Sinopsis dan Review Squid Game (2021), Permainan Mematikan!

Sekelompok orang yang terlilit hutang-hutang besar, ditawari sebuah permainan dengan hadiah uang puluhan milyar. Dengan uang sebesar itu, tentu saja permainan yang dimainkan tidak sembarangan. Mereka bertarung bukan hanya untuk menang dan dapatkan uang, melainkan juga untuk tetap hidup.

Disutradarai Hwang Dong Hyuk, Squid Game (2021), drama Korea Netflix terbaru ini menawarkan sebuah film survival game yang mencampurkan drama dan suspense. Dibintangi Lee Jung Jae dan Park Hae Soo, seperti apa keseruan drama yang sedang banyak dibicarakan ini? Mari simak sinopsis dan ulasannya!

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: September 2021
  • Genre: Action-adventure, Suspense, Drama
  • Produksi: Siren Pictures Inc.
  • Sutradara: Hwang Dong Hyuk
  • Pemeran: Lee Jung Jae, Park Hae Soo, Wi Ha Joon, Oh Young Soo
  • Jumlah Episode: 9

Gaji Seong Gi Hun (Lee Jung Jae) sebagai supir tidak mencukupi kehidupannya bersama keluarga, hingga sang ibu yang sudah tua terpaksa masih terus bekerja. Hari itu Gi Hun diam-diam mengambil kartu ATM milik ibunya untuk mengambil sejumlah uang. Gi Hun menggunakan uang itu untuk taruhan. Dia mendapatkan uang sebesar 4.650.000 Won dari taruhan tersebut.

Gi Hun berencana mentraktir serta membelikan hadiah bagi putrinya yang berulang tahun di hari yang sama. Sial, debt collector mengejarnya. Uang yang dia menangkan juga dicopet orang. Gi Hun diberi waktu sebulan untuk melunasi hutangnya, jika tidak dia akan kehilangan satu ginjal dan satu mata.

Setelah mentraktir dan membelikan Ga Yeong (Jo A In) hadiah dengan uang seadanya, Gi Hun pulang dengan lesu. Setelah ketinggalan kereta dia dihampiri seorang pria berjas dan membawa koper. Pria itu mengajak Gi Hun bermain. Jika menang lelaki itu akan memberikan hadiah 100.000 Won dan berlaku pula peraturan sebaliknya.

Setelah berkali-kali kalah dan ditampar sampai pipinya karena tak punya uang untuk membayar, Gi Hun akhirnya menang. Sambil menghitung uang hadiah, pria tadi menawarkan permainan lain yang menjanjikan uang lebih banyak. Gi Hun bersikap tidak peduli sampai si pria itu menjabarkan informasi detail mengenai dirinya.

Dia tahu riwayat kehidupan Gi Hun termasuk jumlah hutang sangat besar yang dimilikinya. Sebelum pergi pria itu memberikan kartu nama agar Gi Hun bisa menghubunginya jika berubah pikiran. Sampai di rumah Gi Hun mendengar kabar dari ibunya jika Ga Yeong bersama ibu dan ayah tirinya akan pindah ke Amerika tahun depan.

Gi Hun didesak oleh ibunya untuk mendapatkan hak asuh Ga Yeong. Caranya adalah dengan membuktikan secara finansial bahwa dia mampu menghidupi anaknya. Gi Hun yang galau akhirnya menghubungi nomor yang ada pada kartu nama tadi. Tak lama dia dijemput sebuah mobil lalu tertidur karena menghirup asap yang ke luar di dalam kabin.

Gi Hun terbangun di tempat asing bersama banyak orang lainnya. Dia sudah memakai seragam dengan nomor 456 di dada kiri. Di ruangan terpisah terlihat orang-orang memonitor Gi Hun dan peserta lain yang dikumpulkan dalam satu ruangan.

Mereka terlihat aneh karena memakai pakaian rapat berwarna merah dan menutupi wajah, serta satu orang berpakaian warna emas lengkap dengan topeng yang tampak seperti pemimpinnya.

Gi Hun menghampiri salah satu peserta, seorang kakek nomor urut 001 yang sedang menghitung orang-orang di sana. Dia adalah Oh Il Nam, peserta paling tua yang menderita tumor otak.

Saat terlibat keributan dengan Jang Deok Su/101 (Heo Sung Tae) dan Kang Sae Byeok/067 (Jung Ho Yeon), Gi Hun dan yang lain tertegun melihat sekelompok orang berpakaian tertutup warna pink dan bertopeng datang ke ruangan mereka.

Salah satu dari mereka mengumumkan bahwa peserta akan berpartisipasi dalam enam permainan selama enam hari. Siapa pun yang memenangkan permainan, mendapat hadiah uang tunai berjumlah besar. Panitia menggunakan topen untuk menjaga kerahasiaan staff serta menjaga tetap berlaku adil dan rahasia pada para peserta.

Beberapa peserta tak memercayainya, termasuk Cho Sang Woo/218 (Park Hae Soo). Pasalnya mereka dibawa ke tempat tersebut dengan cara yang tak lazim; dia merasa diculik lalu disekap. Cho Sang Woo meminta satu alasan agar peserta percaya pada mereka.

Panitia lalu menampilkan satu persatu data diri beserta hutang-hutang yang dimiliki para peserta. Orang-orang yang dipilih sebagai peserta adalah yang terjerat dan terpojok oleh hutang.

Baca juga:

Panitia memberi kesempatan terakhir pada peserta untuk memilih. Apakah mau kembali ke kehidupan lama yang penuh hutang, menyedihkan dan dikejar rentenir atau mengambil tawaran yang mereka berikan? Ada beberapa hal yang harus diketahui dan disetujui sebelum memulai permainan.

Pertama, pemain tidak dibolehkan berhenti bermain, kedua, pemain yang menolak bermain akan dieliminasi, terakhir permainan dapat dihentikan jika mayoritas setuju. Tak lama permainan pertama siap dimulai. Mereka dibawa ke sebuah ruangan berwarna-warna dan memiliki banyak sekali tangga. Ruangan tersebut tampaknya sekadar ruang transisi sebelum menuju arena sesungguhnya.

Kini para peserta sudah ada di sebuah lapangan berukuran besar. Gi Hun kaget melihat Cho Sang Woo juga ada di sana sebagai peserta. Mereka kini bersiap menghadapi permainan pertama yang akan diberikan. Permainan seperti apa yang akan dihadapi demi uang besar sebagai hadiahnya?

Terlalu Banyak Drama

Terlalu Banyak Drama

Tema yang diusung dalam film Squid Game (2021) secara garis besar tidak terlalu baru tapi juga bukan sesuatu yang umum. Setidaknya sudah ada beberapa judul film atau serial yang suguhkan formula serupa, yaitu sebuah cerita tentang survival game yang mengharuskan pesertanya mau tidak mau berusaha untuk terus menang agar terus hidup.

Pada awal-awal episode, alur cerita tampak meyakinkan karena kita langsung disuguhi sebuah permainan yang tidak biasa. Tensi ketegangan terasa naik setelah melihat banyak peserta harus tewas. Di bagian awal pula latar belakang para pemainnya turut ditampilkan, sehingga kita dibawa untuk memahami keadaan serta emosi setiap karakter, seperti Seong Gi Hun. Cho Sang Woo, Kang Sae Byeok, sampai Ali Abdul.

Drama di bagian itu masih bisa diterima karena kita dapat ikut merasakan betapa putus asanya para peserta atau karakter dengan kehidupan mereka di luar sana. Sayangnya, memasuki pertengahan, terlalu banyak drama yang dimasukkan ke dalam plot sehingga lumayan bikin ngantuk.

Unsur yang membuat serial ini menegangkan dan berdaya jual adalah ketegangan dari setiap game yang dimainkan. Ketika ia diselingi dengan terlalu banyak drama, hasilnya membosankan. Sutradara gak mampu mempertahankan ketegangan tetap terjaga dari awal hingga akhir; ia naik dan turun.

Hwang Dong Hyuk malah memasukkan subkonflik yang rasanya sama sekali tidak darurat. Kesan misterius para staff yang berpakaian fuschia juga jadi hilang karena drama-drama itu. Bagian akhir Squid Game (2021) tidak kalah membosankan.

Esensi permainan gurita gak ditampilkan sama sekali. Kita hanya disuguhi perkelahian antara dua sahabat kecil brkelahi di sebuah lapangan bergambar sebagai akhir ceritanya. Kalau mau ditutup dengan adegan klise semacam itu, dari awal gak perlu ada gambar cumi-cumi raksasa. Suruh saja mereka duel. Kurang lebih begitu perasaan yang muncul saat nonton bagian akhir dari serial ini.

Mainkan Permainan Anak-anak

Mainkan Permainan Anak-anak

Sebanyak 9 episode dengan durasi rata-rata 50 menit, setidaknya ada 4 permainan yang dimainkan. Menariknya semua permainan tersebut merupakan permainan tradisional anak-anak di Korea sana. Pemilihan jenis mainan anak-anak untuk game mematikan ini lumayan menggelitik.

Konsepnya menarik, karena serial ini seperti ingin menyimbolkan sesuatu. Permainan masa kecil yang dulu dimainkan dengan suka cita, bisa berubah jadi sebuah permainan mengerikan saat dewasa. Seperti kehidupan itu sendiri.

Tanpa beban apa pun, sesuatu bisa terasa sangat menyenangkan. Sayangnya saat dewasa kesenangan-kesenangan itu semakin sulit didapat, berganti dengan ketakutan dan kekhawatiran.

Tone Terang untuk Cerita yang Dark

Tone Terang untuk Cerita yang Dark

Tampilan sinematografi Squid Game (2021) tidak kalah menarik. Kamu akan melihat layout arena permainan dari sudut pengambilan gambar yang pas. Selain itu, pemilihan tone pada scene-scene menegangkan di serial ini dibuat sedemikian rupa hingga visualnya tidak terasa menegangkan.

Squid Game (2021) cukup terang untuk ukuran genre suspense yang gelap, apalagi ruang transisi yang dibuat penuh warna-warni; sebuah paradoks. Dengan tampilan seperti ini, sebagian mungkin merasa kurang puas, sebagian merasa lebih nyaman karena gak perlu gelap-gelapan dan pengap.

Secara keseluruhan Squid Game (2021) punya gaya sendiri untuk membuat siapa pun penontonnya merasa terhibur; baik dengan part drama yang menyentuh atau bagian saat mereka satu per satu terbunuh. Hanya, jika kamu lebih suka cerita yang tegangnya rata dari awal hingga akhir, Squid Game (2021) akan kurang cocok. Penasaran ingin membuktikannya?

Sumber

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *