali, salah satu rekan Norman yang hanya ia percayai bernama Hernandez (Stephanie Arcila) meminta Norman untuk meminjamkan Phoenix untuk dibawa jalan-jalan sembari membeli kebutuhan sehari-hari di rumah yang sudah habis. Mendengar hal itu Norman mengijinkannya, ini karena Norman sangat sayang pada Phoenix dan ingin Phoenix bersenang-senang daripada dirumah terus.

Begitu sampai di kota, Hernandez mulai belanja kebutuhan sehari-hari bersama Phoenix dan Shadow yang ikut dibawa. Namun saat akan pulang, ada seorang anggota berandal jalanan yang menghampiri Phoenix dan sedikit mengancamnya, beruntung Shadow menggonggong membuat pria itu agak sedikit mundur tak berkutik. 

Hernandez segera menyadari bahwa Phoenix di ganggu dan ancaman sebenarnya baru saja dimulai. Rombongan pria mengerikan itu mengikuti van milik Hernandez hingga sampai ke rumah Norman. Begitu hendak pulang, mobil Hernandez di cegat lantas Hernandez dibunuh dengan keji. Target selanjutnya adalah Norman dan menculik Phoenix.

Para penyusup itu diketuai oleh seorang pria bernama Raylan (Brendan Sexton III), ia ingin menculik Phoenix atas satu alasan dan membunuh Norman supaya dapat tutup mulut. Brandon dan kawan-kawannya sudah berhasil membunuh Shadow supaya tidak mengganggu tindakan mereka nanti. 

Saat larut tiba, Norman sudah mulai merasa ada kejanggalan, ia tidak bisa menemukan Shadow berada di sekitar rumahnya sehingga ia mencari keluar. Disinilah para penyusup itu mendapat kesempatan untuk masuk ke rumah untuk menculik Phoenix. Saat berjalan lumayan jauh, Norman mendapatkan Shadow tewas tertembak, ia segera tahu kalau Phoenix dalam bahaya.

Mengetahui Norman tidak ada di rumah, mereka akhirnya menyusup untuk mencari Phoenix yang sudah bersembunyi sebelumnya. Phoenix panik karena ia mengetahui kalau ada orang lain yang mondar mandir di rumahnya. Awalnya Phoenix berhasil bersembunyi namun akhirnya ia hampir tertangkap. Norman yang mulai menyerang para penyusup itu mengejar Phoenix yang diminta untuk ke bunker oleh Norman.

Sayang, meski Phoenix bisa masuk ke dalam bunker, nyawanya tetap terancam. Norman habis-habisan berkelahi dengan para penyusup untuk menyelamatkan anak gadisnya. Meski sudah berusaha menyelamatkan Phoenix, Norman kalah jumlah. Ia dihajar habis-habisan dan dilukai supaya tidak berdaya. Sehingga Bobby dan yang lainnya lebih mudah mengambil Phoenix dari tangannya.

Rumah Norman pun dibakar. Beruntung Norman segera siuman dari pingsannya dan keluar tepat sebelum seluruh rumahnya menjadi abu. Karena kelelahan dan kehilangan banyak darah, Norman pun kembali ambruk. Ia shock mengetahui kalau anak gadisnya, Phoenix sudah dibawa pergi oleh Bobby.

Di sisi lain, Phoenix dibawa ke sebuah rumah besar dan mengetahui hal sebenarnya bahwa Bobby itu sebenarnya Ayah kandungnya yang sempat hilang dan meninggalkan Phoenix. Ini membuat Phoenix dibawa oleh Norman dan diurus sudah seperti anaknya sendiri. Phoenix diambil oleh Ayahnya sendiri bukan karena ia menginginkan Phoenix kembali pada pelukannya, namun Bobby ingin mengambil jantung Phoenix untuk menyelamatkan kekasihnya yang punya kelainan jantung.

Phoenix yang dalam bahaya tidak bisa kabur karena sudah dibius oleh minuman. Satu-satunya yang bisa menyelamatkan dia adalah ‘ayah’nya, Norman. Norman yang akhirnya kembali siuman mulai mencari jejak Bobby dan Phoenix lewat anjing Bobby yang kini menurut pada Norman setelah sebelumnya ditinggal oleh Bobby. Anjing jenis Cane Corso ini sepertinya ingin balas dendam juga pada Bobby karena sudah melukai dan meninggalkannya.

Norman sampai tepat waktu disaat dokter bedah ilegal yang doyan memperjual-belikan organ tubuh akan memulai operasi pengambilan jantung. Tanpa ampun, semua orang yang ada di rumah Bobby habis dihajar dan dibunuh oleh Norman sampai akhirnya, ia harus berhadapan dengan Ayah kandung Phoenix disaat kekasih Bobby berada di kursi roda bersama Phoenix.

Perkelahian pun terjadi, Norman melempar bom asap; membuat pandangan Bobby minim. Ia menembaki seluruh penjuru tempat hingga tak sengaja menembak kekasihnya hingga tewas. Phoenix yang terikat borgol dengan kekasih Bobby tidak bisa berkutik dan ikut terseret jatuh ke dasar kolam renang kering. Hal itu membuat Bobby lebih murka terhadap Norman hingga pertarungan semakin ganas.

Baca juga:

Pada akhirnya, Bobby harus kalah di tangan Norman dan Norman meminta Phoenix untuk pergi karena Norman tahu kalau Phoenix akan membencinya karena ia bukan Ayah dia sebenarnya. Namun Phoenix tidak mau pergi, ia bahkan menyelamatkan Norman dari tebasan Bobby yang kembali hidup untuk membunuh Norman. Meski demikian luka tusuk yang diderita Norman terlalu dalam sehingga setelah Bobby meninggal, Norman pun ikut tewas dan Phoenix pun bebas.

Pencuri Panggung

Don't Breathe 2_Phoenix (Copy)

Madelyn Grace si gadis kecil yang memerankan tokoh Phoenix ini sebelumnya sudah memerankan banyak tokoh seperti dalam drama series Grey’s Anatomy, film TV Anniversary Nightmare dan beberapa film pendek. Jadi saat ia memerankan Phoenix; kualitas aktingnya sudah tidak usah diragukan lagi.

Madelyn sukses memerankan karakter gadis yang berani dan pintar saat berhadapan dengan Bobby juga anak buahnya. Bahkan saat dibius, ia langsung tahu kalau dirinya dalam pengaruh obat dari minuman yang ia terima dari Bobby. Saat akan jatuh terseret ke kolam renang kering pun, ia sempat memutuskan tangan kekasih Bobby menggunakan parang. Sadis but smart for her age.

Gory

Don't Breathe 2_Gory (Copy)

Sama seperti film pendahulunya, film Don’t Breathe 2 ini juga menawarkan beberapa scene yang cukup bikin ngilu alias berdarah-darah; mulai dari tebasan pedang, kepala bocor, mulut di lem keras dan hal violence lain yang seolah jadi signature film Don’t Breathe. Apalagi saat mendekati bagian akhir film. Buat yang engga kuat darah mending skip deh.

Satu scene paling ngilu dan epik menurut saya pribadi ialah saat Bobby tertangkap oleh Norman. Begitu ia memberontak, Norman dengan segera memegang kepala Bobby dan menekan penuh ibu jarinya ke bola mata Bobby hingga Bobby kehilangan penglihatannya dan Norman mengatakan dalam nada dingin; ‘kini kau akan melihat apa yang akan kulihat selama ini’ alias kegelapan.

Akhir Dari Film

Don't Breathe 2_Final (Copy)

Keputusan bagus untuk menyelesaikan film Don’t Breathe adalah hal yang tepat. Ini karena cerita film ini tidak terlalu berhubungan dengan judulnya. Padahal pada film pertamanya, kata-kata Don’t Breathe itu merupakan judul yang tepat mengingat selama film berlangsung kita juga jadi ikut tahan nafas karena takut ketahuan Norman.

Namun begitu masuk filmnya yang kedua, kata-kata Don’t Breathe itu malah jadi kurang pas; mengingat semua isi filmnya hanya berkelahi, saling bunuh dan hal-hal lainnya yang kurang bikin kita jadi deg-degan ketahuan si Norman. Untuk film Don’t Breathe 2 kali ini, Bacaterus memberi skor 2.8/5.

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *